PESANTREN AL-ITTIHAD

Perkuat Kapasitas Santri dengan Aneka Keterampilan

Perkuat Kapasitas Santri dengan Aneka Keterampilan
Cianjur, NU Online
Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur, Jawa Barat (Jabar) terus melakukan penguatan kapasitas santrinya agar memiliki daya saing yang tinggi, antara lain dengan mengembangkan keterampilan melalui penguatan berbagai kegiatan ekstrakulikuler (ekskul).

Pengasuh Pesantren Al-Ittihad KH Kamali Abdul Ghani mengatakan, pembangunan kapasitas santri menjadi niscaya sebagai upaya agar mereka memiliki daya tahan dan daya saing yang kuat saat terjun ke tengah panggung kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.<>

"Santri harus memiliki banyak bekal dan keterampilan sebagai modal saat terjun ke tengah masyarakat," kata KH Kamali Abdul Ghani kepada NU Online, Sabtu (28/11).

Pesantren Al-Ittihad merupakan pesantren terbesar dan paling menggeliat di Kabupaten Cianjur. Pesantren ini didirikan tahun 1997, yang berlokasi di Jalan Bnadung KM 3, Desa Rawabango, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Saat ini tercatat sebanyak 1.500 santri menimba ilmu di Pesantren Al-Ittihad, yang mengembangkan jenjang pendidikan SLTP, SLTA dan SMK. Para santri tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Sebagian berasal dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera.

Keberadaan pesantren yang merupakan perpaduan antara sistem modern dan salafiyah tersebut dirintis oleh KH Kamali Abdul Ghani, ulama NU yang pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cianjur.

Lebih lanjut ulama yang pernah menjadi staf pengajar di Pesantren Daarul Rahman Jakarta tersebut mengatakan, guna mengembangkan kapasitas santri, pesantren yang diasuhnya mengembangkan sejumlah ekskul, antara lain pramuka, paskibra, pencak silat, basket, volley, badminton, kaligrafi, mosa, hingga nasyid.

Selain itu Pesantren Al-Ittihad juga menggiatkan muhadharah (latihan ceramah), muhadtatsah (percakapan dalam bahasa Inggris dan Arab), kaligrafi, marawis, qasidah hingga teater.

Guna mendukung pengembangan prestasi akademik, sambung Kamali, Al-Ittihad mengembangkan laboratorium bahasa, laboratorium komputer, laboratorium IPA serta internet center.

"Santri perlu dibekali dengan berbagai keterampilan, agar prestasi akademik maupun leadershipnya semakin terasah," imbuh alumnus Pesantren Lirboyo Jawa Timur.

Menurut Kamali persaingan dalam kehidupan modern dewasa ini sangat ketat. Karena itu santri harus mampu menjawabnya dengan baik, sehingga selalu mampu tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (hir)
BNI Mobile