IMG-LOGO
Warta

Pasangan Nikah Siri Didata Melalui "Isbath"


Jumat 28 Mei 2010 17:48 WIB
Bagikan:
Pasangan Nikah Siri Didata Melalui
Bekasi, NU Online
Badan Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi Jawa Barat, melakukan pendataan terhadap pasangan nikah siri di 23 kecamatan di wilayah setempat. Kepala Badan Kependudukan dan Catatan Sipil (Badukcapil) Kabupaten Bekasi H Aspuri mengatakan, pihaknya telah meminta setiap kecamatan untuk mendata pasangan nikah siri di wilayahnya masing-masing.

"Mekanisme pendataan pasangan nikah siri dilakukan dengan cara di `isbath` di Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi yang selanjutnya data tersebut dijadikan sebagai surat keterangan nikah," kata Aspuri di Cikarang, Jum'at (28/5).<>

"Isbath" (penetapan/pengesahan nikah) yang dilakukan di Pengadilan Agama akan menghadirkan empat orang saksi masing-masing dari pihak istri dan suami sebagai syarat mutlak pernikahan yang sesuai dengan ketentuan hukum.

"Dana untuk keperluan isbath telah kita ajukan ke APBD perubahan pada tahun 2010. Namun, jumlahnya masih menunggu hasil pendataan di lapangan. Kami akan memprioritaskan pembiayaan bagi warga tidak mampu," ujarnya.

Kegiatan itu, kata dia, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yaitu setiap anak Indonesia wajib memiliki akta kelahiran. "Sebab, bila orang tuanya nikah secara siri, secara otomatis anaknya akan sulit mendapat akta lahir karena surat nikah menjadi syarat utama pembuatan akte lahir," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan Badukcapil Kabupaten Bekasi Ellan Dahlan mengakatakan proses administrasi kependudukan bisa dilakukan dengan cara sederhana. "Pasangan cukup datang ke Badukcapil untuk mendaftarkan pasangan nikah siri," ujarnya.

Ellan memperkirakan pasangan nikah siri di wilayah setempat memiliki jumlah yang cukup banyak. Alasannya, Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang didominasi penduduk beragama muslim.

"Sebagian warga Muslim di Kabupaten Bekasi biasanya cukup melakukan nikah siri dengan disaksikan pemuka agama. Namun, terkadang mereka lupa bahwa nikah perlu dilandasi hukum sesuai undang-undang," katanya. (ant)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG