IMG-LOGO
Warta

Para Penerjemah Mencari Suaka ke Inggris


Senin 4 Mei 2009 16:30 WIB
Bagikan:
Para Penerjemah Mencari Suaka ke Inggris
London, NU Online
Rencana Inggris menarik pasukannya dari Irak, menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga Irak yang selama ini bekerja pada pasukan koalisi. Kebanyakan, mereka bekerja sebagai penerjemah pada pasukan Inggris yang berbasis di kota Basra, Irak selatan.

Kini, para penerjemah tersebut mengaku hidupnya terancam karena diketahui bekerja untuk pasukan musuh. Beberapa di antaranya kini sedang berusaha mencari suaka ke Inggris karena hidupnya di Irak tidak aman lagi. Demikian dilansir oleh stasiun berita BBC London, baru-baru ini.<>

Hidup saya berantakan. Sekarang pun saya hidup dalam persembunyian. Saya sudah minta agar dibawa kemana saja di dunia, asal jauh dari sini," kata Ali, nama samaran, pada BBC.

Ali masih menunggu proses agar bisa mendapatkan suaka ke Inggris, di bawah skema perlindungan khusus yang diterapkan sejak akhir tahun 2007 lalu. Skema ini dibuat setelah pemerintah Inggris didesak untuk memenuhi kewajiban moralnya terhadap warga Irak yang telah mempertaruhkan hidupnya selama bekerja pada pasukan Inggris di Irak.

Salah seorang warga Irak yang sekarang sudah berada di Inggris lewat skema perlindungan adalah Mohammad, juga nama samaran, yang masih berusia 27 tahun. Ketika masih di Irak, Mohammad juga bekerja sebagai interpreter bagi pasukan Inggris.

"Awalnya, saya aman-aman saja. Tidak ada masalah dengan para milisi di Irak. Tapi keadaannya menjadi makin bahaya sejak tahun 2005. Bulan Februari 2007, saya mendapatkan sms berisi ancaman yang bunyinya jika saya tidak berhenti bekerja pada pasukan Inggris, saya akan mati," ungkap Mohammad.

Mohammad lalu mendengar berita tentang skema perlindungan. Mohammad mengajukan permohonan lewat internet dan aplikasinya diterima pada bulan Desember 2007. Ia tiba di Inggris pada bulan November 2008 dan ditempatkan di Bolton.

"Tentu saja saya merasa aman sekarang. Tapi saya sangat, sangat kecewa karena saya pikir saya mendapatkan hidup yang layak di sini," ujar Mohammad.

Namun rupanya Mohammad tidak puas dengan pihak yang mengurus skema ini. Mohamad merasa ditempatkan seadanya saja. padahal Mohamamd merasa telah berbuat banyak untuk pasukan Inggris di Irak.

"Saya bekerja pada pasukan Inggris selama tiga tahun dan mempertaruhkan nyawa. Tapi saya diperlakukan seperti para pencari suaka lainnya," keluh Mohammad. (erm)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG