IMG-LOGO
Warta

Semua Orang Merasa Dekat dengan Gus Dur

Rabu 20 April 2011 12:39 WIB
Bagikan:
Semua Orang Merasa Dekat dengan Gus Dur
Jakarta, NU Online
Gus Dur memiliki kebiasaan silaturrahmi kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Tak heran, ketika dimintai komentar tentang Gus Dur, semua orang merasa dekat dan memiliki kesan mendalam pada mantan ketua umum PBNU ini.

Kecintaan terhadap Gus Dur terbukti, banyaknya warga NU yang menziarahi makamnya sampai saat ini, meskipun mereka datang dari jauh dan perlu persiapan yang matang dalam pembiayaan.r />
Gus Dur, bagi Abdul Mun’im DZ, wakil sekjen PBNU adalah sebuah bintang cemerlang dari pinggiran peradaban.

“Dari Nusantara muncul orang brilian yang memberi alternatif Islam Arab, ternyata Gus Dur dan NU mampu merumuskan fikih Nusantara yang berbeda dengan fikih Timur Tengah,” katanya dalam bedan buku Dialog Peradaban; untuk Toleransi dan Perdamaian antara KH Abdurrahman Wahid dan Daisaku Ikeda yang diselenggarakan di gedung PBNU, Selasa (19/4).

Mengomentari dialog dalam dua buku tersebut, ia menjelaskan, dua tokoh besar tersebut saling memahami peradaban masing-masing. Gus Dur memahami Yasunari Kawabata, peraih Nobel sasrta dari Jepang atau Akira Kurosawa, sutradara besar dari Jepang.
 
Demikian pula, Ikeda juga sangat luar biasa pemahamannya soal Nusantara, ia memahami Prapanca sampai dengan Yasadipura.”Dialog mereka berdua hidup, detail dan sangat mendalam, termasuk mengkaji masalah spiritual,” katanya. Ia menggambarkannya sebagai dialog langit antar dewa.

Salah satu titik temu kedua tokoh ini adalah, mereka berdua sama-sama menganut faham non kekerasan seperti yang ditawarkan Gandhi kepada dunia. Keduanya adalah pengagum Gandhi.

“Dialog peradaban yang dirintis oleh Ikeda bisa menjadi awal atau lanjutan menyelesaikan tuntutan Asia dengan cara Asia. Kearifan masyarakat Asia banyak yang terlupakan. Melalui Dialog Peradaban ini, pesoalan ini bisa diketengahkan lagi,” katanya.

Sayangnya, persoalan peradaban memang persoalan yang terlalu abstrak sehingga tidak banyak orang yang mau menggelutinya. Upaya Sokka Gakai melakjukan hal ini patut mendapat apresiasi. (mkf)
Bagikan:
Rabu 20 April 2011 20:12 WIB
21 Jemaat Ahmadiyah Purwakarta Kembali ke Islam
21 Jemaat Ahmadiyah Purwakarta Kembali ke Islam
Jakarta, NU Online
Sebanyak 21 jamaat Ahmadiyah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), berikrar kembali ke Islam, di aula Kecamatan Maniis, Rabu (21/4). Dalam pertobatan dan berikrar kembali ke Islam itu, puluhan jemaat Ahmadiyah mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Selain itu, para jamaat Ahmadiyah tersebut juga mendapatkan pencerahan kembali mengenai ajaran Islam sesungguhnya yang disampaikan salah seorang tokoh agama setempat. Seorang mantan jemaat Ahmadiyah yang berikrar kembali ke Islam, Nining, Rabu, mengaku dirinya dan keluarganya kembali ke ajaran Islam yang benar bukan atas tekanan atau paksaan pihak tertentu. Tetapi atas keinginan sendiri.
gt;
"Ini murni keinginan saya, karena baru menyadari dan mungkin saya baru dapat petunjuk mengenai ajaran Islam sesungguhnya," kata Nining, di Purwakarta.

Sebelumnya, pada Kamis (14/4), sebanyak 31 orang jemaat Ahmadiyah di Purwakarta juga melakukan pertaubatan dan berikrar kembali ke Islam di Mesjid Agung Purwakarta, disaksikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Dengan begitu, dalam sepekan ini sudah ada 52 orang jemaat Ahmadiyah di Purwakarta yang sudah bertaubat dan berikrar kembali ajaran Islam. (ful)
Rabu 20 April 2011 17:0 WIB
Pelatihan Keadministrasian untuk Tingkatkan Kapasitas Pengurus PCNU
Pelatihan Keadministrasian untuk Tingkatkan Kapasitas Pengurus PCNU
Pekalongan, NU Online
Sadar masih banyak pengurus baru di tingkat MWC dan Ranting yang belum paham terhadap model pengelolaan tata administrasi NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan akan mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) keadministrasian NU Jum'at besok (22/4).

Kegiatan Diklat yang dilaksanakan di Gedung Aswaja akan diikuti oleh seluruh utusan perwakilan lembaga, lajnah dan Banom NU tingkat cabang, kemudian MWC dan Ranting NU se Kota Pekalongan diharapkan akan meningkatkan kemampuan khususnya di bidang tata kelola administrasi yang lebih tertib.<>

"Saat ini memang banyak pengurus NU di MWC dan Ranting NU khususnya yang duduk di jajaran sekretaris belum tahu banyak tentang pedoman dan aturan keadministrasian NU, akibatnya mereka menggunakan sesuka hatinya, padahal NU telah memiliki pedoman administrasi yang telah dibakukan," ujar Kasiman Mahmud Desky, M.Ag Wakil Ketua PCNU Kota Pekalongan Bidang Organisasi kepada NU Online tadi siang.

Dikatakan, sejak dirinya dipercaya sebagai salah satu pengurus NU, telah berupaya untuk menertibkan organisasi NU di tingkat MWC dan Ranting NU dan sekarang pola pengelolaan administrasinya yang mulai ditata. Pasalnya, saat ini banyak pengurus yang belum menguasai tata kelola administrasi yang baik.

Menurut Kasiman, PCNU Kota Pekalongan telah memberikan contoh kongkrit bagaimana mengelola organisasi yang baik. Dimana saat ini PCNU telah memiliki kantor sekretariat yang representatif didukung dengan tata kelola administrasi yang baik. Dan untuk keperluan itu, PCNU melengkapi dengan sarana perkantoran yang cukup lengkap didukung dengan media online yang setiap saat bisa dipantau kegiatannya. Ini membuktikan PCNU serius mengelola organisasi warisan para ulama, ujarnya.

Kasiman berharap, dengan pengelolaan administrasi yang tertib, akan menjadikan organisasi NU menjadi lebih baik dan sehat.

Meski dirinya sadar, bahwa mengajak kepada pengurus NU untuk berkerja dan berkhidmad yang lebih baik bukan pekerjaan yang mudah, akan tetapi dengan pelatihan ini dirinya yakin, pengurus NU bisa diajak lebih baik dari yang sebelumnya.

Acara pendidikan dan pelatihan keadministrasian NU akan berlangsung selama satu hari penuh dengan menghadirkan beberapa nara sumber yang sangat menguasai di bidang pengelolaan organisasi dan administrasi khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. (iz)
Rabu 20 April 2011 14:12 WIB
Ethopia Jajaki Kerjasama Pendidikan, Haji dan Kerukunan
Ethopia Jajaki Kerjasama Pendidikan, Haji dan Kerukunan
Jakarta, NU Online
Republik Federasi Ethopia beringinan menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penyelenggaraan manajemen haji dan kerukunan beragama dengan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan delegasi Ethopia yang menjumpai Sekjen Kemenag Bahrul Hayat di Jakarta, Rabu pagi. Delegasi Ethopia yang berkunjung ke Kemenag itu adalah Aman Hussein (Dewan Supremasi Etopia/Islamic Supreme Council), Abba Haile Gabriel Meleku (Gereja Katolik), Kasis Belay Tegegn (Gereja Ortodok). />
Ketiganya didampingi Dubes RI untuk Republik Federasi Ethopia merangkap Djibuti dan Republik Somalia, H.E. Ramli Saud.

Bahrul Hayat menyambut gembira bahwa Ethopia berminat menjalin kerja sama di berbagai bidang, termasuk di dalamnya bidang pendidikan, kesehatan dan budaya termasuk pula bidang penyelenggaraan dan manajemen haji.

Bahrul menyambut gembira undangan pihak Ethopia untuk berkunjung ke Adis Ababa untuk melihat langsung kehidupan di negeri itu.

Sebelumnya Dubes Saud menjelaskan berbagai alasan Etopia ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia di antaranya adanya kesamaan multikultural dan pluralistik, sehingga ke depan sangat tepat diaplikasikan di negeri tersebut.

Di negeri itu, kata Saud, sebanyak 40 persen warganya menganut Agama Islam dan lainnya beragama Kristen. Ethopia berpenduduk sekitar 33 juta dan terus mengejar ketertinggalan dari berbagai bidang.

Di Ethopia, banyak produk Indonesia masuk dan dimanfaatkan warga setempat. Antara lain kertas, alat kesehatan dan obat-obatan dan berbagai produk lainnya. Saud merasa yakin kerja sama pendidikan, perhajian dan kerukunan agama dapat segera direalisasikan.

Islam di Indonesia, dari aspek multikultural, memiliki kedekatan dengan suasana di negeri itu. Itulah sebabnya Etopia ingin banyak belajar darj Indonesia, kata Dubes RI untuk Etopia.

Pada kesempatan itu, nampak hadir Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali, Kepala Pusat Kerukunan Beragama Abdul Fatah, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri, Mubarok, Direktur Keuangan Haji Ahmad Djunaedi dan Kasubdit Dokumen Haji Sri Ilham Lubis. (ful)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG