Djarum Super

Ethopia Jajaki Kerjasama Pendidikan, Haji dan Kerukunan

Ethopia Jajaki Kerjasama Pendidikan, Haji dan Kerukunan
Jakarta, NU Online
Republik Federasi Ethopia beringinan menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penyelenggaraan manajemen haji dan kerukunan beragama dengan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan delegasi Ethopia yang menjumpai Sekjen Kemenag Bahrul Hayat di Jakarta, Rabu pagi. Delegasi Ethopia yang berkunjung ke Kemenag itu adalah Aman Hussein (Dewan Supremasi Etopia/Islamic Supreme Council), Abba Haile Gabriel Meleku (Gereja Katolik), Kasis Belay Tegegn (Gereja Ortodok). >
Ketiganya didampingi Dubes RI untuk Republik Federasi Ethopia merangkap Djibuti dan Republik Somalia, H.E. Ramli Saud.

Bahrul Hayat menyambut gembira bahwa Ethopia berminat menjalin kerja sama di berbagai bidang, termasuk di dalamnya bidang pendidikan, kesehatan dan budaya termasuk pula bidang penyelenggaraan dan manajemen haji.

Bahrul menyambut gembira undangan pihak Ethopia untuk berkunjung ke Adis Ababa untuk melihat langsung kehidupan di negeri itu.

Sebelumnya Dubes Saud menjelaskan berbagai alasan Etopia ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia di antaranya adanya kesamaan multikultural dan pluralistik, sehingga ke depan sangat tepat diaplikasikan di negeri tersebut.

Di negeri itu, kata Saud, sebanyak 40 persen warganya menganut Agama Islam dan lainnya beragama Kristen. Ethopia berpenduduk sekitar 33 juta dan terus mengejar ketertinggalan dari berbagai bidang.

Di Ethopia, banyak produk Indonesia masuk dan dimanfaatkan warga setempat. Antara lain kertas, alat kesehatan dan obat-obatan dan berbagai produk lainnya. Saud merasa yakin kerja sama pendidikan, perhajian dan kerukunan agama dapat segera direalisasikan.

Islam di Indonesia, dari aspek multikultural, memiliki kedekatan dengan suasana di negeri itu. Itulah sebabnya Etopia ingin banyak belajar darj Indonesia, kata Dubes RI untuk Etopia.

Pada kesempatan itu, nampak hadir Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali, Kepala Pusat Kerukunan Beragama Abdul Fatah, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri, Mubarok, Direktur Keuangan Haji Ahmad Djunaedi dan Kasubdit Dokumen Haji Sri Ilham Lubis. (ful)
BNI Mobile