Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Se-Kabupaten Kediri Surati SBY

NU Se-Kabupaten Kediri Surati SBY
Kediri, NU Online
Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Kediri dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) agar menetapkan KH Abdurrahman Wahid, yang akrab dengan sebutan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional.

Desakan itu diwujudkan dalam surat permohonan yang yang dikirimkan kepada SBY melalui Bupati Kediri Ir Sutrisno. Yang mana didalamnya juga terlampir track record mengenai jasa-jasa Gus Dur terhadap Bangsa Indonesia.<>

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kediri Mundhofir mengatakan, surat permohonan tersebut telah mendapatkan persetujuan Ketua DPC PKB, Dewan Tanfidz dan seluruh pengurus NU se-Kabupaten Kediri.

"Kami juga melampirkan penghargaan gelar doctor dari Luar Negeri yang dimiliki Gus Dur," terang Mundhofir, Selasa (5/1) seperti dilansir beritajatim.com

Lebih lanjut diungkapkan Mundhofir, surat permohonan tersebut merupakan bentuk rasa terima kasih PKB dan masyarakat Nahdhliyin se Kabupaten Kediri kepada Gus Dur. Pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur, dianggap sangat perlu. Untuk mengenang jasa-jasa mantan Presiden RI ke 4 RI itu.

Diteken Bupati


Sementara itu, surat usulan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur untuk menyandang predikat pahlawan nasional sudah diteken oleh Bupati Jombang, Suyanto. Selanjutnya, surat dengan nomor 4601/12/415.33/2010 itu dilayangkan kepada Gubernur Jawa Timur.

Dalam surat yang tertanggal 4 Januari 2010 itu berbunyi, alasan pengusulan Gus Dur menjadi pahlawan adalah mantan Ketua PBNU itu telah memperjuangkan demokrasi dan keterbukaan selama bertahun tahun. Bukan hanya itu, Gus Dur juga dianggap telah menjadi pelopor pluralisme.

"Surat usulan dari bupati itu sudah kita kirim ke propinsi. Selanjutnya, dari propinsi akan ditindak lanjuti ke Menteri Sosial. Kita juga sudah menemui pihak keluarga Gus Dur di Tebuireng," kata Kepala Dinsosnakertran (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Jombang, Hari Kusmadi, Senin (4/1).

Santri Dukung

    
Sanjungan dan dukungan terhadap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Pahlawan Nasional terus mengalir. Ratusan siswa, santri dan pengajar Ponpes Bahauddin Ngelom Sepanjang Taman yang didirikan almarhum KH Imron Hamzah melakukan aksi tanda tangan dan gambar karikatur untuk almarhum mantan Presiden RI ke 4 itu.

Mereka menginginkan pemerintah segera memberikan penghormatan atas jasa-jasa yang sudah diberikan cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari "Banyak tindakan dan ide-ide brilian Gus Dur menjadikan demokrasi Bangsa Indonesia semakin maju," ujar Wakil Kepala Sekolah Bahaudin Farih Khulu Umma Senin (4/1).

Menurutnya, tidak hanya itu, Gus Dur juga banyak membela kaum minoritas dalam kehidupan berdemokrasi, meski mulanya kontroversi namun akhirnya semua masyarakat bisa menerima.

"Jadi sudah pantas jika mantan ketua PBNU dijadikan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Kemampuan dan kearifan Gus Dur yang lebih mengedepankan kemaslahatan ummat bukan untuk dirinya sendiri, sangat luar biasa," tuturnya.

Ucap dia, setelah penandatangan dukungan, kain putih yang terpampang dihalaman sekolah itu akan tetap dibiarkan. Mungkin bagi masyarakat lain yang ingin membumbuhkan tanda tangan dukungan Gus Dur menjadi Pahlawan Nasional juga dipersilahkan.

"Kami membatasi, semua masyarakat diperbolehkan dan tidak dilarang memberikan dukungan yang sama," tandas dia.

Imroatul Mufidah Kelas 12 IPS mengaku sangat kagum dengan sosok Gus Dur yang kerap membela kaum yang lemah. Meski sikap itu banyak ditentang orang banyak, Gus Dur tetap teguh pada pendirian.

"Sikap tersebut dilakukan karena menyakini kebenaran ada didalamnya," terang Iim sapaan Imroatul Mufidah. (mad)
BNI Mobile