IMG-LOGO
Warta

Ketua Umum Fatayat NU Bantu 2 Ton Benih Padi

Senin 15 Desember 2008 13:14 WIB
Bagikan:
Ketua Umum Fatayat NU Bantu 2 Ton Benih Padi
Cirebon, NU Online
Ketua PP Fatayat NU Dra Hj Maria Ulfa Anshari MHum memberikan bantuan benih padi kepada petani di Kecamatan Losari,  abupaten Cirebon. Benih jenis Ciherang Super Proyok Sanghyang sebanyak 2.034 kg itu secara simbolis diberikan kepada Kelompok Abdi Tani yang diwakili diwakili ketuanya DH Djuhaini di Balai Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Ahad (14/12).

Menurut anggota FKB DPR RI, Dra Hj Maria Ulfa Anshari MHum pemberian benih itu sebagai upaya untuk membantu petani mengembangkan sektor pertanian. Terutama dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Cirebon.<>

Dalam kesempatan itu, dalam kegiatan hasil kerjasama dengan Fahmina Institute, Pemdes Losari Lor, dan jamaah Musala Hidayat Tauhid, putra daerah Cirebon itu juga memberikan bantuan 1 unit mesin pompa air 3 pk.

Sementara itu Kepala Desa Losari Lor, Drs Sofwan Shofa mengaku berterima kasih atas bantuan bibit dan alat pertanian dari Hj Maria Ulfa bagi tani di desanya. “Kami sangat senang dan terima kasih kepada Bu Hj Maria Ulfa. semoga bantuan ini dapat meningkatkan hasil pertanian padi di desa kami,” ujar kuwu lulusan FISIP Unpad Bandung itu.

Menurut Kuwu Sofwan, Desa Losari Lor merupakan perbatasan langsung Provinsi Jawa Tengah, sehingga sangat perlu mendapatkan perhatian dibandingkan daerah lain. ”Harusnya daerah kita tidak terisolir dan lebih maju dari daerah lain, karena desa kita daerah perbatasan dengan Jateng. Artinya bantuan itu membantu kami untuk maju melalui swasembada beras,” ujar dia.(ksd)
Bagikan:
Senin 15 Desember 2008 20:31 WIB
PKNU Yogyakarta Optimis Lolos
PKNU Yogyakarta Optimis Lolos
Yogyakarta, NU Online
Ketua Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Mashur Rido optimis partainya bakal memenuhi Parlementary Treshold (PT). Batas minimal 2.5 persen suara bukanlah target sulit bagi PKNU.

Demikian dinyatakan Mashur Ridho di Yoyakarta, Ahad (14/12). Menurut Ridho, warga Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kebebasan untuk memilih, partai mana yang akan didukungnya.<>

Menurut Ridho, partai-partai berbasis massa NU harus dapat berkompetisi dengan fair dan mengedepankan asas saling menghormati. Karena masyarakat NU ke depan akan semakin cerdas dalam menentukan pilihannya.

"Mari berlomba di lapangan. Siapa yang dipilih masyarakat," ujar Rido yang mengaku optimistis PKNU bakal mampu meraih 18 persen suara.

Dalam pandangan Ridho, warga NU tetaplah masyarakat biasa yang memiliki hak kebebasan bersuara yang sama. Pandangan Ridho ini membantah pernyataan Muhaimin di Yogyakarta, kemarin.

Sebelumnya, Muhaimin menyatakan, kewajiban warga NU mencoblos Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sehingga para petinggi PKB berusaha membentengi warga Nahdliyin supaya tidak memilih PKNU atau Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). (min)
Senin 15 Desember 2008 18:38 WIB
MUI Sebaiknya Selektif dalam Mengeluarkan Fatwa
MUI Sebaiknya Selektif dalam Mengeluarkan Fatwa
Jakarta, NU Online
Belakangan ini sejumlah persoalan disampaikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dimintakan fatwanya. Kasus terakhir adalah permintaan fatwa haram rokok dan fatwa haram golput.

Melihat situasi seperti ini, Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah  Hasan berharap agar MUI selektif dalam mengeluarkan fatwa. Menurutnya, fatwa yang dikeluarkan sebaiknya hanya pada persoalan yang menyangkut kehidupan ummat dan kebangsaan, bukan masalah yang sifatnya parsial dan kontraversial.<>

“Kalau begini jadinya, akan menimbujlkan inflasi fatwa, akhirnya nanti banyak yang ditolak. Kredibilitas MUI sendiri menjadi taruhan,” katanya di PBNU, Senin (15/12).

Menurut Mantan Menteri Agama ini, sebuah persoalan yang akan difatwakan harus dibahas dahulu dalam rapat pleno dan diputuskan secara bersama-sama sebagai sebuah institusi, bukan hanya oleh dewan fatwa saja. Diyakininya, keputusan seperti ini akan membuat fatwa yang dikeluarkan lebih berbobot dan dapat menjadi acuan masyarakat dan wibawa fatwanya terjaga.. (mkf)
Senin 15 Desember 2008 18:23 WIB
PKB Banyuwangi Gelar Konsolidasi
PKB Banyuwangi Gelar Konsolidasi
Banyuwangi, NU Online
Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa ( DPC PKB) Banyuwangi melakukan Konsolidasi bersama di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Badean, Kecamatan Kabat, kemarin (14/11).

Acara ini dihadiri sejumlah caleg PKB, baik dari DPRD II, DPRD I dan DPR RI. Dalam konsolidasi ini, para calon legislatif (caleg) PKB mengikrarkan diri untuk memenangkan Pemilu 2009.<>

Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Banyuwangi H Ali Sudarji menyampaikan, selama ini PKB Banyuwangi telah melakukan penyaringan beberapa kali terhadap para pengurus dan caleg PKB dari daerah pemilihan Banyuwangi.

Sudarji juga menyampaikan keprihatinan terhadap kader PKB yang loncat ke partai lain. Namun, mereka masih tetap duduk sebagai anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD. karenanya, ia menghimbau agar para politisi tersebut berlaku jantan.

"Jika sudah meloncat ke partai lain, ya mestinya  tahu diri. Jangan ngotot tetap duduk di kursi PKB, padahal sudah pindah partai," katanya.

PKB juga bertekat merebut kembali kursi Bupati Banyuwangi. Karena pembangunan Banyuwangi saat dipegang kader PKB bisa berkembang pesat. Namun yang terjadi saat ini, pembangunan dinilai mandeg. Sebaliknya korupsi justru berkembang pesat.

"Pada 2010, PKB akan merebut kembali kursi PKB yang hilang. Persoalan siapa orangnya, kita bicarakan nanti," tandasnya. (min)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG