IMG-LOGO
Warta

PCNU Kota Kediri Gelar Rapat Terbuka Sikapi Isu SARA

Jumat 18 Februari 2011 9:26 WIB
Bagikan:
PCNU Kota Kediri Gelar Rapat Terbuka Sikapi Isu SARA
Kediri, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri menggelar rapat terbuka guna menyikapi maraknya aksi kekerasan bermotif SARA (suku, agama, ras, antar golongan). Dalam rapat tersebut, hadir antara lain Rais Syuriah PCNU Kota Kediri KH Ahmad Mahin Toha, Ketua Tanfidziyah Drs Subakir dan sejumlah tokoh agama di Kota Kediri.

Rapat tersebut menghasilkan 5 himbauan PCNU Kota kediri yang dirilis dalam jumpa pers di Kantor PCNU Kota Kediri, Kamis, (17/2) sore. Himbauan tersebut ditujukan pada warga Nahdiliyin Kota kediri, pemerintah, petugas keamanan, pengelola tempat hiburan, dan para tokoh agama.<>

Pertama, bagi warga Nahdliyin Kota Kediri, diharapkan agar lebih berhati-hati dan jangan mudah terprovokasi dalam menyikapi isu-isu yang berhubungan dengan keamanan dan konflik yang mengatasnamakan SARA. Jika mau bersikap, warga Nahdliyin harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan PCNU Kota Kediri, sehingga tidak mudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Kedua, Pemerintah Kota Kediri diharapkan lebih peduli dengan permasalahan yang berhubungan dengan kemaksiatan. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap hal-hal yang mengandung kemaksiatan terutama yang melanggar PERDA. Sebab, tempat-tempat hiburan malam di Kota Kediri terus berkembang dan semakin memrihatinkan.

Ketiga, petugas keamanan Kota Kediri diharapkan meningkatkan kinerjanya guna menghindari terjadinya aksi anarkis bermotif SARA. Melakukan koordinasi dengan pemerintah dan para tokoh agama demi menjaga kondusifitas Kota Kediri.

Keempat, pengelola tempat hiburan Kota Kediri harus patuh terhadap tananan hukum dan peraturan di Kota Kediri. Pengelola tempat hiburan diharapkan juga mau bekerjasama dengan pemerintah, para tokoh agama serta masyarakat guna menangkal kemaksiatan di Kota Kediri.

Kelima, para tokoh agama diharapkan bersinergi dan bekerjasama dengan pemerintah guna menjaga kondusifitas Kota Kediri.

Himbauan PCNU Kota Kediri dilakukan guna meredam isu maraknya aski anarkis bermotif SARA yang kian memanas. (mka)
Bagikan:
Jumat 18 Februari 2011 18:30 WIB
PBNU: Umat Islam Itu Cinta Damai
PBNU: Umat Islam Itu Cinta Damai
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta umat Islam untuk mengedepankan jalan damai dalam menyikapi sejumlah konflik agama akhir-akhir ini. Sebab, umat Islam itu cinta damai dan tidak mengedepankan kekerasan karena kekerasan itu akan merugikan masyarakat, bangsa dan Negara ini.

"Umat Islam harus kembali kepada basis pemahaman makna Islam yang intinya adalah damai. Sehingga penyelesaiannya harus damai, tidak mendahulukan kekerasan. Untuk itu diimbau agar umat Islam tidak mudah terprovokasi," kata Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf di Gedung DPR/DPD RI Jakarta, Jumat (18/2).<>

Menurut Slamet, kerusuhan massa di sejumlah daerah karena ulah provokator. Masyarakat diimbau untuk jeli melihat situasi ini. "Proses penyadaran kepada masyarakat bahwa di kala kita terhimpit masalah, masalah ini akan dijadikan provokasi tindakan anarkis yang akibatnya merugikan masyarakat sendiri," ujar Slamet.

Yang pasti lanjut Slamet Presiden SBY harus lebih serius menangani konflik di masyarakat dan mengadakan pemetaan daerah rawan konflik. "Pemetaan wilayah sesuai dengan keberagamaannya diperlukan untuk mencegah konflik keagamaan dan konflik lain yang muncul di masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Ketua FPP DPR Hasrul Azwar meminta Presiden SBY untuk segera membubarkan dan menyatakan aliran Ahmadiyah terlarang di Indonesia.

“Pembubaran tersebut harus dilakukan oleh SBY dan menjadikan Ahmadiyah sebagai ormas. Karena dengan membubarkan Ahmadiyah dijamin pasti tidak akan ada konflik. Dialog-dialog tidak ada gunanya lagi dilakukan. Mereka juga tidak peduli dengan peringatan-peringatan para ulama,” tandas Hasrul. (amf)
Jumat 18 Februari 2011 17:30 WIB
Makam Gus Dur Makin Ramai
Makam Gus Dur Makin Ramai
Jombang, NU Online
Hari-hari biasa, makam Gus Dur diziarahi dalam jumlah ratusan saja. Tapi setalah tersebarnya makam Presiden RI ke-4 itu terbuka, peziarah membludak. Tercatat hingga pukul 16.00 WIB tadi sudah mencapai 3 ribu orang.

Para peziarah datang Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Madura, Jawa Tengah, Jawa Barat dan tentu saja dari Jombang sendiri serta sekitarnya. <<>;br />
"Dimohon para peziarah tidak mengambil gambar makam Gus Dur," kata salah satu petugas keamanan dengan pengeras suara kepada peziarah, seperti dilaporkan situs berita di Jakarta.

Sementara salah satu peziarah asal Jawa Tengah, Samba (41) mengaku nekat terbang dari Jawa Tengah ke Jombang, setelah diberitahu saudaranya yang berziarah ke makam Gus Dur. "Saudara saya katanya sempat melihat ke lubang makam Gus Dur, katanya kain kafannya masih utuh," jelas Samba kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Seorang santri Tebuireng melaporkan, makam Gus Dur sudah rapi kembali dengan batako dan pasir. Beberapa wartawan pun juga mengambil gambar di area makam. Para santri juga terlihat membersihkan air yang menggenang di sekitar makam Gus Dur. (nn)
Jumat 18 Februari 2011 17:9 WIB
KONFLIK AGAMA
PBNU: Keyakinan Bukan Wilayah Manusia
PBNU: Keyakinan Bukan Wilayah Manusia
Jakarta, NU Online
Pelaku tindakan anarkis atas nama agama harus dihukum dua kali lipat lebih berat, karena hal itu juga termasuk kategori penodaan agama itu sendiri yang mengajarkan kedamaian dan keselamatan untuk semua. Di mana dalam negara yang beragam ini seharusnya orang yang dinilai keliru itu disayangi. Bukan malah digebuki.

Mereka perlu petunjuk jalan yang benar dan jika menolak serahkan kepada Allah swt, karena bukan wilayah manusia untuk memaksakan keyakinan agama itu sendiri.

“Saya kira dengan kasus kekerasan agama ini sudah banyak pemikiran yang produktif dengan usulan-usulan para tokoh agama<>. Itu menginspirasi kita untuk selanjutnya merumuskan langkah strategis untuk mengurangi persoalan kekerasan agama saat ini,” tutur Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI Jakarta, Kamis (17/2) malam.

Karena itu lanjut Masdar, jika nanti disepakati perlunya UU Kerukunan Umat Beragama, maka harus ada jaminan kebebasan memeluk agama,menjalankan keyakinannya, pengaturan pembangunan ibadahnya,sanksi pidana bagi pelaku anarkis dll. “SKB 3 Menteri itu, saya kira bisa diadopsi untuk penyempurnaan UU dan operasioanalnya di lapangan,” kata Direktur P3M ini.

Masdar Mas’udi merasa malu sebagai bangsa Indonesia yang dikenal 100 persen beragama, tapi agama justru lebih banyak menyebabkan masalah terutama tindakan anarkis yang marak belakangan ini.

“Justru yang paling menakutkan adalah konflik yang ditimbulkan oleh agama. Mengapa? Karena agama justru tdk membawa rahmat, kedamaian. Inilah yang menjadi tanggungjawab pemimpin agama sendiri. Kita wajib menunjukkan kebenaran agama itu dengan kelembutan dan bukan kebengesan, anarkis, terror dan sebagainya,” ujar Masdar.

Yang pasti PBNU menympaikan keprihatinan dan penyesalan yang mendalam atas kekerasan agama itu. Kedua, ajaran Ahmadiyah yang dianggap tidak sejalan dgn akidah Islam tidak harus menggunakan terminologi sesat dan bertindak sewenang-senang.

Oleh sebab itu lanjut Masdar, PBNU menyerukan kepada warga NU untuk menjauhi tindakan yang dapat merusak kerukunan umat beragama yang bisa menimbulkan ketakutan dan kebencian orang lain, dengan mewaspadai provokasi.

Juga mendesak pemerintah untuk bertindak tegas dalam menjalankan kewajiban konstitusonalnya dalam melindungi warga Negara dengan tanpa melihat latar belakang agama dan keyakinannya.(amf)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG