IMG-LOGO
Warta

Hari Pangan Sedunia, Puluhan Petani Kecam Ketergantungan Pabrik

Jumat 16 Oktober 2009 23:31 WIB
Bagikan:
Hari Pangan Sedunia, Puluhan Petani Kecam Ketergantungan Pabrik
Jakarta, NU Online
Puluhan petani sayur-mayur dan palawija mengecam model pertanian yang menggantungkan pada pabrik. Mereka menilai, sistem agraria tersebut telah membuat petani tergantung pada perusahaan benih, pestisida, dan pupuk. Akibatnya, petani sistem tradisional turut hancur.

"Dengan sistem itu, petani tidak berdaya. Tanah menjadi mati. Padahal bumi kita subur, tidak perlu cara-cara yang tidak berpihak petani," kata salah satu orator dari Serikat Petani Inconesia (SPI) di bundaran HI, Jakarta Pusat, Jum'at (16/10).<>

SPI menilai, kebijakan agraria selalu berpihak pada industri besar. Kebijakan tersebut perlu diubah untuk menguatkan industri dasar, yakni industri pertanian yang mandiri.

"Akibat revolusi hijau, tanah dan desa-desa kami tidak lagi subur. Perlu pelestarian dengan menjamin benih lokal dan teknik pertanian yang ramah lingkungan," imbuhnya.

Dalam aksinya yang bertepatan dengan hari pangan sedunia itu, petani menggelar sejumlah produk pertanian organik. Terlihat ada bayam, gabah, jahe dan pisang digelar di depan massa. Mereka menilai sistem organik tersebut lebih menjamin kesuburan dan ketersediaan pangan.

"Ini contoh, tidak perlu pestisida dan benih yang muluk-muluk. Asli dari negeri sendiri," pungkasnya sebagaimana dilansir situs detik.com.

Usai berdemo sekitar 40 menit, pendemo bubar dengan tertib. Aksi tersebut tidak banyak menyita perhatian pengendara yang melintas. Penjagaan polisi pun tidak terlampau ketat. (min)
Bagikan:
Jumat 16 Oktober 2009 21:25 WIB
MUI Himbau Masyarakat Tetap Tenang
MUI Himbau Masyarakat Tetap Tenang
Makassar, NU Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar KH Arifudin Ahmad menghimbau masyarakat agar tetap tenang. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dan melakukan tindakan main hakim sendiri terkait kasus pin bergambar Nabi Muhammad.

"Kita juga tadi meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Jika benar ada niat melecehkan umat Islam, pemilik atau pengedarnya harus ditindak tegas," kata Arifudin seusai menggelar pertemuan dengan pihak kepolisian, di di Mapolresta Makassar Timur, Jl Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Jum'at (16/10).<>

Pertemuan antara MUI Kota Makassar dengan pihak kepolisian ini untuk membahas beredarnya pin bergambar pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad. Pertemuan tersebut digelar untuk merumuskan langkah yang tepat terkait kasus itu.

Wakapolres Makassar Timur, Kompol Ridwan mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mencari masukan dari masyarakat dan tokoh Islam mengenai kasus peredaran pin tersebut.

"Masukan MUI dan tokoh masyarakat sangat signifikan dan diperlukan. dua pria yang diamankan polisi terkait kasus ini, masih dalam pengawasan petugas. Status keduanya juga masih sebagai saksi.Tapi jika ditemukan adanya pelanggaran, tidak tertutup kemungkinan status mereka berubah menjadi tersangka," ungkap Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pin bergambar wajah pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad beredar di Makassar. Gambar pria dalam pin tersebut mengenakan sorban putih dan masih muda. (min)
Jumat 16 Oktober 2009 19:51 WIB
PPP Setuju Calon Menteri Tes Kesehatan
PPP Setuju Calon Menteri Tes Kesehatan
Jakarta, NU Online
Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembagunan (DPP PPP) menghargai sikap SBY yang menerapkan tes kesehatan untuk menseleksi menterinya. Hal itu perlu dilakukan agar pemerintahan ke depan dapat lebih baik dari sebelumnya.

"Proses seleksi yang dilakukan Presiden sangat positif untuk mengetahui secara pasti, kondisi kesehatan, kelayakan, serta komitmennya untuk menegakkan pemerintahan yang bersih dan transparan," kata Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefuddin di Gedung DPR Senayan Jakarta, Jum'at (16/10).<>

Menurut Lukman, menteri kabinet mendatang memerlukan figur yang sehat untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan intensitas yang tinggi. Menteri kabinet mendatang juga memerlukan kompetensi, integritas, dan komitmen yang kuat untuk menjalankan menjalankan pemerintahan dengan baik.

Lukman Hakim sendiri yang disebut-sebut sebagai salah satu calon menteri dari PPP mengatakan, tidak bersedia menjadi menteri, meskipun dihubungi SBY.

"Saya sudah merasa mapan menjadi wakil ketua MPR. Bagi saya amanah sebagai pimpinan MPR sama mulianya dan terhormatnya dengan menteri," cetusnya.

Dengan mundurnya Lukman Hakim sebagai calon menteri dari PPP maka membuka peluang bagi kader PPP lainnya, termasuk ketua umum PPP Suryadharma Ali, yang pada pemerintahan 2004-2009 menduduki jabatan Menteri Negara Koperasi dan UKM. (min)
Jumat 16 Oktober 2009 18:39 WIB
Arah Kiblat Bergeser, MUI Jatim Dukung Depag Jateng
Arah Kiblat Bergeser, MUI Jatim Dukung Depag Jateng
Surabaya, NU Online
Terkait pergeseran lempengan bumi yang berpengaruh terhadap perubahan arah kiblat masjid, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya menyatakan siap mendukunG Departemen Agama (Depag) Jawa Tengah untuk melakukan sertifikasi arah kiblat.

Sesuai informasi dari Depag Jateng, arah kiblat masjid di kawasan Jateng telah mengalami pergeseran karena adanya pergeseran lempengan bumi. hal ini ditandai dengan peristiwa gempa bumi sebagaimana terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Jawa Tengah pada saat gempa di Yogya atau Cilacap beberapa tahun silam.<>

Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Bukhori, mengatakan, tidak ada masalah untuk menentukan kembali arah kiblat asalkan dilakukan dengan ilmu falaq untuk menentukan arah kiblat.

"Kalau di Jawa Tengah pernah ada gempa bumi sehingga ada kemungkinan perubahan arah kiblat, karena ada pergeseran lempengan bumi. Tapi kalau di Jatim, kondisinya relatif aman. Alhamdulillah tak ada perubahan geografis, sehingga MUI Jatim masih belum menentukan sikap atas perubahan arah kiblat itu," terang Bukhori, Jum'at (16/10).

Menurut Bukhori, arus ada perhitungan yang matang dari para ahli yang memiliki kemampuan dalam menentukan arah kiblat, yakni yang menguasai ilmu falaq dan fiqih. MUI akan melihat perkembangan hasil dari sertifikasi tersebut untuk menentukan kebijakan masjid yang ada di Jatim.

“Kalau memang kebenaran arah kiblat sudah berubah, MUI Jatim juga akan melakukan perubahan arah kiblat. Karena kiblat merupakan isyarat umat Muslim untuk membangun satu misi dan visi untuk bersatu menegakkan ajaran agama Islam,” tegas Bukhori.

Lebih lanjut, Bukhori menjelaskan, pada zaman wali arah kiblat memang ke barat, namun agak menyerong ke arah kanan. Setidaknya masjid tua tersebut terletak di setiap alun-alun kabupaten/kota seperti masjid Agung Demak, Masjid Kauman Semarang, dan lain-lain.

Jumlah masjid di Jateng saat ini mencapai 39.478 bangunan. Sedangkan jumlah umat Islam di Jawa Tengah mencapai 32 juta orang. Untuk wilayah Jatim, terdapat sekitar 38 ribu masjid dan untuk musholla jumlahnya diatas seratus ribu bangunan. (min)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG