IMG-LOGO
Warta

Aktivis HAM Minta PPP Tak Berkoalisi dengan Prabowo-Wiranto


Senin 4 Mei 2009 10:05 WIB
Bagikan:
Aktivis HAM Minta PPP Tak Berkoalisi dengan Prabowo-Wiranto
Jakarta, NU Online
Para aktivis HAM yang tergabung dalam Solidaritas Keluarga Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKKP HAM) meminta Partai Persatuan Pembanguanan (PPP) untuk tidak berkoalisi dengan Prabowo dan Wiranto.

Keduanya dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum selesai. Wiranto dikaitkan dengan kasus pelanggaran HAM di Timtim tahun 1999, dan Prabowo dikaitkan dengan kasus penculikan aktivis tahun 1997-1998.<>

"Jangan berkoalisi dengan yang menyakitkan rakyat. PPP kok berkoalisi dengan Pak Prabowo dan Wiranto. Dan itu tidak beres," kata Ruminah, anggota keluaga korban tragedi Mei 1998 saat pertemuan SKKP HAM di kantor DPP PPP di Jakarta, Ahad (3/5). Di kantor tersebut SKKP HAM ditemui oleh Wakil Sekretaris Jendral Uman Husin.

Pada pertemuan yang sedianya akan ditemui Ketua PPP dan Ketua Fraksi PPP ini namun berhalangan, SKKP mendesak PPP untuk tidak mendukung Prabowo dan Wiranto. SKKP khawatir karena pada Rapimnas PPP beberapa waktu yang lalu separuh DPW PPP mengusulkan nama Prabowo sebagai cawapres.

"Kami menolak keberadaan mereka di negara RI untuk menjadi capres atau cawapres," kata Benny Biki, keluarga korban Tanjung Priok. Selain itu mereka juga berharap agar PPP dalam parlemen tetap memperjuangkan HAM di negara ini.

DPP PPP sendiri berjanji akan membawa aspirasi mereka dalam rapat PPP. "Kami telah mendengar mereka. Kami akan bawa aspirasi mereka kepada bapak Surya Dharma Ali  (Ketua Umum PPP) dan ketua fraksi (Lukman Saefuddin)," kata Wakil Sekretaris Jendral Uman Husin, yang menemui SKKP HAM di kantor DPP PPP Jakarta.

Ia mengakui, SKKP HAM mendesak PPP untuk tidak berkoalisi dengan Wiranto dan Prabowo yang dinilai bermasalah dari sisi pelanggaran HAM. "PPP diharapkan tidak mendukung orang-orang yang bermasalah dalam HAM. Yang disebut-sebut adalah Wiranto dan Prabowo," katanya setelah pertemuan.

Menurutnya, sampai saat ini PPP belum menentukan sikap mau merapat ke kubu mana. Yang jelas, pada rapimnas beberapa waktu yang lalu ada jajaran DPW ada 2 nama yang disebut, Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo.

"Separuh di antaranya secara terbuka menghendaki PPP mendukung Prabowo," kata Uman. Hasil rapat, lanjutnya, menyerahkan semuanya pada Surya Dharma Ali. (sam/kcm)
Bagikan:
IMG
IMG