IMG-LOGO
Trending Now:
Warta

Program Pengelolaan Sampah LPBI NU Terpadu dan Berbasis Masyarakat

Kamis 26 Mei 2011 18:12 WIB
Bagikan:
Program Pengelolaan Sampah LPBI NU Terpadu dan Berbasis Masyarakat

Jakarta, NU Online
Ketua LPBI NU, Avianto Muhtadi menyampaikan bahwa melalui program ini, LPBI NU akan melakukan pengurangan timbulan sampah di Jakarta dengan kegiatan Program pengelolaan terpadu berbasis masyarakat melalui konsep 3R dengan pengembangan teknologi pengurangan sampah melalui rumah kompos. Tujuan utama dari program ini adalah munculnya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui rumah kompos.

Hal ini dikatakan dalam pembukaan acara (roundtable discussion) Penyusunan konsep pandangan perspektif Islam dengan tema "Tafsir Tematis Pengelolaan Sampah", yang diadakan pada 25 - 27 Mei di Jakarta, kemarin.<>

Ditambahkan oleh Avianto Muhtadi, output program ini juga menerapkan kaidah Ilmu Lingkungan yang yaitu harmonisasi jejaring ekologi/ekosistem-sosial budaya-ekonomi. Sehingga output program ini adalah, pertama) meningkatnya pengetahuan dan kesadaran serta perubahan perilaku dari 10.000 orang masyarakat di Jakarta melalui kampanye dan sosialisasi sasaran program.

Target selanjutnya adalah meningkatnya pendapatan masyarakat dari hasil pengelolaan rumah kompos sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, dan terakhir) berkurangnya timbunan sampah dan menjadikan lingkungan kampung menjadi lebih indah, sehat dan lestari.

Bentuk kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah pelatihan untuk fasilitator yang akan menjadi kader penggerak masyarakat dalam program 3R, penyusunan dan pencetakan media kampanye program 3R yang berupa modul, buku saku, materi khutbah, tafsir tematik, buku saku, poster terkait pengurangan timbulan sampah dan  3R. 

Media kampanye tersebut akan didiseminasikan dan disosialisasikan kepada 10.000 masyarakat melalui khutbah jumat, majelis taklim dan majelis zikir, tabligh akbar, pelatihan, dan berbagai forum masyarakat lainnya.  Selain itu program ini akan menyediakan peralatan dan manual penggunaannya dalam membuat kompos yaitu mesin pencacah, cairan pelarut sampah dan pengemasan kompos.

Abdul Jamil Wahab, Wakil Ketua LPBI NU yang juga Pelaksana Program ini mengatakan bahwa program ini akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pemerintah seperti; Kementerian Lingkungan hidup, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat, BPLHD (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup) Jakarta Barat, Perangkat Kecamatan dan Kelurahan di wilayah yang menjadi target program. Selain itu program ini juga akan melibatkan Perguruan Tinggi, Komunitas Pesantren, tokoh masyarakat dan tokoh agama, komunitas sekolah dan madrasah, kelompok masyarakat dan LSM, serta masyarakat umum.

Hasil dari roundtable discussion ini adalah dokumen konsepsi dan panduan terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dimana dokumen konsepsi hasil RTD ini akan dikembangkan menjadi 3 buah Buku yaitu; 1) Buku Pengelolaan sampah dalam Perspektif Islam, yang akan digunakan untuk alat bantu perubahan paradigma dan sikap dalam mengelola lingkungan yang lebih baik. Buku ini akan menjadi bahan pegangan bagi tokoh masyarakat, Dai, Ustad, santri, masyarakat umu ; 2) Buku Panduan Pengelolan Sampah Terpadu (3R) berbasis masyarakat, dimana buku ini akan menjadi modul dalam Pelatihan 3R; 3) Buku Saku pengelolaan sampah 3R; 4) kampanye sosialisasi terkait 3R seperti khutbah jumat, poster dan sebagainya.

Wakil Sekjen PBNU, H. Syahrizal Syarief PhD dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini sangat strategis. "Kita lihat sampah, pengelolaan sampah saya kira lebih ke sampah padat. Jumlah sampah luar biasa. Mau tidak  mau kita hidup memproduksi sampah. Upaya kita merubah untuk material juga menghasilkan sampah. Kebutuhan sampah rumah tingga pun menghasilkan sampah," katanya.

Ia menambahkan, NU mempunyai 400 Pengurus Cabang. Apa yang dilakukan di Jakarta ini bisa disebarluaskan di seluruh PCNU yang ada. Secara keseluruhan ini adalah peran serta bagaimana dengan program ini perilaku bisa berubah dan bisa dilakukan mobilisasi. Bagaimana pengelolaan sampah itu bisa dikembangkan lebih baik.

Redaktur: Mukafi Niam

Bagikan:
Kamis 26 Mei 2011 20:16 WIB
IPNU Dukung Komitmen Pemberantasan Korupsi
IPNU Dukung Komitmen Pemberantasan Korupsi

Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dukung sikap NU dan lembaga negara pada komitmen pemberantasan korupsi. ”Sebagai generasi muda dan organisasi kader NU, kami merasa prihatin terhadap parahnya korupsi di negeri ini. Jika hal ini dibiarkan maka generasi penerus bangsa ini hanya akan kebagian sisa-sisa kebobrokan sistem koruptif yang merajalela hari ini,” kata Ahmad Syauqi, Ketua Umum PP IPNU disela menghadiri acara konferensi pers bertema keprihatinan korupsi di Indonesia di Lantai 5 gedung PBNU.

Dalam acara yang dihadiri oleh ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa itu, Syauqi menggarisbawahi keniscayaan transparansi dan kejujuran atas gratifikasi yang diterima oleh para pejabat dan para politisi.<>

”Sebagaimana yang diungkapkan Pak Mahfud, setiap pejabat negara dan para politisi harusnya berani, jujur dan transparan untuk melaporkan setiap gratifikasi yang diperolehnya dalam bentuk apapun kepada KPK. Namun budaya politik kita sepertinya masih jauh dari harapan itu,” ungkap magister hukum UGM ini.

Mahfud MD yang kebetulan menjadi dosen pembimbing Syauqi dalam ujian Tesis di UGM dinilainya sebagai sosok pejabat negara yang jujur, konsisten dan tegas terhadap berbagai bentuk korupsi. ”Beliau (Mahfud MD) menjadi prototipe pejabat negara yang tanggap terhadap perilaku korupsi yang dibuktikan dengan dengan melaporkan setiap bentuk gratifikasi yang diterimanya kepada KPK. Terlebih keberanian beliau melaporkan penyerahan uang kepada sekjen MK baru-baru ini,” kata dia.

Syauqi sendiri menekankan berbagai sumber anggaran di pemerintah dan lembaga-lembaga negara lain yang potensial terjadinya korupsi seperti bantuan sosial, anggaran diluar budget, hibah dan dana perjalanan dinas harus benar-benar diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bagi syauqi, yang tak kalah pentingnya dalam upaya pemberantasan korupsi adalah penyadaran bahaya korupsi bagi kalangan pelajar dan generasi muda. ”Program anti korupsi ini memang menjadi salah satu konsen kami dalam menjalankan roda organisasi, utamanya agenda konseling anti korupsi bagi pelajar. Bagaimanapun, kami berharap NU dan semua elemen bangsa ini bersama-sama memerangi korupsi hingga ke akar-akarnya,” pungkas Syauqi.

Redaktur: Mukafi Niam

Kamis 26 Mei 2011 19:19 WIB
Dubes RI Hadiri Pelantikan PCINU Sudan
Dubes RI Hadiri Pelantikan PCINU Sudan

Sudan, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menggelar  acara pelantikan pengurus baru PCINU masa khidmat 2011-2012, Rabu (25/5). Pelantikan dilakukan di Kantor sekretariat PCINU Sudan Pukul 20.30 waktu setempat.

Hadir dalam pelantikan ini, Duta Besar RI Sujatmiko, Staf KBRI, Kalangan elit Sudan, masyarakat Indonesia yang berada di Sudan, baik dari Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia, Ketua Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia dan para pekerja Pertamina.<>

Dalam sambutannya, Sujatmiko memberikan selamat kepada pengurus baru masa khidmat 2011-2012. "Semoga pengurus baru bisa mengemban amanah dan menjalankan progam-progamnya, sehingga PCINU Sudan lebih maju dan lebih baik," tuturnya.

Sujatmiko juga mengingatkan bahwa organisasi adalah wadah untuk bersosialisasi, mengorganisir kelompok dan mengatur sirkulasi keuangan.

"Para pengurus baru harus membawa PCINU berjalan sesuai dengan misi visi Nahdlatul Ulama agar dapat membawa kemaslahatan bagi umat Islam," lanjutnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCI NU Sudan H. Muhammad Shohib Rifa'i mengajak kepada seluruh jajaran pengurus untuk tetap mengabdi menjalankan progam PCINU. Namun tentu saja para pengurus tidak boleh mengesampingkan tugas utamanya, yakni belajar.

"Tanpa menjadi pengurus NU pun kita wajib belajar. Kalau bukan kita yang melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama terus siapa lagi," tuturnya dalam nada tanya.

Lebih lanjut Shohib menandaskan, PCINU bukan di bawah naungan Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia. Akan tetapi PCINU adalah warga PPMI Sudan.

"Semoga pengurus PCINU mampu mengemban amanah Nahdlatul Ulama dan selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan progam-progam kegiatan PCI NU Sudan. Kita doakan juga Muslimat PCINU tetap eksis dan bisa menjalankan progam muslimat PCI NU," harapnya.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Katib Syuriyah PCI NU Sudan H. Auza'i Mahfudz Asirun dan dilanjutkan dengan ramah tamah.

 

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : M. Shohib Rifa'i

Kamis 26 Mei 2011 17:7 WIB
LPBI NU Lakukan Penyusunan Tafsir Tematik Pengelolaan Sampah
LPBI NU Lakukan Penyusunan Tafsir Tematik Pengelolaan Sampah

Jakarta, NU Online
LPBI NU (Lembaga Penanggulangan bencana dan perubahan Iklim – Nahdlatul ulama) Mengadakan RTD (Roundtable Discussion) Penyusunan konsep pandangan perspektif Islam dengan tema "Tafsir Tematis Pengelolaan Sampah", yang diadakan pada 25 - 27 Mei di Jakarta.

Pada pembukaan yang digelar kemarin, dihadir oleh Wakil Sekjen PBNU, H.Syahrizal Syarief PhD, Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup, Widodo Sambodo, Ketua LPBI NU Avianto Muhtadi dan Mr Yasukawa Takashi, First Secretary Kedutaan Jepan di Indonesia.<>

Mr Yasukawa Takashi, dalam sambutannya dengan berbahasa Jepang menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Program 3R (reduce, reuse, recycle) yang di support melalui Kedutaan Besar Jepang melalui  program bantuan hibah untuk proyek grassroot keamanan kemanusiaan dengan tema “Jakarta Clean & Safe” yang melibatkan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama.

Ia berharap kerjasama ini membuahkan hasil yang sustain, tidak hanya proyek semata namun mempunyai implikasi yang luas dan bermanfaat bagi hubungan Indonesia dan Jepang serta bagi masyarakat Indonesia khususnya di DKI Jakarta.

Pada tahun 2007-2010 LPBI NU yang dulu bernama CBDRM NU (Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama) telah dianggap sukses melaksanakan program Pengurangan risiko Bencana Berbasis Masyarakat di Jakarta Barat dengan salah satu kegiatannya mengembangkan konsep 3R (melalui rumah kompos di RW 04 Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk dan menjadi RW Teladan di DKI Jakarta.

Keberhasilan dan lesson learnt rumah kompos ini akan ditingkatkan dan diperluas pemanfaatannya melalui program ini di 3 RW  lainnya di Jakarta Barat. Hal inilah menjadi alasan mengapa Jakarta Barat dijadikan sasaran oleh LPBI NU untuk mengurangi timbulan sampah.
 
Jakarta adalah kota Metropolitan yang memiliki jumlah penduduk 9.558.198 orang berdasarkan sensus penduduk 2010. Dimana terdapat pernyataan yang masuk akal yaitu “dimana ada orang berkumpul, disitu ada potensi sampah” , sehingga bagaimana kita menempatkan dan mengelola sampah dengan baik dan benar agar risiko terhadap implikasi sosial dan dampak lingkungan dapat diminimalisir, seperti bencana banjir, kesehatan, pencemaran dan polusi lingkungan serta dampak terkait perubahan iklim.

Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan dan hasil penelitian PU dengan JICA pada tahun 2005, Timbulan sampah di Jakarta diperkirakan sekitar 25.600 m3/hari sedangkan total daya tampung TPS (tempat pembuangan sementara) adalah 18.750 m3/hari. Sampah di TPS kemudian didistribusikan ke SPA (stasiun peralihan antara) di Cakung dan Sunter dan sebagian besar ke TPA (tempat pembuangan akhir). Dari 25.600 m3/hari timbulan sampah di Jakarta yang tertanggulangi sebesar 22.500 m3/hari (83 %), sisanya 3.100 m3/hari (17 %) digunakan sebagai bahan pupuk (kompos), mengurug tanah, dibakar dan dibuang ke Kali/Sungai.

Redaktur: Mukafi Niam

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG