Pengelolaan Masjid di Indonesia Perlu Ditingkatkan

Pengelolaan Masjid di Indonesia Perlu Ditingkatkan
Jakarta, NU Online
Mayoritas pengelolaan masjid di seluruh Indonesia dinilai belum maksimal. Karenanya, pihak pengelola perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan kredibel (al-qawiy al-amin).

''Pengelolaan masjid dilakukan secara paruh waktu atau ala kadarnya. Masjid masih difungsikan sebatas kegiatan ubudiyah mahdhah. Sehingga jumlah jamaah masih jauh dari representatif dibandingkan jumlah umat Islam di lingkungan masjid setempat,'' tandas KH Natsir Zubaidi, Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jakarta, Selasa (10/11).<>

Lebih lanjut Natsir menjelaskan, pertumbuhan peradaban dan kebudayaan Islam dulu, sekarang dan masa yang akan datang tidak dapat dilepaskan dari peranan masjid. Hal ini dapat dilihat dari beberapa bukti sejarah antara lain, bangunan yang pertama kali dibangun Rasulullah pada saat hijrah ke Madinah adalah masjid, yaitu masjid Quba dan masjid Nabawi. Kedua, pada masa Khulafa’ al-Rasyidin, Daulah Bani Umaiyah, Daulah Bani Abbas, Daulah Fatimiyah di Mesir, Dinasti Mamluk di Mesir, pemerintahan Islam di Spanyol, pemerintahan Kerajaan Turki Usmani, pemerintahan Kerajaan Safawi di Persia, pemerintahan Kerajaan Mugal di India, pemerintahan sultan-sultan di Kepulauan Nusantara, masjid senantiasa dijadikan salah satu simbul kemajuan peradaban Islam.

''Karenanya kami merekomendasikan kepada seluruh masjid di Indonesia untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi,'' tandas Natsir. (min)
BNI Mobile