Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Guru Agama Diperlakukan Diskriminatif

Guru Agama Diperlakukan Diskriminatif
Temanggung, NU Online
Meski sangat dibutuhkan dan tugasnya tidak ringan, guru Agama (Islam) selama ni merasa masih diberlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah, dibandingkan dengan guru pelajaran umum. Perlakuan diskriminatif tersebut antara lain, adalah dalam hal pengangkatan, sertifikasi guru serta pemberian bantuan sarana prasarana kepada guru agama. 

Ketua Asosiasi Guru Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Temanggung, Solihin, ketika beraudiensi dengan dengan para anggota Dewan Pendidikan, baru-baru ini mengatakan, saat ini jumlah guru agama yang diangkat  jauh lebih kecil dibandingkan dengan guru umum. Padahal, mestinya pengangkatan tersebut dapat dilakukan secara proporsional.<>

‘’Sejak 2005 tidak pernah ada pengangkatan khusus untuk guru agama di Kabupaten Temanggung. Padahal, guru agama yang berhenti, baik karena pensiun maupun karena alasan lain sangat banyak. Saat ini guru agama untuk SD, MI, SMP, hingga SMA dan SMK sangat kurang,’’ ujarnya.

Menurutnya, guru-guru umum, selalu ada pengangkatan khusus dari pemerintah setiap tahunnya. Karena itu, pihaknya telah berupaya mengkomunikasikan masalah ini dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Departemen Agama. Namun, instansi-instansi tersebut sepertinya hanya saling lempar tanggung jawab saja, dan mengaku hal itu bukan kewenangan masing-masing.

‘’Padahal, sesuai PP Nomor 55 Tahun 2007 pasal 6 ayat 1 dan 3 menyebutkan, pengangkatan tenaga pendidik guru agama merupakan otonomi daerah. Karenanya, pengangkatan guru agama mestinya dilakukan pemerintah daerah,’’ tuturnya.

Diungkapkan pula, jumlah guru umum yang sertifikasi lebih banyak ketimbang guru agama. Sedangkan guru agama yang disertifikasi  pada 2006 pun hingga kini belum ada kejelasan soal tambahan gaji tunjangan sertifikasinya itu.

Saat ini, katanya, dari 80 orang guru agama tingkat SMP, yang lolos sertifikasi baru 13 orang. Untuk tingkat SMA, dari 20 orang guru agama, 3 orang yang lolos sertifikasi, serta untuk SMK, baru 2 orang lolos sertifikasi dari 26 guru Agama Islam yang ada.

‘’Jumlah tersebut betapa kecilnya, bila dibandingkan dengan guru umum lolos sertifikasi, yang jumlahnya mencapai ratusan orang,’’ paparnya, seraya mengatakan AGPAI Temanggung sendiri beranggotakan sekitar 750 orang, dari tingkat SD,MI,SMP,SMA dan SMK baik negerei maupun swasta.

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Milono mengaku, pernah membahasnya bersama Pemkab, beberapa waktu lalu. Bahkan, pernah membicarakan hal ini kepada BKD, Disdik (Dinas P dan K) dan Depag, namun hingga kini belum ada hasilnya.

‘’Kami akan tetap terus meminta agar nasib para guru agama tersebut diperhatikan,’’ ujarnya. (SM)
BNI Mobile