IMG-LOGO
Warta

Depag Diingatkan Tak Berorientasi Bisnis dalam Mengurus Haji


Kamis 26 Februari 2009 03:59 WIB
Bagikan:
Depag Diingatkan Tak Berorientasi Bisnis dalam Mengurus Haji
Jakarta, NU Online
Departemen Agama (Depag) diingatkan agar tidak berorientasi bisnis dalam penyelenggaraan ibadah haji ke Tanah Suci. Depag harus benar-benar "ikhlas dalam beramal".

“Proses pengurusan haji jangan sampai hanya menjadi kegiatan transaksi jasa pelayanan haji,” kata ketua Panitia Ad Hoc (PAH) III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Faisal Mahmud dalam rapat kerja dengan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni di Gedung DPD Senayan, Jakarta, Selasa (24/2) kemarin.<>

Faisal mengingatkan, antusias umat Islam untuk menjalankan ibada haji makin meningkat dari tahun ke tahun. Maka penyelenggaraan ibadah haji dituntut untuk terus membaik.

Dikatakannya, persoalannya klasik berkisar pada penyewaan pemondokan, alat transportasi, penyediaan katering, pelayanan kesehatan, serta pembinaan ritual jamaah haji. Beberapa persoalan ini dinilai menggangu kekhusukan dan keafdhalan ibadah haji.

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji sebetulnya menupakan tugas yang mudah. "Tidak ada tugas Departemen Agama yang segampang haji," tukasnya.

Penyelenggaraan ibadah haji juga tidak pernah terbentur dana. Pemerintah sendiri memberikan perhatian khusus melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Namun, Maftuh mengakui, persoalan klasik dalam ibadah haji selalu muncul karena ulah dari beberapa oknum. "Karena tangan-tangan kotor kita. Terpuruknya citra Depag adalah karena penyelenggaraan haji yang tidak beres,” katanya. (nam)
Bagikan:
IMG
IMG