IMG-LOGO
Warta

Yudhoyono Akan Temui Rais Aam PBNU

Selasa 9 Juni 2009 15:50 WIB
Yudhoyono Akan Temui Rais Aam PBNU
Jakarta, NU Online
Calon Presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, direncanakan menemui Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sahal Mahfudz. Pertemuan yang diagendakan hanya empat mata itu akan digelar di kompleks Pesantren Maslakul Huda, Pati, Jawa Tengah, Selasa (9/6) sore ini.

Yudhoyono akan menjelaskan visi dan misinya sebagai capres kepada pemimpin tertinggi di ormas Islam terbesar di Indonesia itu. Setelah itu, ia akan bersilaturahmi dengan sekira 5 ribu kiai dan ustaz se-Jawa Tengah.<>

Pertemuan tersebut diprakarsai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah, Marwan Ja'far. Ia mengatakan, pertemuan tersebut sebagai bukti bahwa Yudhoyono diterima baik para kiai NU. Hal itu akan semakin memudahkan PKB melakukan konsolidasi bersama-sama kiai NU memenangkan pasangan capres-cawapres Yudhoyono-Boediono dalam Pemilu Presiden mendatang.

"Ini bukti bahwa Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) memang diterima para kiai yang selama ini mengurusi umat dan punya massa. Tentu ini akan memudahkan bagi PKB dan yang memang dari awal bermitra dengan para kiai untuk menjamin pemenangan SBY-Boediono," papar Marwan dikutip dari Detik.com.

Pertemuan yang dipersiapkan DPP PKB itu, selain dihadiri rombongan tim SBY, juga dikawal langsung ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Lukman Edy, dan seluruh jajaran pengurus DPP dan DPW PKB Tawa Tengah. Hadir pula dalam acara ini jajaran pengurus DPC PKB dan para kiai yang tergabung dalam 'kiai kampung'.

"Kehadiran Pak SBY yang bersilaturahmi dengan Mbah Sahal akan membuat tenaga baru bagi kader PKB di daerah untuk lebih keras bekerja memenangkan SBY-Boediono bersama para kiai dalam pilpres," ungkap Marwan.

Selain melakukan silaturahmi politik,  SBY juga akan memberikan sambutan dalam peresmian Sekolah Tinggi Agama Islam Matholi'ul Falah (STAI Mafa), milik Pesantren yang dipimpin Kiai Sahal.

Kiai Sahal, selain menjadi Rais Aam PBNU, juga dipercaya menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Karena kedalaman ilmunya, ia selalu menjadi acuan jika terjadi masalah di organisasi NU. (rif)
Bagikan:
IMG
IMG