IMG-LOGO
Warta

Menag: Al-Quran Menjadi Ikon Dakwah

Ahad 16 November 2008 10:18 WIB
Bagikan:
Menag: Al-Quran Menjadi Ikon Dakwah
Jakarta, NU Online
Menteri Agama (menag) M. Maftuh Basuni berharap, Al-Quran dapat menjadi ikon dakwah Islam di Tanah Air. Harapan ini disampaikan oleh menag saat peresmian percetakan Al-Quran di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11).

Dalam pidato resminya, Maftuh menyatakan, percetakan Al-Quran ini dibangun dengan uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Aga<>ma.

Karenanya, ia berharap percetakan ini dapat benar-benar berguna untuk pengembangan dakwah Islam di Indonesia. Maftuh juga menambahkan, baru kali inilah pemerintah Indonesia memiliki kembali percetakan Al-Quran setelah tahun 1970.

Maftuh juga mengungkapkan, menurut rencana, percetakan Al-Quran ini akan memfasilitasi kebutuhan umat Islam dalam pengadaan kitab suci Al-Quran setiap tahun.

"Saya terharu. Meski Al-Quran dari sini tidak lantas dapat diberikan secara cuma-cuma, namun kita selalu berharap mutu pelayanan dapat dijamin oleh Depag," katanya.

Percetakan Al-Quran yang dibangun di Jalan Raya Puncak, Kilometer 65, Ciawi, Bogor, ini menelan biaya Rp 30 miliar. Percetakan ini mampu mencetak 1,5 juta Al-Quran per tahun.

Untuk menjaga standar mutu, percetakan Al-Quran ini diawasi secara ketat oleh Lajnah Pentashih Al-Quran Departemen Agama, termasuk menghindari kesalahan cetak. (min)
Bagikan:
Ahad 16 November 2008 19:59 WIB
Bondowoso Perdakan Zakat Mal
Bondowoso Perdakan Zakat Mal
Bondowoso, NU Online
Bila dikelola dengan maksimal, zakat dapat menjadi potensi luar biasa dalam menyejahterakan masyarakat. Karenanya, Bupati Bondowosa Amin Said Husni menggagas proses penyaluran zakat mal yang akan diatur dalam peraturan daerah (perda).

Pemda akan segera membentuk tim yang bertugas mempersiapkan tata pengelolaan zakat mal yang sesuai dengan hukum agama dan negara. Demikian diungkapkan Amin di Bondowosa, Minggu (16/11)<> 

"Namun hal itu harus dirumuskan konsep pengelolaannya secara matang agar tidak terjadi kesalahan dalam pengaturan pengelolaan zakat mal," imbuhnya.

menurut Amin, diperlukan adanya payung hukum yang jelas untuk mengatur distribusi zakat mal, baik dalam penarikan dan pengumpulannya maupun dalam penyalurannya.

"Jika perlu, nantinya akan dituangkan dengan payung hukum yang jelas. Baik dalam bentuk peraturan daerah, peraturan bupati, maupun ketentuan lain," tandasnya.

Mantan anggota DPR RI dari PKB ini menambahkan, potensi zakat maal ini bisa didapat dari sektor pertanian, perdagangan, profesi, maupun sektor lainnya. Hasil dari pengelolaan zakat maal tersebut nantinya dikembalikan kepada masyarakat miskin.

lebi lanjut Amin juga menghimbau agar zakat-zakat yang dikeluarkan oleh para pengusaha setempat tidak dilarikan ke luar daerah, mengingat masih banyaknya masyarakat miskin di Bondowoso yang juga membutuhkan dana-dana tersebut.

"Bentuk pengelolaan zakat ini nantinya dapat berwujud dalam pembangunan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan masyarakat," paparnya. (min)
Ahad 16 November 2008 18:23 WIB
Halaqoh Tafsir NU Sudan Kembali Hadir
Halaqoh Tafsir NU Sudan Kembali Hadir
Khartum, NU Online
Setelah sukses melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) VIII yang dilanjutkan dengan pelantikan dan rapat kerja (Raker), kini Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCNU) Sudan membuka kembali forum Halaqoh Tafsir.

Pembukaan dilakukan Jum’at (14/11) kemarin di Wisma Nahdiyyin, Ma’muroh no. 292 blok 69 Khartoum, Sudan. Halaqoh ini dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dan dipimpin langsung oleh wakil Lajnah Bahtsul Masail H Joni Musa Lc.<>
           
PCINU sudan meminta dukungan dan doa warga NU (Nahdliyin) agar halaqoh berjalan lancar. Diharapkan halaqah ini bermanfaat bagi Nahdliyin di Sudan, di Indonesia maupun di negara-negara lain.
           
"Halaqoh tafsir ini insyaallah dapat membuat kita bijak dalam menerima perbedaan pendapat para ulama yang menyangkut masalah qiroah, hukum dan sebagainya,” kata H Abdul Wahab Naf’an, Ketua Tanfidziah PCINU Sudan.
           
Halaqoh tafsir tersebut beberapa bulan yang lalu telah dimulai dari surat Al-Fatihah, kemudian surat An-Nash dan kini telah mencapai surat Al-Balad. Dalam setiap halaqah, setiap peserta ditugaskan membaca minimal satu buah kitab tafsir.
           
“Harapan kami, kita tahu banyak maklumat tafsir dengan membaca minimal satu buah tafsir,” tambah Karimullah, mahasiswa tahun ketiga fakultas Syariah pada Syariah Internetional University of Africa. (nam)
Ahad 16 November 2008 17:39 WIB
Pemerintah Harus Perhatikan Naskah Kuno Melayu
Pemerintah Harus Perhatikan Naskah Kuno Melayu
Tanjungpinang, NU Online
Terkait maraknya pembelian naskah kuno Melayu dari ahli waris para pujangga melayu, Raja Malik, Ketua Pusat Maklumat Kebudayaan Melayu Kepulauan Riau-Pulau Penyengat menyatakan sangat prihatin.

"Seharusnya, pemerintah menyediakan museum untuk menyelamatkan aset-aset kebudayaan Kepulauan Riau yang masih tersisa atau disimpan oleh warga," kata Malik di tanjung Pinang, Minggu (16/11).<>

Malik berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus pada keselamatan bukti-bukti keluhuran sejarah Nusantara tersebut.

Budayawan ini menyatakan tidak dapat berbuat apa-apa jika pemerintah tidak memperhatikan ketersambungan genealogi kebudayaan.

"Pemerintah memang sudah pernah membeli naskah kuno yang disimpan oleh pewarisnya. Namun itu masih minim, karena jumlah naskah kuno yang disimpan diperkirakan masih banyak," imbuh Malik..

Perhatian pemerintah saat ini, menurut Malik,  hanya pada terfokus pada pemeliharaan kuburan raja-raja, benteng dan pemeliharan mesjid Pulau Penyengat. Padalah seharusnya naskah kuno lebih diperhatikan lagi.

"Seharusnya apapun jenis aset yang menunjukkan identitas kekayaan budaya Melayu diselamatkan. Pada umumnya, naskah-naskah kuno lebih dapat menuturkan kebudayaan masa lalu dibandingkan dengan bangunan." tandasnya. (min)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG