IMG-LOGO
Warta

"Kiai Hamam Dja`far dan Pondok Pabelan" Sebuah Kesaksian

Selasa 11 November 2008 7:44 WIB
Magelang, NU Online
Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafii Jamal, meluncurkan buku biografi berjudul "Kiai Hamam Dja`far dan Pondok Pabelan", kumpulan kesaksian para santri, kerabat, dan sahabat ulama pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu.

"Saya dulu menjadi salah satu santri kalong Kiai Hamam," katanya saat peluncuran buku itu yang antara lain dihadiri mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Achmad Syafi`i Ma`arif, pimpinan Ponpes Pabelan, dan para santri, di Ponpes Pabelan, di Magelang, akhir pekan lalu.<>

Ia mengaku, bertemu terakhir kalinya dengan Kyai Hamam pada tahun 1991. Kiai Hamam yang mendirikan ponpes itu pada tahun 1965 dan meninggal dunia tahun 1993, katanya, biasanya bisa ditemui pada malam hari.

Ia mengaku, sejak tahun 1978 sering menemui Kiai Hamam semasa menjadi pegiat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), atau setelah terjadi penangkapan terhadap sejumlah pegiat kampus oleh penguasa Orde Baru.

"Kalau pagi tidak bisa ketemu Kiai Hamam, tetapi setelah Isya, bicara sampai pukul 05.00 WIB, maka kami disebut santri kalong," katanya.

Pada kesempatan itu Menhub Jusman bercerita tentang kenangan atas beberapa kali pertemuannya dengan Kiai Hamam. Kiai Hamam adalah pemberi semangat bagi dirinya untuk melanjutkan kuliah di jurusan penerbangan di ITB.

"Saya dimarahi ketika berpikir akan berhenti kuliah. Kiai Hamam ketika itu mengatakan bahwa saya berarti menyerah, kalah, bukan ijazah yang penting tetapi apa yang sudah dimulai harus diakhiri sehingga saya menekuni sebagai mahasiswa penerbangan dan 21 tahun tidak pernah pindah dari dunia penerbangan," katanya.

Ketika itu, katanya, sejumlah mahasiswa ITB yang menjadi santri kalong Kiai Hamam sempat membuat saluran air dengan pompa hidran dari Kali Pabelan menuju ponpes yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Ia menyebut kiai kelahiran tahun 1938 itu sebagai sosok yang selalu gembira.

Buku "Kiai Hamam Dja`far dan Pondok Pabelan" setebal 496 halaman itu diterbitkan oleh PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, terdiri dari 43 karya para penyumbang naskah, sesuai dengan Hari Ulang Tahun ke-43 Ponpes Pabelandengan penyunting sastrawan, Ajip Rosidi.

Mereka yang menyumbang tulisan untuk buku itu antara lain terdiri dari 10 santri, tiga orang keluarga Kiai Hamam, enam guru Pabelan, tujuh sahabat Kiai Hamam yang sesama alumnis Ponpes Gontor, Jawa Timur, dan 17 orang sahabat Kiai Hamam.

Salah seorang pimpinan Ponpes Pabelan, KH Ahmad Mustofa, mengatakan, Kiai Hamam selama 28 tahun mengaktualisasikan dirinya melalui ponpes tersebut, berkomunikasi dangan berbagai kalangan, berpikir dan berkarya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pabelan, buah karya nyata Kiai Hamam, dan sekarang warisan kebaikannya diteruskan, kami memelihara yang baik dan mengambil yang baru, yang baik," katanya. Kini santri di Pabelan berjumlah sekitar 600 orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mantan Ketua Muhammadiyah Syafi`i Ma`arif, mengatakan, Kiai Hamam adalah sosok reflektif, pendamai, dan orang yang selalu memerbaiki diri.

Pewaris Pabelan, katanya, perlu melakukan pemetaan tentang berbagai pemikiran Kiai Hamam untuk kepentingan rekonstruksi Pabelan. (ant)
Selasa 11 November 2008 18:1 WIB
Jadi Anggota Dewan, Ketua PCNU Pekalongan Diberhentikan
Jadi Anggota Dewan, Ketua PCNU Pekalongan Diberhentikan
Pekalongan, NU Online
Ketua Tandfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan KH Syaiful Bahri digantikan kedudukannya oleh HM Dhukron, Wakil Ketua PCNU sebagai pelaksana tugas ketua hingga akhir masa khidmat 2007-2012.

Pergantian ini diilakukan melalui Surat Keputusan Syuriyah PCNU Nomor: PC.11.21/071/SK/XI/2008. yang ditandatangani oleh Ketua Rais Syuriyah KH Jahri Anwar dan Katib KH Shohibin Mahfudh.<>

Dalam surat tersebut diputuskan, Syaiful diberhentikan dari kepengurusan Masa Khidmat 2007-2012 karena yang bersangkutan telah dilantik sebagai anggota DPRD Jateng Antar Waktu pada 4 Maret lalu.

Dalam SK itu juga dijelaskan, proses pemberhentian sudah lewat proses yang panjang. Di antaranya lewat permusyawaratan mustasyar dan harian Syuriyah pada 2 Maret, 15 Maret, 31 Maret tentang larangan rangkap jabatan.

Syuriyah kembali menggelar rapat pada 6 November menyusul mundurnya Sekretaris PCNU Irwan Abbas. Sebelumnya, Irwan mundur dari Sekretaris PCNU karena kecewa dengan langkah Ketua Syaiful Bahri yang dinilai terlibat dalam perpecahan DPC PKB Kabupaten Pekalongan.

Wakil Sekretaris PCNU Lukman Hakim yang dikonfirmasi membenarkan surat yang dikeluarkan Syuriyah itu. ''Jadi memang yang bersangkutan diberhentikan tapi bukan karena masuk daftar caleg tetap (DCT), namun karena rangkap jabatan sebagai anggota dewan,'' tuturnya.

Lukman menyebutkan bahwa landasan penggantian PCNU ini adalah Peraturan PBNU Nomor 015/A.II.04d./III/2005 Pasal 10 yang menyebutkan, jabatan Ketua Umum Tandfidziyah tidak dapat dirangkap dengan pimpinan pemerintahan baik pusat maupun daerah serta anggota DPR, DPRD atau DPD. Sedangkan pengunduran diri Irwan sebagai Sekretaris kata Lukman ditolak oleh Syuriyah. (SM/min)
Selasa 11 November 2008 16:40 WIB
Obama Banyak Terima Teror
Obama Banyak Terima Teror
Washington, NU Online
Presiden terpilih Amerika Serikat, Barack Hussein Obama menerima banyak sekali ancaman pembunuhan sejak Sarah Palin memulai kampanye hitam semasa kampanye. Tudingan ini dilontarkan Dinas Rahasia AS yang menangani keamanan Obama sejak masih sebagai kandidat.

Menurut Dinas Rahasia AS, serangan-serangan Palin soal patriotisme Obama telah memicu banyaknya ancaman pembunuhan Obama. Berita ini dilansir oleh berbagai media massa setempat, seperti harian The Telegraph, Senin (10/11).<>

Beberapa waktu lalu, cawapres Partai Republik itu pernah mencetuskan Obama "berteman dengan teroris". Komentar itu dilontarkan Palin saat mengaitkan hubungan Obama dengan eks radikal tahun 60-an William Ayers.

The Telegraph melansir bahwa cemoohan Palin terhadap Obama menimbulkan kemarahan para pendukung Partai Republik. Sehingga dalam kampanye-kampanye John McCain dan Palin, massa kerap berteriak "teroris" dan "bunuh dia".

Bukan cuma itu. Serangan Palin tersebut juga telah mendorong kelompok-kelompok supremasi kulit putih bertindak lebih jauh dengan berencana membunuh Obama.

Pada pertengahan Oktober lalu, Dinas Rahasia AS menyampaikan pada keluarga Obama bahwa ada jumlah ancaman terhadap Obama melonjak pesat bersamaan dengan serangan-serangan Palin.

Detail lonjakan ancaman terhadap Obama dituangkan dalam laporan pekan lalu oleh badan analis intelijen dan keamanan Stratfor. Diingatkan bahwa Obama menjadi target pembunuhan kelompok rasis.

"Dua plot untuk membunuh Obama telah digagalkan selama musim kampanye, dan beberapa plot lainnya masih diselidiki. Kami perkirakan otoritas federal akan menyingkap banyak plot lainnya untuk menyerang presiden, yang telah dirancang oleh kelompok-kelompok tertentu. (Okz/min)
Selasa 11 November 2008 15:24 WIB
Pagi Tadi Bengkulu Digoyang Gempa
Pagi Tadi Bengkulu Digoyang Gempa
Bengkulu, NU ONline
Gempa dengan kekuatan 5,3 skala Richter menggoyang Bengkulu. Getarannya cukup kuat dirasakan sehingga sempat membuat pegawai di lingkungan kantor Pemprov Bengkulu berhamburan keluar. Namun gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat gempa terjadi pada Selasa (11/11) pukul 08.46 WIB pada lokasi 4,24 Lintang Selatan - 101,97 Bujur Timur dengan kedalaman 27 km.<>

Pusat gempa berada pada 59 km barat daya Bengkulu -Bengkulu, 71 km barat daya Padangbetuah - Bengkulu, 79 km barat daya Lais - Bengkulu, 95 km barat daya, Kepahiang - Bengkulu, 106 km barat daya Curup - Bengkulu.

Di Kantor Gubernur Bengkulu, ratusan karyawan berhamburan ke luar ketika gempa terjadi, sambil berteriak "Gempa... Gempa!".

"Awalnya saya tetap duduk di kursi di dalam ruangan, tapi ketika guncangannya makin besar dan melihat teman berlarian turun, saya pun akhirnya ikut turun," kata Halimah, staf Asisten Bidang Pemerintahan, Setprov Bengkulu yang berkantor di lantai dua itu.

Perasaan ketakutan masih terlihat di wajah Halimah, wajahnya terlihat pucat. Untuk beberapa saat ini dia pun belum berani masuk ke ruangannya walaupun getaran gempa sudah berlalu.

Hal senada disampaikan, Indra, staf Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Setprov Bengkulu, yang juga turun dari ruangannya di lantai dua ketika gempa terjadi. "Kuat benar guncangannya, berapa kekuatannya. Ini pasti dekat," katanya.

Keadaan yang sama juga terjadi di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, ratusan pegawai di gedung wakil rakyat itupun berhamburan keluar ketika gempa terjadi. Bahkan, setelah gempa berlalu, hingga matahari mulai terik, berapa pegawai masih bertahap di luar sambil duduk-duduk di pelataran Kantor DPRD. (inl)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG