Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Panitia Pastikan Terapkan Prokes Ketat di Munas-Konbes NU 2021 

Panitia Pastikan Terapkan Prokes Ketat di Munas-Konbes NU 2021 
Sekretaris Panitia M Imdadun Rahmat (Foto: NU Online)
Sekretaris Panitia M Imdadun Rahmat (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online 
Musyawarah Nasional (Munas)dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dipastikan dihelat pada 25-26 September 2021. Digelar di tengah situasi pandemi, panitia memastikan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama penyelenggaraan acara.

 

"Untuk jaminan prokes di acara nanti, panitia sudah melakukan simulasi secara maksimal dengan mengatur penahapan jalur-jalur masuk peserta ke arena Munas-Konbes," kata Sekretaris Panitia M Imdadun Rahmat kepada NU Online, Rabu (22/9/2021) malam.

 

Bukan hanya prokes yang secara ketat diberlakukan, ia juga menerangkan, peserta harus mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia pada rapat penentuan Munas-Konbes NU pada 14 September 2021 lalu. 

 

"Jadi semua peserta yang hadir itu harus di-swab antigen dan menyerahkan bukti bahwa telah divaksin," terangnya. 

 

Imdad memandang hal itu sebagai bagian dari ikhtiar yang diharapkan akan mendatangkan kemaslahatan bagi semua peserta. 

 

Sebagai catatan, disebutkan jumlah peserta baik wilayah atau cabang maupun panitia lokasi yang bertugas di acara Munas-Konbes nanti akan dibatasi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mencapai ribuan orang yang hadir. Pada situasi pandemi kali ini, jumlah peserta yang hadir dibatasi hanya 250 orang.

 

"Sebagaimana yang sudah dibahas sebelumnya, peserta Munas-Konbes ini dibatasi. Biasanya mencapai 1.500, kita peras menjadi 250 saja," ujarnya. 

 

Hal itu, untuk memastikan bahwa prokes telah diterapkan secara benar. Karena, kata dia, dengan membatasi berarti dapat memberikan ruang gerak yang luas bagi para peserta. 

 

"Dengan ikhtiar ini, saya kira kita tidak punya kekhawatiran para kiai sepuh rentan tertular," kata Imdad. 

 

Bahkan, pihaknya memperhatikan dengan detail hal-hal teknis, seperti pemeriksaan surat vaksin, status negatif Covid-19 hingga proses makan siang agar tidak sampai menimbulkan kerumunan. 

 

"Jadi, kita sudah berupaya semaksimal mungkin agar beliau-beliau ini berada dalam kondisi yang aman dan kondusif," sambungnya.

 

Seperti pemberitaan sebelumnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU direncanakan digelar pada 18-19 Maret 2020 di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Adapun Muktamar ke-34 NU sedianya dilangsungkan pada 22-27 Oktober 2020 di Provinsi Lampung.

 

Namun, karena alasan pandemi PBNU menilai perlu pertimbangan lebih mendalam terkait hal itu. Hal itu pula yang mendasari keputusan untuk menunda dua agenda besar Nahdliyin tersebut.

 

Walhasil, dalam rapat panitia Munas-Konbes NU pada 14 September 2021 lalu diputuskan bahwa sedianya acara perhelatan akbar tersebut resmi akan digelar pada 25-26 September 2021 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. 

 

Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Kendi Setiawan

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya