IMG-LOGO
Daerah

Jelang UASBN, RSDBI Lada I-II Gelar Istighotsah

Selasa 4 Mei 2010 15:11 WIB
Bagikan:
Jelang UASBN, RSDBI Lada I-II Gelar Istighotsah
Pamekasan, NU Online
Pagelaran UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) untuk sekolah dasar (SD) akan digelar hari ini. Beberapa SD sudah melakukan persiapan. Salah satunya, RSDBI (Rintisan Sekolah Dasar Berstandar Internasional) Lawangan Daya (Lada) I dan II Kabupaten Pamekasan.

Dengan menggelar doa bersama di Masjid Al-Anwar, beberapa siswa dan guru terlihat khusuk mengikuti kegiatan tersebut. Maksud diadakannya doa bersama ini, memohon kepada Allah SWT, agar semua usaha-usaha yang telah dilakukan sebelum ujian dapat berbuah keberhasilan dan kesuksesan. Selain itu, mereka berharap bisa meraih nilai di atas rata-rata atau SKL (standar kelulusan).<>

Sundari selaku kepala sekolah mengatakan, ada beberapa persiapan yang sudah dilakukan sebelum menjelang pelaksanaan ujian berlangsung. Antara lain pada bulan Maret lalu pihaknya sudah menggelar tryout sebanyak 5 kali yang bekerja sama dengan salah satu penerbit, diknas, dan lembaga lainnya. Pada April lalu, Sundari akui memberi pelajaran tambahan untuk setiap mata pelajaran yang akan diuji.

"Antara lain Matematika, IPA, dan Bahasa," katanya seperti dilansir Radar Madura.

Selain persiapan tersebut, sejak semester II pihaknya juga memberi tambahan jam pelajaran. Yang semula hanya tujuh jam menjadi delapan jam dan beberapa ekstrakurikuler lainnya. Di sekolah yang dipimpinnya, jumlah siswa kelas VI yang akan mengikuti UASBN ini berjumlah 135 siswa, yang terdiri dari Lada I dan II.

Dia juga mengatakan, pihaknya tetap meminta dukungan dari masyarakat, khususnya dari para orang tua murid. Sebab, diakuinya, kesuksesan RSDBI Lada I dan II Pamekasan tidak terlepas dari dukungan masyarakat, komite sekolah, dan bimbingan dari diknas. Terutama pengawas dan Kepala Cabang Dinas Pademawu serta stakeholders pendidikan lainnya.

Menurutnya, RSDBI Lada I dan II merupakan satu-satunya sekolah setingkat SD yang berstandar internasional. "Dukungan harus ada karena sekolah tidak akan maju tanpa support," terangnya. (ful)
Bagikan:
Selasa 4 Mei 2010 9:9 WIB
MA Walisongo Gelar Wisuda dan Pameran Karya
MA Walisongo Gelar Wisuda dan Pameran Karya
Jepara, NU Online
Civitas akademika Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan, Ahad (2/5) mengadakan Wisuda dan Pameran Karya Siswa bertempat di halaman madrasah setempat. Wisuda diikuti siswa-siswi yang kelas XII, wali murid serta pengurus Yayasan Walisongo. Sedangkan Pameran Karya merupakan hasil karya seni lukis maupun seni pahat karya siswa. Adapun hasil karya tersebut diletakkan didepan kelas.

KH Muwassaun Ni’am, S.Ag, kepala MA Walisongo Pecangaan menyatakan kegiatan tersebut merupakan penyerahan kembali anak didik kepada orang tua masing-masing setelah selama tiga tahun menuntut ilmu di bangku madrasah.<>

“Setelah tiga tahun mereka telah menimba ilmu. Pada wisuda kali ini kami serahkan mereka kembali kepada orang tua masing,” katanya kepada NU Online.

Ni’am menambahkan, atas nama seluruh dewan guru memohonkan maaf kepada pada orang tua yang hadir jika banyak kekurangan maupun kekhilafan dalam hal apa pun.

Sementara itu, Drs Mahally Djufri, Direktur Pendidikan Yayasan Walisongo dalam sambutannya menuturkan semua ilmu yang telah diterima dibangku madrasah semoga menjadi ilmu yang berkah ketika terjun ke masyarakat nantinya.

Setelah lulus, lanjut Mahally, entah melanjutkan studi, bekerja maupun melangsungkan pernikahan, ilmu yang didapatkan mesti ada manfaatnya, utamanya ilmu yang berkaitan dengan perkara agama. Sebelum kegiatan selesai diisi dengan ceramah agama oleh KH Asynawi dari Kudus.

Pameran Karya

Berbeda dengan Wisuda tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tahun ini disisipi dengan Pameran Karya. Pameran yang berupa seni lukis merupakan seni pahat tersebut merupakan hasil karya siswa kelas X, XI dan XII yang mengikuti mata pelajaran Seni Budaya maupun ekstrakulikuler Lukis.

Menurut Marjoko, pengajar mapel Seni Budaya sekaligus pembina esktra lukis mengatakan sengaja hasil karya tersebut dipamerkan agar para orang tua siswa bangga meski anaknya menuntut ilmu di bangku madrasah tetapi memiliki bekal dalam lukis maupun memahat.

Ia menambahkan, ketrampilan lukis dan memahat yang dimiliki bisa menjadi bekal untuk menempa kerja khususnya bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (qim)
Senin 3 Mei 2010 10:49 WIB
PC Maarif Brebes Gelar Porsema
PC Maarif Brebes Gelar Porsema
Brebes, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Brebes menggelar Pekan Olahraga dan Seni Maarif (Persema) VII tahun 2010. Sebanyak 18 Cabang olah raga dan seni dilombakan dalam event bergengsi tingkat Kabupaten itu.

“Event ini sebagai wahana penyaluran bakat, minat, pengetahuan dan ketrampilan peserta didik,” tutur Ketua Panitia penyelenggara H Mohamad Ikhsan SPd di sela kegiatan yang dipusatkan di MTs Maarif NU 01 Brebes Jalan Yos Sudarso Brebes, Ahad (2/5).<>

Ke delepan belas cabang tersebut melimputi Bola voly, lari 5 Km, Lari Sprint 100 M, Tenis Meja Beregu, Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Pencak silat, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja, Kaligrafi, Puisi Religi, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Indonesia, Karaoke Qosidah, Hadlrah, Reportase dan olympiade sains.

Ikhsan mengaku gembira, karena kegiatan ini diikuti sebanyak 27 sekolah setingkat SLTP dan 20 sekolah setingkat SLTA. “Sekolah-sekolah tersebut, hanya yang bernaung dibawah LP Maarif,” terangnya.

Masih menurut Ikhsan, Persema ini juga dipersiapkan untuk kontingan PC Maarif Brebes dalam laga yang sama di tingkat Wilayah Jawa Tengah. Kegiatan serupa, akan digelar ditingkat Jawa Tengah pada 21 Juni mendatang di Universitas Wahid Hasyim Semarang. “Mudah-mudahan, mereka yang menjadi juara ditingkat cabang ini bias kembali meraih juara tingkat Wilayah,” harapnya.

Persema yang digelar sehari penuh itu diikuti dengan sangat antusias para siswa-siswi. Termasuk para pembinanya tak mau beranjak sebelum anak didiknya menyelesaikan perlombaan.

Setelah melalui persaingan yang ketat antar kontingen, akhirnya ditingkat SLTP juara umum di raih oleh MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes. Sedangkan Juara Umum untuk tingkat SLTA di raih SMK Maarif NU Bantarkawung.

Ketua PC LP Maarif NU menambahkan, kegiaan ini sengaja digelar untuk mencari bibit-bibit unggulan dari Cabang Olahraga dan Seni serta Sains. “Kegiatan ini, selain sebagai ajang silaturohmi juga sengaja di kemas dengan cara yang menyenangkan, mandiri dan sportif,” terangnya. (was)
Ahad 2 Mei 2010 18:53 WIB
SEMINAR INTERPRENEURSHIP PMII
Manajemen Stres, Pelengkap Sukses
Manajemen Stres, Pelengkap Sukses
Brebes, NU Online
Resiko kesuksesan, tak luput dari stress. Dan itu selalu menghinggapi setiap orang yang melakukan aktivitas. Termasuk Pengusaha sukses kelahiran Brebes DR HC Muhadi Setiabudi. Tiada hari tanpa stres. Justru dengan stres itu membuatnya lebih maju.

“Dari dulu hingga sekarang, saya masih suka stress,” ujar Muhadi dalam seminar Enterprenuership (kewirausaan) yang digelar PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Brebes di Gedung IBI Brebes Ahad, (2/5).<>

Menurutnya, orang yang tidak pernah stres berarti tidak pernah mengambil resiko. Sehingga mustahil orang itu akan mencapai kesuksesan. Sebaliknya, orang yang sering stres lebih berpeluang untuk menjadi orang sukses, asalkan stres itu bisa dikemas dengan lebih baik agar bisa menjadi fresh. “Stres bias dimanaje sebaik mungkin sehingga berbuah positif,” tuturnya.

Bos Dedy Jaya Group itu, berkesimpulan bahwa stres merupakan resiko perjuangan dalam merintis kesuksesan. Terpenting, katanya, bagaimana stress itu bisa dirubah menjadi peluang untuk mendatangkan provit (keuntungan) dengan manajemen stress yang bagus.

Karena seringnya stress, katanya, dia malah bisa semakin dewasa dan mampu mengintrospeksi diri sehingga berkembang menjadi pengusaha sukses seperti sekarang ini. Sebagai generasi muda jangan takut untuk gagal dan takut mengambil resiko di setiap keputusan. “Yang penting, terusa berusaha, kuatkan niat sempurnakan ikhtiar,” tandasnya.

Dalam kesempatan seminar peringatan setengah abad Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, hadir sebagai pembicara lain, yaitu budayawan pantura Drs Atmo Tan Sidik dan Jaelani dari PB PMII Jakarta. Sastrawan Brebes, Si Lebe Penyair juga membacakan puisi-puisinya di sela acara.

Acara yang dibarengi dengan pelantikan pengurus cabang PMII Kabupaten Brebes periode 2010-2011 itu berlangsung gayeng (penuh kekeluargaan, red).

Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Brebes, drh Jhoni Murahman berpesan agar kader PMII Brebes mampu mengembakan dan mendayagunakan nilai-nilai mahasiswa. Yakni, nilai insan akademis, insan religius, insan sosial dan insan mandiri. “Dengan nilai-nilai ini, Insya Allah mencapai insan rahmatan lil alamin,” pungkas Jhoni. (was)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG