Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

DPC PKB Brebes Audiensi Dengan NU

DPC PKB Brebes Audiensi Dengan NU
Brebes, NU Online
Sebagai upaya menjalin keharmonisan dikalangan Nahdliyin (Warga NU), jajaran pengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan audiensi dengan Pengurus Cabang (PC) NU Brebes. Langkah awal PKB itu sebagai upaya merajut kembali simpul-simpul yang telah lama terputus pada tingkatan elit.

Dalam kunjungan audiensi,  Asmawi mengajak jajaran pengurus harian seperti Aziz Romli (wakil Ketua), H Nopal Najib (Sekretaris), H Nurosin (bendahara), Imam Royani (Sekretaris Dewan Syuro), anggota Dewan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, para Ketua PAC se Kab Brebes dan jajaran pengurus lainnya.<> 

Mereka disambut gembira oleh jajaran PCNU beserta badan otonom (banom). Dengan penuh senyum keakraban mereka berbincang hangat, bagai menemukan kembali anak yang hilang. Ketua Tanfidiyah H Athoillah MSi terlihat mesra mendampingi Asmawi yang melihat-lihat berbagai ruangan gedung NU yang dalam proses pembangunan. Begitupun para petinggi partai lainnya mengikuti dibelakangnya hingga naik ke bangunan lantai 2.

Usai ‘jalan-jalan’ sekiar 15 menit, mereka menuju ruang meeting di lantai dasar. “Kami mengucapkan terima kasih atas diterimanya rombongan PKB,” ujar Ketua DPC PKB H Asmawi Isa SH mengawali perbincangan formal audiensi di Gedung PCNU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes Jumat sore (25/2).

Menurutnya, menjalin silaturahmi dengan PCNU menjadi agenda yang sangat penting. Mengingat PKB sebagai partai yang kelahirannya dibidani NU. Maka silaturahmi ini tidak boleh putus, meskipun kadang terbentur ataupun dibenturkan oleh kesalahpahaman. “Jalinan komunikasi akan kita rajut terus lebih intensif lagi dengan NU,” tambahnya.

Dengan komunikasi intensif, lanjut Asmawi, PKB membuka diri. Termasuk berjanji, PKB akan memberikan fasilitas penampung aspirasi dari Nahdliyin di semua tingkatan.  

Dalam kata sambutan selamat datang, Athoillah menyampaikan kegembiraanya atas kunjungan PKB karena telah menemukan kembali ‘anak yang hilang’. Dia mengungkapkan, karena PKB dilahirkan NU, idealnya berjalan seiring. Akibat terputus jalinan silaturrahmi dengan NU imbasnya perolehan kursi PKB di dewan menurun.

Atho juga menandaskan bahwa NU telah khitah sehingga NU tidak bisa berpolitik praktis. Namun NU tidak bisa lepas dari persoalan politik. Maka PKB sebagai alat politiknya NU. Sehingga dalam perjalanannya, NU harus mengatur PKB bukannya NU diatur PKB. Dalam artian, setiap misi PKB menjadi kepanjangan tangannya NU dalam setiap keputusan politik.

Saat pembahasan Raperda misalnya, sebelum dibahas lebih jauh diarena sidang parlemen, PKB harus membahas dulu bersama NU. Sehingga ketika jadi keputusan PERDA maka warga NU mendapat kemaslahatan yang nyata.

Selain itu, Athoillah juga mengingatkan agar Nahdliyin bisa memahami AD/ART NU. Ditegaskan dalam pasal 42 ayat 2 AD/ART NU, bahwa pengurus harian NU tidak bisa dirangkap dengan kepengurusan harian partai. Maka ketika kader NU terpilih menjadi Ketua partai dan ketua NU harus pilih salah satu. “Jangan tamak dan serakah,” tandasnya.

Selain Ketua Tanfidziyah PCNU H Athoillah MSi, Wakil Ketua Drs H Sodikin Rachman, Sekretaris M Ali Nurdin, Rais Syuriyah KH Aminudin Mashudi, Khatib Syuriyah, Ketua Muslimat NU Dra Hj Nurhalimah, Sekretaris Muslimat NU Dra Hj Farikha, Ketua Ansor NU K Agus Mudrik Khaelani, Sekretaris Fatayah Mukminah, Ketua IPNU-IPPNU dan jajaran pengurus lainnya. (was)
BNI Mobile