IMG-LOGO
Warta
GUS DUR WALI (9)

Gus Dur Minta Doa Pemulung

Selasa 1 Maret 2011 13:7 WIB
Bagikan:
Gus Dur Minta Doa Pemulung
Jakarta, NU Online
Gus Dur menghormati siapa saja, tak peduli pangkat dan jabatannya, asal orang tersebut dekat dengan Allah, Gus Dur memintakan doa kepada orang tersebut.

Nuruddin Hidayat, santri Gus Dur di Ciganjur menuturkan pengalamannya yang sangat berkesan ketika ia diminta oleh Gus Dur untuk mencari pemulung yang menyampaikan salam kepadanya.
/> Udin, panggilan akrabnya, menuturkan, kisah ini bermula ketika ia berada di sebuah warung dekat Mall Cilandak sekitar tarhun 2003. Ketika hendak pergi, di depan warung tersebut, ia bertemu dengan seorang pemulung, seorang bapak-bapak yang sudah berusia tua dengan keranjang di pundaknya sementara kepalanya memakai caping.

Dengan tiba-tiba, orang tersebut memberi salam “Assalamu’alaikum”
Saya menjawab “Wa'alaikum salam”
Ia bertanya lagi “Mas dari pesantren Ciganjur ya?”
Saya menjawab “ Iya. Dalam hati saya agak heran, kok tahu saya dari Ciganjur tempatnya Gus Dur”.

Selanjutnya orang itu hanya bilang, "Sampaikan salam saya kepada Gus Dur," dan "Saya mengiyakan". Ia kemudian memperkenalkan namanya, sebut saja HMZ. (nama sebenarnya sengaja dirahasiakan karena orang tersebut masih hidup).

Karena terburu-buru, dan mengingat hanya seorang pengemis saja yang ingin menyampaikan salam kepada Gus Dur sehingga Udik ngak begitu memperhatikan dan langsung pergi.

Baru seminggu kemudian, pagi-pagi ketika berolahraga, salam tersebut disampaikan.

Udin “Gus dapat salam dari HMZ”
Gus Dur “HMZ yang mana?” (karena banyak orang dengan nama HMZ)
Udin “HMZ yang pemulung”
Gus Dur “Kon rene, lho kuwi sing tak golei” (Suruh ke sini, orang itu yang saya cari-cari)

Ia mengaku kebingungan untuk mencari pemulung tersebut karena ketemunya saja di jalan. Ia terus berusaha mencari HMZ, berkeliling dari lapak ke lapak pemulung. Setelah berusaha keras, akhirnya sebulan kemudian, baru ketemu di daerah Ragunan, tepatnya di Kampung Kandang. Esok harinya orang tersebut diajak untuk ketemu dengan Gus Dur.

Pagi harinya, ketika sudah sampai di Ciganjur, Gus Dur bilang kepada pemulung tersebut agar mendoakan bangsa Indonesia. “Orang tersebut yang membaca doa dan Gus Dur yang mengamini,” terangnya.

Pertemuan dengan Gus Dur berakhir disitu dan kemudian HMZ diantar pulang, tetapi Udin mengaku terus menjalin komunikasi.

Saat Idul Qurban, Udin mengaku mengirimkan daging kepada orang tersebut malam-malam. “Entah bagaimana, saya belum datang, ia sudah mempersiapkan diri seolah-olah tahu akan ada tamu yang datang dan meskipun dagingnya belum saya serangkan, ia bahkan sudah bilang terima kasih,” ujarnya. (mkf)
Bagikan:
Selasa 1 Maret 2011 21:18 WIB
Nusron Wahid Lantik GP Ansor NU Probolinggo
Nusron Wahid Lantik GP Ansor NU Probolinggo
Probolinggo, NU Online
Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor NU Kabupaten Probolinggo dan PC GP Ansor NU Kraksaan periode 2010-2014,
Senin (28/2) malam kemarin resmi dilantik. Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir al-Jailani tersebut cukup istimewa sebab dihadiri oleh Ketua Umum PP GP Ansor NU Nusron Wahid yang juga melantik langsung dua kepengurusan GP Ansor NU di Kabupaten Probolinggo itu secara bersamaan.

Turut menyaksikan pelantikan tersebut Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah, Ketua PW GP Ansor NU Jawa Timur Alfa Isnaeni, Ketua PCNU Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i dan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Saiful Hadi.
/>
Hadir Bupati Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kapolres Probolinggo AKBP Zulfikar Tarius, Ketua DPRD Ahmad Badawi, Kasdim 0820 Mayor Inf. Agus Wahyudi, pengasuh Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir al-Jailani, KH Hafidz Aminuddin.

Pada konferensi cabang (konfercab) yang dilaksanakan tanggal 25&25 Oktober tahun lalu, terpilih sebagai Ketua Umum PC GP Ansor NU Kabupaten Probolinggo Habibullah Maksum. Sedangkan untuk PC GP Ansor NU Kraksaan terpilih Nuriz Zamzami sebagai ketua umum.

Pada sambutannya usai melantik pengurus yang baru, Nusron Wahid mengatakan pelantikan yang dilaksanakan hari itu memiliki makna tersendiri sebab bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Pelantikan malam ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi sebagaimana pelantikan PP GP Ansor NU beberapa hari yang lalu. Dengan pelantikan yang bersamaan dengan peringatam Maulid ini kita ingin mengamalkan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah”, ujarnya.

Nusron juga menjelaskan visi Ansor NU ke depan, diantaranya revitalisasi nilai dan tradisi NU serta menegaskan bahwa Ansor NU adalah pembela warga NU. “Selain itu kita juga akan memperkuat sistem kaderisasi sehingga kader Ansor NU dapat berkiprah disegala bidang dan segala tingkatan kepemimpinan”, tegasnya.

Oleh karenanya Nusron berharap anggota Ansor NU dapat lebih mengembangkan potensi dan kualitas yang dimilikinya sehingga dapat memainkan peran penting di segala bidang.

Sementara Bupati Hasan pada sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas dilantiknya dua kepengurusan PC GP Ansor NU di Kabupaten probolinggo tersebut. “Pengurus yang baru dilantik malam ini sebenarnya sudah berbuat banyak bahkan sebelum dilantik. Para sahabat Ansor NU ini telah memberikan uswah kepada masyarakat”, jelasnya.

Beberapa kegiatan dimaksud diantaranya penanaman 5000 bibit pohon, gerak jalan sehat bersama warga NU dan masyarakat umum di beberapa tempat serta menggelar kompetisi bola volly tingkat regional.

Orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini berharap pengurus yang baru dapat lebih menunjukkan kiprah dan sumbangannya dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Probolinggo. “Disamping itu pemuda Anshor diharapkan dapat menjadi benteng terhadap pengaruh negatif globalisasi yang dapat merusak moral dan akhlak pemuda saat ini”, harap Bupati Hasan.

Pada kesempatan tersebut Bupati Hasan melontarkan ide untuk dilaksanakan secamam pelatihan kepada pengurus yang baru dilantik dan anggota GP Ansor NU yang lain dalam rangka peningkatakan kapasitas dan kemampuan mereka.

Di bagian akhir, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. Moh. Hasan Mutawakil Alallah didaulat untuk menyampaikan tausyiyah tentang makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun KH. Mutawakkil juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan arahan kepada pengurus yang baru dilantik. (and)
Selasa 1 Maret 2011 19:9 WIB
Soekarwo Persilakan Ahmadiyah Menggugat
Soekarwo Persilakan Ahmadiyah Menggugat
Surabaya, NU Online
Gubernur Jawa Timur Soekarwo mempersilakan pengurus dan pengikut Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk menggugat dirinya terkait keluarnya Surat Keputusan Nomor 188/94/KPTS/013/2011 tentang Larangan kegiatan Ahmadiyah.

"Silakan Ahmadiyah atau pihak lain yang tidak terima dengan SK itu mengajukan gugatan hukum. Bahwa SK yang ditandatanganinya pada tanggal 28 Februari 2011 itu esensinya hanya melarang aktivitas JAI di Jatim dan bukan membubarkan organisasinya,” tutur Soekarwo di Surabaya, Selasa (1/3).
<>
Soekarwo menilai langkah hukum seperti itu sangat bagus daripada Ahmadiyah atau pihak lain yang tidak puas dengan SK Gubernur itu turun ke jalan. "Kalau mereka menggugat itu justru bagus daripada demo, apalagi sampai bertindak anarkis. Negara kita ini kan negara hukum dan negara demokrasi," katanya.

Justru lanjut Soekarwo, dengan mengajukan gugatan itu, pihak Ahmadiyah mendapat kesempatan untuk berbicara dengan beberapa elemen masyarakat lainnya. Bahwa SK yang ditandatanganinya pada tanggal 28 Februari 2011 itu esensinya hanya melarang aktivitas JAI di Jatim dan bukan membubarkan organisasinya.

"Kami tidak melarang akidah dan ritualnya, melainkan hanya aktivitasnya, seperti pemasangan plang (papan nama) dan penyebaran melalui lisan dan tulisan. Soal peribadatan, kami tidak berhak melarangnya. Kalau shalat atau Jumatan silakan saja. Pokoknya, jangan sampai melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan mengganggu ketertiban umum," tambah Soekarwo.

Sebelumnya, Soekarwo mengeluarkan SK Pelarangan aktivitas Ahmadiyah di Jatim. Dalam SK tersebut terdapat tiga pasal, pertama melarang aktivitas JAI yang dapat memicu dan/atau menyerbarkan terganggunya ketertiban masyarakat Jawa Timur.

Pasal kedua berisi empat poin, a) menyebarkan ajaran Ahmadiyah secara lisan, tulisan, maupun melalui media elektronik; b) memasang papan nama organisasi JAI di tempat umum; c) memasang papan nama pada masjid, musala, lembaga pendidikan, dan lain-lain dengan identitas JAI; dan d) menggunakan atribut JAI dalam segala macam bentuknya.

SK tersebut menimbulkan reaksi dari pihak Ahmadiyah dan kelompok penggiat hak asasi manusia (HAM) untuk mengajukan gugatan terhadap Gubernur. "Kami siap menghadapinya dengan memerintahkan Biro Hukum Pemprov Jatim untuk melakukan langkah-langkah hukum," ungkap Soekarwo.(amf/ant)
Selasa 1 Maret 2011 18:30 WIB
AHMADIYAH
Kang Said: Saya Tidak Pernah Minta Ahmadiyah Dibubarkan
Kang Said: Saya Tidak Pernah Minta Ahmadiyah Dibubarkan
Jakarta, NU Online
Ramainya pemberitaan mengenai sikap PBNU mendesak Pemerintah membubarkan Ahmadiyah dibantah oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. “Saya terkejut melihat berita itu (PBNU Desak Pemerintah Tegas Bubarkan Ahmadiyah). Saya tidak pernah mengeluarkan statemen itu,” tegas Kang Said, Selasa, 1 Maret 2011.

“Ahmadiyah memang menyimpang dan tidak sejalan dengan NU. Namun pembubaran Ahmadiyah adalah domain Pemerintah dan NU tidak berada dalam wilayah itu,” lanjut Kang Said, dalam akun twitternya @saidaqil. />
Bagi NU, pandangan yang menganggap ada nabi setelah Muhammad SAW tidak sejalan dengan akidah NU yaitu ahlussunnah wal jamaah. Namun PBNU menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak bisa menjadi pembenar untuk melakukan tindakan kekerasan atau kesewenang-wenangan.

“Allah dan Rasulnya menghendaki bagi kelompok mayoritas harus tetap rendah hati, sehingga bisa menjadi pelindung bagi keompok minoritas yang lain,” tambah Kang Said.

NU mendesak pemerintah untuk bersungguh-sungguh dalam menunaikan kewajibannya, yaitu menegakkan hukum serta memberikan perlindungan kepada segenap warga negara tanpa membedakan agama dan keyakinannya. (bil)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG