IMG-LOGO
Warta

Video Tawanan Kamp Guantanamo Dipublikasikan


Sabtu 19 Juli 2008 14:01 WIB
Bagikan:
Video Tawanan Kamp Guantanamo Dipublikasikan
Kanada, NU Online
Video seorang tawanan usia 16 tahun yang tengah diinterogasi di Kamp Guantanamo untuk kali pertama dipublikasikan. Rekaman video tersebut memperlihatkan Omar Khadr, 16 tahun, sedang ditanyai oleh tim pejabat Kanada pada tahun 2003, soal rangkaian peristiwa sebelum dia ditangkap oleh pasukan Amerika.

Khadr adalah seorang warga Kanada yang dituduh melemparkan granat yang menewaskan seorang serdadu Amerika di Afghanistan pada tahun 2002. Dalam video itu, dia terlihat tertekan dan mengeluhkan soal perawatan kesehatan.<>

Video itu dipublikasikan oleh tim pengacara Khadr menyusul putusan Mahkamah Agung bulan Mei bahwa pihak berwenang Kanada harus menyerahkan bukti yang memberatkan dia untuk memungkinkan memberikan pembelaan penuh atas dakwaan yang dialamatkan ke remaja tersebut.


Khadr, satu-satunya warga negara Barat yang masih ditahan di kamp tersebut, berusia 15 tahun ketika ditangkap pasukan Amerika dalam baku tembak di kamp yang dicurigai milik al-Qaeda di Afghanistan.
   
Dalam video 10 menit interogasi di Guantanamo setahun kemudian, dia terliat menangis, dan menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, dan menarik rambutnya. Dia beberapa kali terdengar berteriak: "Tolong saya."

Dia tampak menyingsingkan baju oranyenya untuk memperlihatkan kepada pejabat kementerian luar negeri dan agen-agen dari Dinas Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) luka-luka di punggung, dan perutnya yang dia kata dia alami di Afghanistan.

"Saya bukan dokter, tapi saya rasa kamu mendapat perawatan kesehatan yang layak," kata salah seorang pejabat.

Khadr menjawab: "Tidak. Anda tidak di sini. Saya kehilangan kedua mata saya. Saya kehilangan kaki saya. Segalanya!" saat menyinggung bagaimana indera penglihatan dan kondisi kesehatannya terganggu.

"Tidak, kamu masih punya mata dan kedua kaki kamu masih di ujung tungkaimu," kata seorang pejabat.

Selagi menagis sejadi-jadinya, Khadr berkali-kali mengatakan kepada tim pejabat tadi: "Anda tidak peduli dengan saya."

Dalam dokumen penyerta yang diungkapkan soal interogasi tersebut, Khadr juga mengatakan, dia disiksa selagi ditahan di pusat penahanan militer Amerika di pangkalan udara Bagram di Afghanistan. (bbc/atj)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG