Pengungsi Merapi Lewati Malam Tahun Baru dengan Haul Setahun Gus Dur

Pengungsi Merapi Lewati Malam Tahun Baru dengan Haul Setahun Gus Dur
Magelang, NU Online
Ratusan pengungsi akibat bencana banjir lahar dingin yang berada di 160 shelter (kantong pengungsian-red) di Lapangan Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah Jum'at (31/12) malam melewati tahun baru dengan menggelar acara peringatan atau haul  satu tahun wafatnya mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.

Hadir dalam acara itu sebagai pembicara di antaranya Alissa Qortrunnada (puteri sulung Gus Dur), Pimpinan Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Magelang KH Yusuf Khudlori (Gus Yusuf) dan sahabat dekat sekaligus guru spiritual Gus Dur KH Amin Hamid yang juga pimpinan Ponpes Pondok Bodho.
/>
Acara haul setahun Gus Dur bertajuk “Satu Tahun Gus Dur dan Peringatan Tahun Baru 2011 Bersama Pengungsi” itu dibuka dengan berbagai hiburan seperti; seni tari Warokan dari Kelompok Tari Siswo Budoyo, Pakis, Magelang; Tari Buto Ijo Kelompok Kudo Prasojo, Kajoran, Magelang; Tari Laras Madyo dari Borobudur, Magelang.

Kemudian dilanjutkan dengan saresehan tokoh lintas agama, pemasangan karangan bunga di depan foto Gus Dur lalu merajut bendera merah putih berukuran 10 X 7 meter. Acara ini juga dihadiri oleh Pendeta Indrianto dari GKJ Jogjakarta (Kristen), Bante Jody Sujianto dari Majelis Agama Budha (Budha), Kepala Gereja Paroki Santa Maria Louurdes Desa Sumber, Kecamatan Dukun Romo Kirjito(Katolik).

Selain memberikan semangat dan memotivasi kepada 901 pengungsi akibat banjir lahar dingin di shleter Lapangan Desa Jumoyo, Salam, Magelang, kelima pembicara itu juga menceritakan tentang bagaimana karakter, sifat serta sepak terjang Gus Dur yang perlu ditiru.

Amin Hamid, sahabat sekaligus guru spiritual Gus Dur, KH Amin Hamid menyatakan dirinya merasa belum siap ditinggal oleh Gus Dur karena budi pekerti dan kebaikanya yang menyadari bahwa dirinya hanya manusia yang bisa menghormati orang lain.

"Beliau rumongso wong, ngajeni wong lan biso nguwongke wong (dia merasa sebagai manusia biasa sehingga bisa menghormati dan mengakui eksistensi seseorang-red)," kata Amin Hamid. (min)
BNI Mobile