Muslimat Ajak Berbagai Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan

Muslimat Ajak Berbagai Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan

Bogor, NU Online
Muslimat Nahdlatul Ulama mengajak berbagai pihak untuk berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Meski pemerintah Indonesia telah berusaha meningkatkan kerja sekaligus meningkatkan anggaran pendidikan, namun kenyataannya mutu pendidikan di Indonesia kita masih sangat lemat. Karena itu, kesadaran akan pentingnya pendidikan harus dimiliki setiap warga masyarakat.<>

Ketua Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor Dra. Enok Hapsoh mengatakan, kesadaran tidak bisa datang dengan tiba-tiba, sehingga harus ada sosialisasi tentang persoalan tersebut dari berbagai pihak, terutama organisasi yang telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Dalam kegiatan seminar dengan tema “Meningkatkan Kreatifitas Pembelajaran Guru” di Cibonong, Bogor, Sabtu (21/5) itu, Muslimat mengajak berbagai pihak membangun generasi bangsa yang berkualitas.

“Berfikir masa depan bangsa sudah jelas harus memikirkan bagaimana kualitas pendidikan harus ditingkatkan. Melihat kondisi ini, Pengurus Cabang Muslimat NU menganggap meningkatkan kualitas guru itu adalah salah satu jalan solusi,” kata Enok Hapsoh.

Karena itu, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada para guru yang telah hadir dalam kegiatan itu, dengan harapan bisa sharing dan menggali keilmuan dari beberapa narasumber yang akan mengisi. “Dengan kegiatan ini, kami berharap tahun depan nilai hasil ujian khususnya di kabupaten bogor dapat mendapatkan prestasi,” tambahnya.

KH. Romdon, MA,g, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas diselenggarakannya seminar tentang pendidikan. Menurutnya pendidikan di Indonesia tahun ini peringkatnya menurun ke angka 69 dari 127 negara. Padahal, Indonesia pada tahun sebelumnya posisinya diperingkat yang ke 65.

Karena itu, kerja pemerintah mestinya harus melibatkan organisasi kemasyarakatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia  yang lebih serius. Sehingga dalam upaya membebaskan warga Negara ini dari buta huruf dan meningkat kwalitas pendidikannya dapat segera tercapai.

Dra. Hj. Ela Giri Komala, anggota DPD RI, dalam penyampaian materinya mengatakan; prosentase guru laki-laki dan perempuan, terutama ditingkat dasar sudah banyak dari kaum hawa. Sebagai kaum hawa yang sudah dikenal banyak kelemahannya harus mampu membenahi diri agar bisa berperan aktif dalam mensukseskan pendidikan. Guru yang seyogjanya menjadi teladan harus mempunyai beberapa sifat; di antaranya, ketegasan, wibawa dan kreatif. Sifat manja dan aneka sifat yang tidak menunjukan kepribadian guru harus dikubur. Meskipun demikian, sifat keperempuanan tetap harus dijaga sebagaimana qadrat dirinya.

Sementara itu ditempat terpisah, sekretaris umum PCNU Kabupaten Bogor,H.Akhsan Ustadhi  , mengatakan  bahwa pendidikan saat ini telah terjadi degradasi secara kwalitas maupun secara moral, indikatornya adalah ujian nasional sudah tidak lagi menjadi tolok ukur keberhasilan, dekadensi moral anak yang cenderung anarkis dan akhlaq yang semakin memburuk, maka menurutnya pendidikan keagamaan dalam hal ini harus menjadi perhatian yang serius oleh semua pihak

Dodi, salah satu peserta pelatihan mengatakan: dengan adanya seminar sehari ini, kami banyak mendapatkan inspirasi dan masukan pengetahuan baru. Sebagai pendidik saya harus selalu mengupdet perkembangan system pembelajaran. Terutama hari ini, narasumbernya ternyata dari tingkat Nasional yang sudah mempunyai jam terbang yang tinggi untuk memberikan spirit pembekalan kreatifitas bagi guru. Ia berharap kalau ada pelatihan tentang pendidikan dapat selalu dikabari agar dapat mengikutinya.

Penulis: A. Khoirul Anam

BNI Mobile