Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Plasma TV Pecah, Cargo Citilink Saling Lempar Tanggungjawab

Plasma TV Pecah, Cargo Citilink Saling Lempar Tanggungjawab

Makassar, NU Online
Perhelatan Muktamar Ke-32 NU di Makasar sedikit terganggu, terutama saat Pembukaan Muktamar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 23 Maret lalu. Hal ini dipicu oleh adanya peristiwa pecahnya 4 Plasma TV yang disediakan oleh panitia untuk CCTV selama acara muktamar berlangsung. Plasma TV 4 unit itu dikirim dari Surabaya melalui Citilink via Widodo Utama Cargo dengan No SMU : 126-4057 2467.

Menurut Helmy M Noor, panitia muktamar seksi dokumentasi, 4 unit plasma TV itu dikirim dalam hardcase (kotak) yang aman. Sebelum dikirim, pihak Cargo juga sudah melakukan survey barang untuk memastikan barang tersebut aman dikirim apa tidak. Untuk keamanan, pihak cargo juga mematok  harga dan layanan khusus  cargo dengan label “DBM Cargo Plus” serta identitas lain seperti fragile dan sebagainya. “Untuk keamanan barang, kami bayar mahal. Istilah cargonya  kena biaya surcharge . Tapi nyatanya tetap pecah juga,” keluh Helmy.

<>

Menurut Helmy, selain berfumngsi untuk CCTV saat pembukaan Mukatamar NU, Plasma TV tersebut juga berfungsi untuk merelai seluruh kegiatan Muktamar yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang, makasar yang dihadiri oleh lebih 10.000 peserta. “Apalagi saat pemilihan Rois Aam dan Ketua Umum PBNU yang menyedot banyak perhatian publik hingga keluar gedung,” ujar Helmy.

Akibat pecahnya Plasma TV, Helmy mengaku harus membeli dan menyewa Plasma TV di Makasar. “Kami sangat dirugikan oleh Cargo dan Citilink. Tapi kami tetap bertekad bagaimana Muktamar NU harus sukses.Terutama untuk memberikan kenyamanan kepada peserta dan undangan yang tidak bisa masuk diarena sidang,” kata Helmy.

Wartawan TV9 ini juga menyayangkan pihak Cargo dan Citilink yang masih saling lempar tanggungjawab serta belum memberikan jawaban atas klaim yang dikirim pada 24 Maret lalu. “Kami meminta kepada pihak Cargo dan Citilink agar mengganti semua Plasma TV yang pecah merek Panasonic 42 inc. Jika tidak, maka akan ada tindakan lebih lanjut”tegas Helmy yang mendapat dukungan penuh dari Ketua PWNU Jatim KH A Mutawakkil Alallah untuk melakukan langkah hukum, jika tidak ada solusi penggantian dari Cargo dan Citilink. (dar)

Posisi Bawah | Youtube NU Online