IMG-LOGO
Warta

Indonesia Jadi Proyek Percontohan Pengembangan BMT

Jumat 14 Agustus 2009 16:7 WIB
Bagikan:
Indonesia Jadi Proyek Percontohan Pengembangan BMT
Jakarta, NU Online
Indonesia menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk pengembangan pola Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di negara lain. Direktur Eksekutif Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil (Pinbuk), Aslichan Burhan, mengatakan, untuk mengembangkan pola BMT tersebut, Pinbuk bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) dan Grameen Trust (anak perusahaan Grameen Bank).

Untuk mempelajari pola BMT di Indonesia, IDB akan melakukan tinjauan ke sejumlah BMT. Sebagai objek studi IDB, kata Aslichan, pihaknya akan memilih enam BMT. Namun saat ini beberapa BMT itu masih diidentifikasi.<>

“Untuk kunjungan pertama kami berencana ke BMT Dana Ukhuwah di Lembang Bandung,” ujar Aslichan di Jakarta, Jumat (14/8), dikutip dari Republika Online.

BMT yang menjadi objek studi di antaranya adalah BMT swadaya dengan pendekatan kelompok. Di tahap awal, lanjut Aslichan, IDB akan melakukan studi dan pembakuan manual untuk pengembangan BMT. “Setelah ada pembakuan manual baik dari standar prosedur dan manajemen nanti manual itu akan diperluas untuk digunakan di negara lain,” ujar Aslichan.

Ia menambahkan, IDB tertarik mengembangkan pola BMT karena bank yang dibentuk oleh negara-negara yang tergabung di Organisasi Konferensi Islam (OKI) ini mempunyai program penanggulangan miskin di negara-negara mayoritas muslim. Salah satu hal yang dilakukan untuk mendukung program tersebut adalah dengan melakukan studi pengembangan pola BMT.

Aslichan menuturkan ketertarikan IDB untuk melakukan studi pengembangan pola BMT di Indonesia tersebut disebabkan BMT memiliki karakteristik unik. BMT merupakan lembaga keuangan yang dimiliki oleh sejumlah masyarakat lokal dan digunakan untuk memberdayakan komunitas setempat.

“Di Malaysia juga ada lembaga keuangan mikro yang dikembangkan sampai ke daerah tapi polanya terpusat, begitu pula dengan Grameen Bank. Karena itu pola BMT di Indonesia terlihat unik karena bersifat sangat lokal,” kata Aslichan. Di BMT, jelasnya, keterlibatan dan peran serta masyarakat setempat pun sangat tinggi untuk mengembangkan BMT. (rif)
Bagikan:
Jumat 14 Agustus 2009 19:18 WIB
MUI Jateng: Jangan Sudutkan Pesantren dengan Isu Terorisme
MUI Jateng: Jangan Sudutkan Pesantren dengan Isu Terorisme
Semarang, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau kepada semua pihak agar tidak menyudutkan pesantren terkait aksi terorisme yang terjadi di negeri ini. Pasalnya, hal itu akan merugikan citra pesantren yang selama ini menjadi bagian dari lembaga yang berperan besar dalam upaya mencerdaskan bangsa.

“Selama ini, teroris dan kelompok radikal tertentu selalu dikaitkan dengan pesantren. Padahal tidak demikian,” ungkap Sekretaris Umum MUI Jateng, Ahmad Rofiq, di sela sidang paripurna DPRD Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (14/8).<>

Menurutnya, saat ini banyak pihak yang memandang teroris berasal dari pesantren. Padahal, tidak semua tersangka atau pelaku aksi teror berlatar belakang pesantren. Namun, para pelakunya juga bisa berasal dari latar belakang yang lain. Tidak menutup kemungkinan dari perguruan tinggi. Namun, setiap ada aksi teroris yang menjadi sasaran selalu pesantren.

Apabila aparat memperoleh bukti yang kuat soal keterkaitan antara teroris dan pesantren, lanjutnya, maka aparat itu dipersilakan untuk melakukan pemeriksaan. “Setahu saya, pesantren memberikan ajaran dan pendidikan akhlak yang baik,” lanjutnya.

Rofiq juga menjelaskan, pesantren adalah lembaga yang memiliki kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah keterbatasan pemerintah. Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945.

Karena itu, jika dalam praktiknya terdapat ajaran ‘bawah tanah’ yang mengarah pada aksi terorisme, maka ia sangat sepakat jika para pelakunya diproses dan pesantrennya ditutup. Namun, yang diharapkan Rofiq, semua pihak agar tidak menyamaratakan semua pesantren dengan isu terorisme yang kini kembali mengemuka.

Ia juga menambahkan, saat ini aparat kepolisian memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan di sejumlah pesantren. “Namun jika aparat menemukan seseorang yang telah melakukan ajaran menyimpang,” tandasnya. (rep/rif)
Jumat 14 Agustus 2009 18:7 WIB
Warga Gaza Sambut Ramadhan dengan Keprihatinan
Warga Gaza Sambut Ramadhan dengan Keprihatinan
Gaza City, NU Online
Akibat agresi terbuka Israel ke Gaza tahun lalu, yang berkibat penutupan seluruh akses keluar Gaza hinga kini. Kenyataan ini membuat para penduduk Gaza menyambut kedatangan Ramadhan dengan penuh keprihatinan.

Ihab al-Ashqar, warga Gaza 14 tahun, tersenyum kecut saat menjelaskan alasan mengapa ia tidak merasakan suka cita menyambut bulan suci Ramadhan. “Semua perbatasan ditutup. Israel sedang membunuh kami perlahan-lahan,” ujar Ihab, Rabu (12/8).<>

Israel telah mengisolasi penduduk sipil wilayah tersebut dari dunia luar dengan menutup semua perbatasan sejak Hamas terpilih untuk berkuasa di Gaza tahun 2006. Israel memblokade semua bantuan kemanusiaan kecuali barang-barang yang tak berbahaya, seperti keju, pasta gigi, sikat gigi, sabun, dan tisu toilet.

Seperti halnya 1.6 juta penduduk Gaza yang lain, Ashqar kehilangan suka-cita Ramadhan yang dirasakan semua Muslim setiap tahun. Kesenangan saat berbuka puasa dengan keluarga pun akan tenggelam dalam kegelapan saat Israel terus memblokade pengiriman bahan bakar.

“Kami bahkan tidak diberi pasokan penerangan, Kehidupan kami menjadi tidak tertahankan," ujar seorang ibu kepada situs islamonline.net.(min)
Jumat 14 Agustus 2009 17:25 WIB
Pengemis Marak di Ampel, Pemkot Akan Tertibkan
Pengemis Marak di Ampel, Pemkot Akan Tertibkan
Surabaya, NU Online
Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah kota Surabaya dalam menyambut Bulan Ramadhan, selain mengagendakan perda tentang pengaturan Rumah Hiburan Umum (RHU) kawasan lokalisasi selama bulan Ramadhan, Pemkot Surabaya juga akan melakukan kegiatan tambahan di bulan Ramadhan untuk memberikan kenyamanan selama bulan Ramadhan bagi umat Islam.

Kegiatan pendukung yang akan digalakkan Pemkot Surabaya ini adalah melakukan razia terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) di tempat-tempat wisata religi di Kota Surabaya.<>

Walikota Surabaya Bambang DH mengatakan penertiban tersebut dilakukan Permkot untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung wisata religi selama bulan Ramadhan.

"Biasanya, selama bulan Ramadhan, banyak sekali umat Islam yang mengunjungi wisata religi, dari itu kita ingin memberikan kenyamanan dengan membersihkan para gepeng," ujar Bambang saat dikonfirmasi oleh beritajatim.com, Jumat (14/08).

Memang, beberapa masyarakat selalu mengunjungi tempat-tempat wisata religi, untuk mengkhusyukkan ibadahnya, tetapi mereka mengaku sedikit terganggu dengan hadirnya gepeng yang jumlahnya ratusan memadati kawasan wisata religi.

Lebih lanjut, Bambang menerangkan, tempat wisata yang akan dirazia tersebut, diantaranya adalah, makam Sunan Ampel Surabaya, makam Sunan Bungkul, Masjid Agung dan masjid tertua dikota Surabaya Masjid Rahmat.

"Banyak tempat wisata yang dikunjungi oleh masyarakat, diantaranya makam Sunan Ampel, Bungkul, Masjid Rahmat, dan masih banyak lagi. Kita akan merazia tempat-tempat itu," imbuh Bambang.

Razia yang dilakukan oleh Pemkot tersebut, akan dimulai pada hari pertama Bulan Ramadhan, dan berakhir menjelang hari raya Idul Fitri. (mad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG