IMG-LOGO
Warta

RI-Lebanon Selenggarakan Dialog Antar Keyakinan, PBNU Turut Hadir


Kamis 16 Oktober 2008 20:28 WIB
Bagikan:
RI-Lebanon Selenggarakan Dialog Antar Keyakinan, PBNU Turut Hadir
Jakarta, NU Online
Pemerintah Indonesia dan Lebanon menyelenggarakan dialog antar-keyakinan (interfaith dialogue) di Beirut pekan ini dengan tema "Promoting Interfaith Dialogue among Plural Society".

Menurut keterangan resmi Departemen Luar Negeri di Jakarta, Kamis, dialog itu terselenggara atas kerja sama Deplu, KBRI Beirut dan Dar El Fatwa Lebanon dibawah pengawasan PM Fouad Siniora yang memandang penting dialog itu sebagai proses menuju sebuah keterbukaan dan tukar pengalaman dalam membina kerukunan umat beragama.<>

Delegasi RI yang dipimpin oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Andri Hadi beranggotakan Masykuri Abdillah (Ketua PBNU), Philip K. Widjaja (Sekjen Walubi), Richard Daulay (Sekjen PGI), Romo Benny Susetyo (Sekjen Komisi HAK KWI), Abdul Fatah Muchit (Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Departemen Agama, dan Raja Juli Antoni (Executive Director of Maarif Institute).

Delegasi Lebanon yang dipimpin oleh Mohammad Sammak (Muslim Sunni) beranggotakan Khalil Karam, Fadi Fadel (Katolik Maronit), Mohammad Nokkari (Muslim Sunni), Syekh Hani Fahs (Muslim Syiah), Saoud Al Mawla (Muslim Syiah), Syekh Sami Abou Al-Mouna (Druze), dan Habib Badr (Protestant).

Dialog itu tersebut diselenggarakan di Dar El Fatwa Lebanon dengan dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas tokoh agama, Duta Besar Asing di Lebanon, akademisi, aktivis, dan media.

Menurut Dirjen IDP dialog tersebut adalah dialog antar-keyakinan pertama yang diadakan di daerah Timur Tengah. Dialog itu menjadi spesial karena Indonesia dan Lebanon memiliki kesamaan karakteristik sebagai negara demokrasi dan plural.

Ia juga mengatakan bahwa dialog itu merupakan salah satu cara untuk menjembatani komunikasi dan interaksi para pemuka agama yang kini memiliki peran penting dalam membina kerukunan umat beragama.

Dari dialog itu diharapkan adanya kunjungan balasan para pemuka agama, akademisi, pemuda, dan media Lebanon ke Indonesia untuk dapat mengenal lebih dekat kehidupan beragama di Indonesia.

Sebelum acara pembukaan dimulai, delegasi RI diterima oleh Mufti Republik Lebanon (setingkat Menteri Agama) Syekh Muhammad Rasyid Kabbani.

Dalam pertemuan tersebut, Syekh Kabbani menyambut baik inisiatif Indonesia dalam menyelenggarakan interfaith dialogue dengan Lebanon.

Ia berharap dialog itu dapat menjadi sarana saling tukar pengalaman mengingat kedua negara memiliki kesamaan dalam hal kemajemukan umat beragama.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen IDP menyampaikan bahwa dialog itu diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman terbaik bagi setiap negara dalam membina kerukunan beragama.

Selain itu, disampaikan pula bahwa dialog itu dapat meningkatkan dan membentuk dimensi baru dalam hubungan kedua negara.

Sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut antara lain perkawinan lintas agama dan penyebaran agama di Indonesia.

Diakui bahwa dua hal tersebut sering menimbulkan gesekan antar umat beragama, namun pemerintah Indonesia mencoba untuk meminimalisir gesekan tersebut melalui peraturan-peraturan hukum.

Sementara delegasi Lebanon menyampaikan berbagai cara untuk mempererat hubungan antar umat beragama baik melalui pendidikan maupun melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, termasuk penetapan hari besar keagamaan yang akan diperingati bersama oleh warga Muslim dan Kristen di Lebanon.

Delegasi RI pada Selasa (14/10) diterima oleh PM Fouad Seniora. Dalam pertemuan itu, PM Siniora menyampaikan bahwa dialog itu merupakan sebuah langkah penting dalam membangun hubungan antar kedua negara dan diharapkan ada tindak lanjut yang nyata.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi dan hendaknya toleransi tidak hanya menjadi teori yang mendasari sebuah dialog.

Delegasi RI juga melakukan kunjungan kepada tokoh-tokoh agama Lebanon antara lain Syekh Akl Hassan Gharib (Druze), Archbishop Boulus Mattar (Maronit), Bishop Elias Audi (Orthodoks), Syeikh Abdel Amir Qabalan (Syiah). (ant)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG