IMG-LOGO
Warta

Cak Nun Ajak Korban Lumpur Bangun Masjid


Selasa 13 Juli 2010 09:09 WIB
Bagikan:
Cak Nun Ajak Korban Lumpur Bangun Masjid
Sidoarjo, NU Online
Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengajak korban lumpur yang tergabung dalam Gabungan Korban Luapan Lumpur (GKLL) untuk membangun masji dengan nama al-Kurban sebagai bentuk prasasti bagi korban lumpur.

"Dengan adanya bangunan masjid tersebut diharapkan menjadi pertanda bagi anak cucu kelak khususnya bagi korban lumpur," katanya saat melakukan silahturahmi dengan korban lumpur di salah satu hotel di Sidoarjo, Senin (12/7). Ia mengemukakan, pembangunan masjid bagi korban lumpur ini sudah menjadi angan-angannya sejak lama.<>

"Sudah lama saya memiliki keinginan untuk membangun masjid dengan dana yang berasal dari korban lumpur. Dengan berdirinya bangunan masjid tersebut, masyarakat Sidoarjo khususnya korban lumpur akan terus mendapatkan barokah dan pahala," katanya.

Menurutnya,  lumpur yang telah mendapatkan pelunasan pembayaran dari PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) tidak akan kesulitan untuk menyisihkan sebagaian hartanya demi pembangunan sebuah masjid. Selain itu, masjid tersebut juga menjadi warisan kepada anak cucu korban lumpur untuk selalu mengingat jika di Sidoarjo pernah terjadi luapan lumpur yang menenggelamkan belasan desa.

"Masjid tersebut akan selalu terus diingat selama ratusan tahun yang akan datang oleh anak cucu," katanya.

Cak Nun sendiri akan terus memperjuangkan nasib korban lumpur yang hingga saat ini belum menerima pelunasan dari PT MLJ. Lelaki yang juga akrab dipanggil `kiai mbeling` ini mengatakan, korban lumpur harus tetap bediri tegak untuk memperjuangkan nasibnya.

"Saya tidak akan gentar dan terus memperjuangkan nasib para korban lumpur. Hal itu saya lakukan karena saya melihat adanya kejujuran dari para korban lumpur," katanya.

Sementara itu, Khoirul Huda selaku Koordinator GKLL, mengatakan bahwa akan terus menjaga amanat pembangunan masjid supaya bisa terlaksana.

"Semoga saja apa yang menjadi keinginan Cak Nun bisa terlaksana dengan cepat," katanya.

Ia mengatakan, dari data yang diperolah dari PT MLJ, sudah terdapat sepuluh ribu korban yang telah mendapatkan ganti rugi.

"Dari jumlah tersebut hanya tinggal tiga ribuan saja korban lumpur yang menunggu sisa pelunasan pembayaran," katanya.

Meskipun sempat tersendat sejak bulan April lalu, dirinya optimistis pada bulan Juli ini sisa pembayaran cepat terselesaikan.

"Kami yakin sisa pembayaran kepada korban lumpur yang kurang sedikit itu bisa segera terselesaikan tanpa adanya kendala yang berarti," katanya. (ant)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG