IMG-LOGO
Warta

Warga di Lampung Tengah Peringati Harlah NU


Senin 24 Januari 2011 18:31 WIB
Bagikan:
Warga di Lampung Tengah Peringati Harlah NU
Bandar Lampung, NU Online
Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin di Kotagajah, Lampung Tengah, Ahad (23/1) siang kemarin menyelenggarakan peringatan hari lahir (Harlah) ke-85 NU. Acara dirangkai dengan tabligh akbar dan pembacaan doa untuk KH AbdurrahmanWahid (Gus Dur).

Wakil Sekretaris Panitia Akhmad Syarief Kurniawan mengungkapkan, kegiatan berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di Halaman Masjid Misbahut Taqwa Purworejo, Kotagajah yang dihadiri hampir seribu jamaah Nahdliyyin seluruh kecamatan Kotagajah. Kegiatan diawali dengan penampilan hadrah modern, nurul hidayah Purworejo, dan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Abdul Ghoni.<>

Hadir Rais Syuriyah PWNU Lampung, KH Syamsudin Thohir, Ketua PCNU Lampung Tengah Drs Jaelani, Ketua MWC LP Ma’arif NU Kotagajah Drs KH M. Baedlowi, Ketua Muslimat NU Kotagajah, Dra Sunarti, para aktivis Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Camat Kotagajah Yunada Maulana, Kapolsek Kotagajah AKP Sayyidina Ali. Materi pengajian akbar disampaikan oleh KH Syamsudin Thohir.  
 
Kiai Syamsudin dalam taushiyahnya menjelaskan, latar belakang berdirinya NU berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran keagamaan dan politik dunia Islam kala itu. Pada tahun 1924, Syarief Husen, Raja Hejaz yang berpaham Sunni ditaklukkan oleh Abdul Aziz bin Saud beraliran Wahabi.

“Tersebarlah berita penguasa baru itu melarang semua bentuk amaliah keagamaan ala Sunni itu, yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun di tanah Arab, dan akan menggantinya dengan model ajaran Wahabi yang melarang barjanji, yasinan dan tahlil, tawashul, ziarah kubur, maulidan, pengamalan agama bermadzhab, dan lain-lain," kata Kiai Syamsudin.

Dipaparkan, sejak berdirinya negara ini, NU mempunyai andil besar dalam proses sebelum maupun sesudah kemerdekaan Indonesia, maka muncullah Resolusi Jihad 1945. Indonesia bukanlah negara Islam, oleh karena warga NU harus tetap konsisten (istiqomah) mengawal Pancasila sebagai ideologi negara, dan tetap menjaga kerukunan antar anak bangsa, saling menghargai perbedaan. “Contohlah seperti Almarhum Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur),” tambahnya.
 
Agenda Peringatan Harlah ke-85 NU dan Haul Gus Dur yang diadakan MWCNU Kotagajah dan para Banom-banomnya, seminggu sebelumnya diawali dengan lomba karya tulis ilmiah antar pelajar, santri dan generasi muda NU antar pondok pesantren dan sekolah MTs / SMP, MA / SMA se-kecamatan Kotagajah dan sekitarnya. (nam)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG