IMG-LOGO
Warta

PPP: Tekanan Parpol Koalisi di Century Didesain


Sabtu 6 Februari 2010 15:33 WIB
Bagikan:
PPP: Tekanan Parpol Koalisi di Century Didesain
Jakarta, NU Online
Partai Persatuan pembangunan (PPP) menduga ada desain ke beberapa anggota Pansus Angket Century. Kebetulan para anggota Pansus tersebut merupakan parpol koalisi Pemerintah SBY-Boediono.

"Jadi kita ini dalam politik harus melihat, kebetulan yang berulang-ulang itu sebagai desain," ujar Wasekjen PPP Romahurmuzzy di Gedung DPR, Jakarta, Jum'at (5/2).<>

Menurut Romahurmuzy, kebetulan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah menjadi tersangka satu hari setelah Mukernas di Medan yang menyampaikan sikap awal PPP tentang pemeriksaan Bank Century. Kebetulan pula sehari setelah itu, ketua DPP PPP Endin Soefihara dinyatakan berkasnya memenuhi syarat untuk dilimpahkan.

Kebetulan minggu lalu ada persoalan salah satu sesepuh PPP Zarkasih Nur. Kemudian Ketua Pansus Idrus Marham tentang villa di Halimun.

"Ini menarik adanya insidensi, kebetulan yang terus menerus. Tetapi saya ingin tegaskan bahwa meskipun tekanan yang kita rasakan secara tak langsung ada, PPP tetap bersikap memberi pandangan pansus berdasarkan rekonstruksi atas data dan temuan, tidak atas praduga tak bersalah," paparnya.

Menurut Romi, PPP belum melihat ada pintu dari kasus Bank Century yang mengarah ke SBY. Pasalnya, pada 13-26 November Presiden di luar negeri dan pada saat itu proses krisis BC didiskusikan dan dirapatkan.

Kemudian SBY sudah melimpahkan urusan kepala pemerintahan sebagian kepada JK dan JK sudah menerima informasi Bank Century pada tanggal 25 November. Terakhir, sebagian kewenangan kepala pemerintahan sudah dilimpahkan ke Menkeu yang dalam hal krisis sudah ada Perppu No 4/2008.

"Ini alasan tidak ada pintu ke pak SBY," tandas Romi yang juga anggota Pansus Angket Century. (min)
Bagikan:
IMG
IMG