IMG-LOGO
Warta

Kemenag: Pengelolaan Dana Haji Diwacanakan Zaman JK

Kamis 24 Maret 2011 5:31 WIB
Bagikan:
Kemenag: Pengelolaan Dana Haji Diwacanakan Zaman JK
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan tidak keberatan dengan keberadaan lembaga pengelola keuangan haji diluar instansi itu. Bahkan, gagasan menghadirkan lembaga tersebut muncul dari pemerintah. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Abdul Ghafur Djawahir.

“Bukan siap lagi justru ini  ide kemenag,” kata Abdul Ghafur di Jakarta, Rabu (23/3). Menurut Ghafur, gagasan lembaga pengelolaan haji itu muncul saat Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Kalla menggulirkan wacana agar dana haji yang jumlah besar dapat diinvestasikan dan manfaatnya dikembalikan kepada umat dan bangsa.
/>
"Hanya saja, pengelolaan tersebut masih terkendala karena regulasi tidak memadai. UU no 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaran Haji dan Umrah tidak cukup dijadikan dasar pengelolaan dana itu. Karenanya, regulasi yang mengatur pengelolaan itu kian dibutuhkan," tutur Abdul Ghafur.

Lebih lanjut Ghafur menjelaskan, pemerintah lantas membuat rancangan undang-undang tentang pengelolaan dana haji. Salah satunya membahas lembaga yang mempunya wewewang dan otoritas melakukan pengelolaan dana haji itu nantinya. Namun demikian, bentuk dan konsep lembaga tersebut masih belum bisa dipastikan.

“Kemungkinan masih terbuka dan proses masih panjang. Pemerintah masih mempertimbangkan masukan berbagai pihak terkait lembaga ini. Terkait investasi misalnya, belum ada investasi zero risk yang dikelola oleh swasta. Belum ada contoh lembaga swasta yang berhasil mengelola dana masyarakat dalam jumlah besar. Kalau diiinvestasikan rugi, jamaah haji tidak bisa berangkat, siapa yang tanggung jawab?,” tandas Ghafur.

Meskipun konsep dan bentuknya belum diketahui, lanjut Ghafur, tetapi pihaknya menegaskan lembaga tersebut nantinya harus dikelola oleh professional. Para individu yang terlibat harus lolos seleksi fit and proper test. Titik utamanya adalah memrioritaskan mereka yang pintar dan benar.

“Banyak yang pintar tak benar dan benar tapi tak pintar, ujung-ujungnya malah dipailitkan,” paparnya. (ful)
Bagikan:
Kamis 24 Maret 2011 20:9 WIB
PB PMII Minta Masyarakat Stop Isu Kudeta
PB PMII Minta Masyarakat Stop Isu Kudeta
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendesak seluruh elemen bangsa untuk tidak mengorbankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Sebab, akhir-akhir muncul isu gerakan kudeta, makar dan lain-lain.

"PB PMII mendorong agar semua berpikir dengan jernih dalam melihat persoalan bangsa. Kita tidak ingin Indonesia terbelah hanya karena kepentingan kelompok tertentu. Indonesia harus tetap utuh," ujar Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin di Sekretariat PB PMII, Jakarta, Kamis (24/3).
gt;
PB PMII lanjut Adien, merasa prihatin dengan berbagai aksi kekerasan di masyarakat yang terkait dengan anarkisme agama, kebhinnekaan dll. Padahal Indonesia merupakan rumah besar yang dibangun di atas keragaman suku, agama, budaya dan lainnya. 

"Indonesia itu rumah Bhinneka Tunggal Ika. Tidak boleh ada diskriminasi. Kita tolak kekerasan," tandas Adien. Khusus terkait persoalan Ahmadiyah, pemerintah diminta mengambil langkah penyelesaian yang adil dan damai.

PB PMII juga menyerukan dihentikannya produksi isu yang kontraproduktif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti isu adanya upaya kudeta yang mencuat belakangan ini.

"Kita mendorong semua pihak lebih dewasa dalam berdemokrasi," kata Adien yang terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII dalam kongres organisasi itu di Banjarmasin pekan lalu.

Kepada negara, PB PMII meminta agar lebih bersungguh-sungguh menciptakan suasana yang aman,nyaman dan kondusif bagi warga negara dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-hari maupun keyakinan beragama.

Oleh sebab itu, wajib bagi pemerintah, melalui aparat keamanan, mengusut tuntas kasus teror bom yang kini marak, sekaligus memastikan kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.  "Negara punya aparat penegak hukum, punya sistem. Negara harus menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat," katanya.
Kamis 24 Maret 2011 19:17 WIB
Maulid Nabi di Pulau Terpencil
Maulid Nabi di Pulau Terpencil
Probolinggo, NU Online
Suasana Pulau Gili Ketapang, Rabu (23/3) nampak lebih ramai dan meriah dari pada biasanya. Hari itu Bupati Probolinggo H Hasan Aminuddin, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ny. Hj. Tantri Hasan Aminuddin dan Wakil Bupati Salim Qurays, S.Ag beserta anggota Muspida dan pejabat di lingkungan pemerintah daerah berkunjung ke pulau terpencil yang satu-satunya di Kabupaten Probolinggo tersebut.<>

Warga masyarakat Desa Gili Ketapang nampak antusias menyambut kedatangan Bupati Hasan dan rombongan. Terbukti dengan berjubelnya massa mulai dari dermaga hingga kerumunan warga dan siswa/siswi sekolah yang berjajar memberikan sambutan di sepanjang jalan yang dilalui rombongan.

Kesenian hadrah ikut menyambut kedatangan rombongan mulai dermaga hingga sampai ke lokasi acara. Untuk sampai di lokasi yakni halaman SDN Gili Ketapang III, rombongan harus melewati jalan desa dan gang-gang sempit sejauh kurang lebih 1 kilometer.

Ada beberapa agenda dalam kunjungan kali ini yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan 40 hari meninggalnya Alm. Adji Massaid, pengobatan massal dan penyerahan beberapa paket bantuan untuk nelayan dan warga Desa Gili Ketapang.

Acara diawali dengan penyerahan paket bantuan beras kepada nelayan yang tidak melaut akibat cuaca buruk dan paket buku tulis kepada siswa/siswi sekolah. Paket bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Hasan, Wabup Salim dan anggota Muspida.

Paket bantuan beras yang diberikan merupakan bantuan dari Kementerian Sosial RI kepada 1.533 orang nelayan yang tidak dapat melaut akibat cuaca buruk masing-masing mendapatkan 5,6 kilogram beras.

Tak jauh dari lokasi acara, tepatnya di halaman Puskesmas Pembantu (Pustu) Gili Ketapang dilaksanakan kegiatan pengobatan massal bagi nelayan kurang mampu yang diperuntukkan bagi 400 orang warga setempat.

Pada sambutannya usai menyerahkan paket bantuan secara simbolis, Bupati Hasan mengajak warga untuk selalu mensyukuri nikmat Allah SWT. ”Sudah banyak kemajuan dan hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat saat ini. Oleh karena itu kita harus selalu mensyukurinya dan memanfaatkanya dengan baik”, ujarnya.

Bupati Hasan juga mengingatkan agar warga masyarakat tak melupakan jasa semua pihak yang telah membawa kemajuan dan manfaat, seperti Alm Adji Massaid yang ikut berperan membawa proyek Sistem Pipanisasi Air Minum (SPAM) ke pulau Gili Ketapang.

Kepada seluruh warga Gili Ketapang, orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini menekankan agar memelihara hubungan yang baik dengan sesama warga. ”Setiap persoalan sekecil apapun agar dibahas dengan duduk bersama untuk mencari jalan keluar penyelesaiannya. Jaga kerukunan dan kebersamaan yang telah terpelihara selama ini”, tegas Bupati Hasan.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Zulfikar Tarius atas nama Mupida pada sambutannya mengaku takjub melihat keberhasilan proyek pipanisasi air minum di pulau Gili Ketapang. ”Hebat, di pulau seperti ini ternyata airnya berlimpah dan bersih”, ujarnya.

Oleh karenanya, Kapolres AKBP Zulfikar Tarius mengingatkan agar apa yang sudah diberikan tersebut dipelihara, dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama.

Kepada masyarakat Gili Ketapang, AKBP Zulfikar Tarius memberikan motivasi bahwa manusia dapat bertahan dan segalanya masih mungkin selama masih ada harapan. Demikian halnya dengan warga Gili Ketapang yang menurutnya memiliki harapan dengan potensi yang dimiliki.

Senada dengan Bupati Hasan, Kapolres juga meminta agar masyarakat selalu menjaga kebersamaan. Jika muncul permasalahan sekecil apapun agar segera diselesaikan dengan cara musyawarah agar tak menjadi masalah yang lebih besar.

Setelah beberapa sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi dalam rangka memperingati Maulid. Di penghujung acara, sebagai wujud terima kasih sekaligus untuk mendo'akan arwah Alm. Adji Massaid, acara siang itu dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh KH. Husni Munandar.

Usai seluruh rangkaian acara, Bupati Hasan dan Ny. Tantri Hasan kembali membagikan santunan kepada janda tua dan anak yatim yang ada di Desa Gili Ketapang. (and).
Kamis 24 Maret 2011 18:24 WIB
Pegiat Sastra Jawa Akan Gelar Kongres Sastra Jawa III
Pegiat Sastra Jawa Akan Gelar Kongres Sastra Jawa III

Surabaya, NU Online

Para pegiat sastra Jawa akan menggelar Kongres Sastra Jawa (KSJ) III pada 11-12 November tahun ini. Ketua panitia KSJ III Bonari Nabonenar mengatakan, selain pegiat sastra Jawa dari Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah panitia juga akan mengundang guru-guru pengajar bahasa Jawa serta birokrat.

"Targetnya 150 peserta," kata Bonari seperti yang dikutip Tempointeraktif, Kamis (24/3). Kendati waktu pelaksanaan sudah ditetapkan, namun panitia masih kesulitan menentukan tempat.

Semula, kata Bonari, kegiatan itu akan dilaksanakan di luar Surabaya. Tapi sejumlah calon peserta menghendaki di Surabaya. "Soal tempat kami masih melobi Taman Budaya Jawa Timur agar diperkenankan pinjam," ujar Ketua Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya ini.

Bonari membantah KSJ III akan menandingi Kongres Bahasa Jawa (KBJ) V yang juga akan digelar di Surabaya pada November. Menurut Bonari, KSJ III bersifat independen sedangkan KBJ V merupakan kegiatan resmi pemerintah. "Kami malah berencana mendahului agar rekomendasi-rekomendasi KSJ bisa dibawa ke forum KBJ," ujar Bonari.

Berbeda dengan KBJ V yang konon biayanya mencapai Rp 3 miliar, KSJ III hanya dibiayai sendiri oleh peserta dengan cara menarik iuran Rp150 ribu per orang. Kemasan acaranya pun, menurut Bonari, juga jauh lebih sederhana. "Kami hanya berdiskusi soal masa depan sastra Jawa, mementaskan geguritan dan pameran buku tentang sastra Jawa," ujar dia.

Beberapa tokoh yang akan diundang sebagai narasumber diskusi yaitu Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Yayasan Rancage Ajip Rosidi, pengarang Arswendo Atmowiloto dan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Bidang Budaya Suprawoto.

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan. KSJ I digelar di Solo pada 2002 dan KSJ II di Semarang pada 2006. (tem/hh)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG