IMG-LOGO
Warta

28 Mei, Saatnya Luruskan Arah Kiblat


Sabtu 28 Mei 2011 06:40 WIB
Bagikan:
28 Mei, Saatnya Luruskan Arah Kiblat

Jakarta, NU Online
Hari ini, Sabtu 28 Mei 2011 pukul 16:17:54 WIB, adalah saat yang tepat untuk meluruskan arah kiblat bagi wilayah-wilayah di Indonesia yang dapat melihat matahari pada saat peristiwa itu terjadi. Hari ini terjadi peristiwa roshdul qiblat atau peristiwa matahari benar-benar berada di atas Ka’bah, sehingga semua benda yang berdiri tegak bayangannya akan mengarah ke Ka’bah.<>

Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengimbau umat Islam agar memanfaatkan momentum roshdul qiblat untuk meluruskan arah kiblat. Imbauan diwujudkan dalam seruan “Gerakan Peduli Roshdul Qiblat” pada 28 Mei 2011 ini.

“Peristiwa roshdul qiblat merupakan momentum yang tepat untuk mengukur arah qiblat dengan mudah bagi wilayah-wilayah yang dapat melihat matahari pada saat peristiwa itu terjadi,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Rabu (25/5) lalu.

Menurut Kiai Ghazalie, Gerakan roshdul qiblat bertujuan untuk menyempurnakan arah kiblat di masjid, musholla atau di tempat shalat masing-masing dengan cara yang sederhana.

Pelaksanaan dari “Gerakan Peduli Roshdul Qiblat” ini diharapkan dapat dipimpin oleh alim ulama dan ustadz. Kiai Ghazalie menambahkan, pihaknya juga telah menyebarkan instruksi kepada Lajnah Falakiyah di seluruh daerah di Indonesia untuk mendukung gerakan ini.

Peristiwa roshdul qiblat terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan Juli. Pada Mei 2011 ini roshdul qiblat terjadi pada tanggal 28, pukul 16:17:54 WIB. Peristiwa roshdul qiblat berlangsung singkat, sekitar satu menit saja.

Berikut ini cara mengukur arah qiblat dengan roshdul qiblat :
1. Tancapkan batang kayu yang lurus berdiri tegak
2. Amati perjalanan matahari sampai pada waktu yang diperkirakan tersebut.
3. Pada saat waktu tersebut, bayangan batang kayu itu mengarah ke tenggara (timur serong ke selatan)
4. Ujung bayangan sampai ke batang kayu (barat laut) adalah arah qiblat yang benar.

Lajnah Falakiyah PBNU menegaskan, apabila terdapat arah kiblat masjid atau musholla yang sudah ada ternyata tidak sesuai dengan arah kiblat yang diukur dengan memanfaatkan roshdul qiblat, maka bangunan itu tidak perlu dibongkar. “Cukup shafnya saja yang diluruskan sesuai dengan arah kiblat yang benar,” kata Kiai Ghazalie.

Penulis: A. Khoirul Anam

Bagikan:
IMG
IMG