IMG-LOGO
Trending Now:
Warta

PCNU Tidak Terlibat Kericuhan Aksi Solidaritas HKBP


Jumat 24 September 2010 03:40 WIB
Bagikan:
PCNU Tidak Terlibat Kericuhan Aksi Solidaritas HKBP
Mojokerto, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Mojokerto menyangkal jika terlibat dalam aksi solidaritas tragedi penyerangan pendeta dan jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang digelar solidaritas peduli kemanusiaan dan kebangsaan antikkerasan, pada Ahad (19/9) malam lalu. Alasannya dalam aksi yang sempat diwarnai kericuhan antara peserta dengan petugas Polresta Mojokerto, tidak ada satupun perwakilan dari organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Kota Mojokerto itu hadir.

Bahkan, PCNU menolak jika aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen itu keluar dari tema utama yakni menolak kekerasan terhadap penganut agama. "Seperti apa aksi itu kami sendiri tidak tahu. Makanya jika ada selebaran yang dibagikan dengan mengatasnamakan NU, itu tidak benar," ungkap Ketua PCNU Kota Mojokerto HM Iskak.
t;
Menanggapi klaim dalam selebaran itu, PCNU sendiri kemarin lantas merapatkan barisan. Tidak hanya dari jajaran pengurus tanfidz, mereka yang membahas khusus di Kantor PC NU Kota Mojokerto Jl. Suromulang Timur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon juga dihadiri Rais Syuriah KH Faqih Usman dan Katib Syuriah KH M. Sholeh Hasan.

Dalam pembahasan itu, PCNU lantas menyatakan sikap terkait ketidakterlibatan mereka. "Kalau menolak kekerasan terhadap agama kami sangat mendukung. Tapi jika dalam aksi itu melebar bahkan sempat terjadi kericuhan dengan petugas kami nyatakan tidak sepakat," tegas Iskak.

Setidaknya rekomendasi yang ditandatangani Ketua Tanfidz, Ketua Rais Syuria dan Katib PC NU tersebut menelurkan empat aitem pernyataan sikap. Diantaranya, PC NU tidak terlibat tentang aksi solidaritas HKBP yang diadakan di muka Kantor Pemkot Mojokerto pada 19 september.

PCNU tidak terlibat dalam kepanitiaan solidaritas peduli kemanusiaan dan kebangsaan anti kekerasan. PC NU akan mengikuti seluruh garis kebijakan dari PB NU. Serta PC NU mengimbau kepada nahdliyin agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan. "Kalau memang nama kami dicantumkan dalam kop surat dan selebaran itu pun kami tidak tahu," imbuhnya. Demikians eperti dilansir Radar Mojokerto, Kamis (23/9).

Sebelumnya dalam aksi damai terkait tragedi penusukan pendeta dan penyerangan jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi yang digelar berbagai elemen juga dilakukan oleh ormas Kota Mojokerto. Ahad (19/9) malam, aksi Solidaritas Peduli Kemanusiaan dan Kebangsaan Antikekerasan gabungan berbagai elemen ormas keagamaan, buruh dan mahasiswa yang dihelat di depan Kantor Pemkot Mojokerto, Jl Gajah Mada Kota Mojokerto sempat diwarnai kericuhan.

Meski tak berujung pembubaran, aparat Polresta Mojokerto menegur keras peserta aksi. Bahkan korps bersegaram cokelat itu memerintahkan peserta menghentikan orasi salah satu perwakilan aksi, lantaran berorasi diluar konteks aksi. Yakni mengkritisi kinerja pemerintahan SBY-Boediono yang terkesan tidak prorakyat. (ful)
Bagikan:
IMG
IMG