IMG-LOGO
Warta

Peraih Medali Perak Olimpiade Fisika Belum Dapat Kejelasan Beasiswa

Senin 24 Januari 2011 12:07 WIB
Peraih Medali Perak Olimpiade Fisika Belum Dapat Kejelasan Beasiswa
Jakarta, NU Online
Peraih medali perak olimpiade fisika 2010 di Kroasia, Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, belum mendapat kejelasan beasiswa prestasi sebagaimana dijanjikan kementerian pendidikan nasional.

"Sebelum berangkat ke Kroasia, Pak Nuh janji memberikan beasiswa prestasi pada seluruh penerima olimpiadeinternasional. Beliau ngomong di depan wartawan dan seluruh pimpinan olimpiade internasional" jelas Taufiqurrahman, ayah dari Ataka.r />
"Tapi kita tidak tahu harus menghubungi siapa di Kemendiknas," lanjut Taufiqurrahman yang juga ketua PCNU Kota Yogyakarta.

"Teman Ataka katanya sudah kuliah ke luar negeri. Saya tidak tahu dapat beasiswa atau tidak dari pemerintah," lanjutnya.

Ataka sendiri juga kebingungan harus mengadu ke siapa. Dulu, kata Ataka, yang akan mengurus direktorat perguruan tinggi.

"Mestinya urusan begini sudah jelas setibanya kami di Jakarta. Tapi sampai sekarang belum dengar kabarnya. Bahkan, kakak kelas saya, Dzuhri Raditya Utomo, yang dapat medeli perak juga di Meksiko 2009 sampai letih. akhirnya tidak mengurus beasiswa itu," ungkap Ataka yang sekarang jadi mahasiswa di UGM, jurusan teknik elektro.

Sementara itu, Direktur lazisnu, H Amir Ma'ruf akan turun membantu urusan beasiswa Ataka. "Ini ada anak negeri berkualitas kok nasibnya tidak jelas. kalau pemerintah tidak bisa, kami akan membantu," kata Amir.

Ahmad Ataka Awwalur Rizqi yang lahir di Banyuwangi, 24 Juli 1992, salah seorang peserta dari 5 peserta yang mewakili Indonesa. Empat teman Ataka bahkan mendapatkan medali emas.

Ataka, selain menggemari eksakta, juga pengagum sastra, bahkan dia telah menciptakan tiga karya sastra berbentuk novel. Misteri Pedang Skinheald, Sang Pembuka Segel (Alenia, 2005), Misteri Pembunuhan Penggemar Harry Potter (Liliput, 2005) serta Misteri Pedang Skinheald II, Awal Petualangan Besar (Copernican, 2007). (hh)
Bagikan:
IMG
IMG