IMG-LOGO
Warta
RAMADHAN BERKAH

Jalan Sufi Para Lansia

Kamis 11 Agustus 2011 8:47 WIB
Bagikan:
Jalan Sufi Para Lansia

Magelang, NU Online
''Ya Allah, Gusti kula nyuwun tetep iman Islam-e ndonya akherat. Mbenjang pejah, khusnul qotimah....''(Ya Allah, Tuhan-ku. Saya mohon supaya tetap iman Islam-nya, dunia akhirat. Nanti kalau meninggal khusnul qotimah....''

Sepenggal syair salawat jawa itu didendangkan sebagian para santri susai shalat zuhur di Masjid Agung Payaman, Kabupaten Magelang. Suaranya ada lirih, serak dan ada juga yang masih nyaring. Sebagian santri lagi, ada yang hanya menggerakkan bibir tak keluar suaranya.

<>Itu semua bisa dimaklumi, hampir semua santri di sana adalah lanjut usia, alias Lansia. Uusia mereka di atas 60 tahun. Kulitnya keriput, tubuhnya renta, tapi mereka memiliki semangat luar biasa. 

Usai sembayang sebagian santri ngaji Al-Quran. Meski terdengar lirih, tapi tartil dan terdengar merdu. Di sudut lainnya suara tasbih berdesing lembut di tangan beberapa perempuan tua, dengan posisi kepala tertunduk dan mulutnya melafalkan wirid.

Sebuah jalan ke-Ilahian yang ditempuh para orang-orang yang uzur, mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Sekitar 90 persen mereka yang ada di sana adalah perempuan dan selebihnya laki-laki. Sehingga masyarakat jamak menyebut Pesantren Jompo.  

Jika pada hari biasa santrinya hanya puluhan, tapi pada bulan suci ini santrinya mencapai 500 lebih. Mbalah sepasan --istilah setempat untuk pengajian Ramadan-- selama kurang lebih 20 hari, diikuti antara lain warga dari daerah di Magelang, Temanggun, Wonosobo, Purworejo, Semarang, Salatiga dan DIY.

Pesantren khusus bagi manula itu sudah ada sejak 1937. Pendiri Masjid Agung Payaman dan sekaligus pengasuh pesantren itu adalah Mbah Kiai Romo Agung Muhammad Sirodj.

Bangunan yang berada di Jalan Magelang-Semarang didirikan pada 1930. Kini ia dimakamkan di belakang masjid tersebut, yang tiap 8 Syawal diperingati haulnya.

Hingga kini, pesantren itu tetap berdenyut, kegiatan di bulan Ramadhan tetap ramai, begitu juga di hari-hari biasa hampir tak pernah sepi dari santri yang usianya sudah lanjut.

Pada zaman dahulu, Mbah Kiai Sirodj mengajarkan ilmu agama kepada warga Payaman dan sekitarnya, tapi kini santrinya telah menyebar berbagai daerah Kedu, Semarang dan DIY.

Menurut cerita, adanya Mbalah Sepasan di Masjid Agung Payaman, berawal dari perjalanan Kiai Sirodj ke Makkah dan Madinah. Saat itu ia melihat kebiasaan umat muslim di sekitar masjid Nabawi dan Masjidil Haram, pada bulan suci puasa banyak berdiam di masjid beribadah dan menuntut ilmu.

Setelah pulang, Kiai Sirodj mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat sekitar pada saat Ramadhan, mencontoh seperti yang terjadi di Makkah dan Madinah. Selain itu pada hari-hari biasa juga tetap mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat.

Pada saat zaman sebelum kemerdekaan itu jamah dan santrinya kebanyakan adalah perempuan yang sudah lanjut, sebagian perempuan tua itu para janda yang ditinggal mati suaminya di medan perang.

Kini zaman sudah modern, tapi tradisi di pesantren ini tetap terjaga. Puluhan lansia itu hidup mandiri, membawa peralatan tidur dan masak dari rumah. Di pesantren dan serambi masjid mereka gunakan untuk sejenak membaringkan punggung yang sudah rapuh itu.

Suhu dingin di malam dan pagi tak menghalangi niat mereka untuk mencari ridlo Allah. Mereka disiplin bangun malam shalat tahajud, wiridan ataupun ngaji Al-Quran lebih dari sepertiga malam. Bagi mereka yang tak bisa ngaji lagi, hanya bersila atau bersimpuh membaca istigfar, tasbih, dan lain-lain.   

Sawiyah (68) asal Temanggung, mengaku dahulu zaman muda tak begitu banyak memperdalam ilmu agama. Dia merasa menyesal dan ditebus dengan belajar agama pada hari tua.

“Saya merasakan kedamaian, meski hanya membaca istigfar dan mendengarkan pengajian tapi di hati ini ada kenyamanan,” katanya dalam bahasa Jawa.
Nenek tiga anak dan lima cucu itu mengaku betah di tempat ini. Baginya tak ada lain yang dicari kecuali ridho Allah. Di saat masa uzurnya, suasana mendekat kepada Allah merupakan terapi agar tetap sehat. Karena itu dia bertekad tetap ingin ngaji di tempat ini hingga akhir hayat.

“Ada sebuah hadist, menuntutlah ilmu dari lahir hingga liang lahat. Ini merupakan ruang bagi para lansia untuk belajar seperti Sunah Rasul dan mendapatkan bimbingan menuju surga,” kata salah seorang Pengasuh Pesantren Masjid Agung Payaman, Kiai Nurhuda.

Dikatakannya, sampai kini apa yang diwariskan Mbah Kiai Sirodj akan selalu dijaga sampai kapan pun. Materi yang diberikan pada mbalah sepasan kali ini, masih sama seperti puluhan tahun lalu, antara lain fiqih, tauhid dan akidah serta akhlak.

Menurutnya, secara bergantian para pengasuh memberikan materi dengan bahasa Jawa agar mudah diterima oleh para santri. Dengan bahasa keseharian itu menjadikan para lansia betah dan mengerti pembicaraan yang disampaikan para penceramah.

Aktivitas Ratusan santri lansia ini hampir selama 24 jam, jam tidur istirahat hanylah sebentar. Mulai dini hari mereka sudah bangun sahur, kemudian jamaah subuh dan dilanjutkan ngaji. Pagi, siang hingga sore, juga rutnitas yang sama pengajian dan shalat jamaah. Dilanjutkan dengan tadarus setelah shalat Isya.

Inilah jalan sufi para lansia. Semoga husnul khotimah, Mbah..

Redaktur     : Hamzah Sahal
Kontributor : Sholahuddin al-Ahmed

Bagikan:
Kamis 11 Agustus 2011 17:23 WIB
Konjen Amerika Berdiskusi di PWNU Jawa Timur
Konjen Amerika Berdiskusi di PWNU Jawa Timur

Surabaya, NU Online
Konsul Jenderal Amerika di Surabaya, Kristen F Bauer, mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur pada Kamis (11/8) siang. Meski Konjen datang, namun pengajian Ramadlanan yang dihelat PWNU di lobi utama tidak terpengaruh.

Pengajian yang diasuh oleh H Masyhudi Mukhtar, MBA (Sekretaris PWNU) tetap berlangsung, sedangkan Konjen diterima di ruang tamu VIP dan ditemui oleh dr H Muhammad Thohir, SpKJ (Wakil Ketua), H Ahmad Sudjono (Wakil Sekretaris) dan H Rosyidi (Bendahara).
<>
Dalam pertemuan itu terjadi dialog dua arah, saling bertanya-jawab. Konjen lebih banyak bertanya seputar peranan NU terhadap radikalisme, peranan pemerintah terhadap pesantren di Lombok yang disinyalir menjadi base camp jaringan kelompok radikal serta peta lokasi yang berpotensi memunculkan kelompok radikal. Termasuk tentang perkembangan jumlah warga NU saat ini semakin bertambah atau malah menurun, dlsb. Tak kurang dari sepuluh pertanyaan pokok.

Sedangkan dari PWNU Jawa Timur lebih banyak bertanya seputar kebijakan luar negeri Amerika yang dinilai terlalu merugikan dunia Islam. Di antaranya seputar kelompok Taliban yang dulu dibina Amerika, lalu dihabiskan sendiri ketika sudah tidak dibutuhkan lagi; hak veto di PBB yang selalu menguntungkan Israel; Hamas yang menang Pemilu tapi tidak diakui; invasi ke Irak yang diiringi dengan penjualan senjata besar-besaran ke Saudi Arabia, dlsb. Termasuk tentang kuatnya pengaruh lobi Yahudi dalam penentuan kebijakan luar negeri Amerika, dan kerusuhan rasial di London yang konon sampai membakar masjid.

Konjen pun menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik. “Amerika turut membantu rakyat Libya karena ada resolusi PBB untuk melindungi sipil muslim dari tentara Khadafi,” kata Kristen F Bauer. Tentang Hamas, menurut Konjen, persoalannya memang tidaklah sederhana. Cukup rumit. Sebelum serangan ke Gaza dilakukan, Mesir dan Saudi Arabia telah terlebih dahulu menyetujui langkah itu. “Inilah potret rumitnya persoalan di Timur Tengah,” tutur Konjen.

Setelah pertemuan itu Konjen memberikan oleh-oleh berupa brosur panduan belalar di Amerika Serikat dan panflet konser musik Islami yang akan tampil di Surabaya. Sedangkan PWNU Jawa Timur menghadiahkan buku profil NU Jawa Timur dan Majalah Aula. Menjelang akhir pertemuan, konjen Kristen F Baeur membuka diri untuk berdiskusi lebih lanjut, di lain waktu, seputar kebijakan Amerika di luar negeri yang memang sebenarnya membutuhkan waktu lebih panjang lagi.

Redaktur     : Mukafi Niam
Kontributor: M Subhan

Kamis 11 Agustus 2011 16:16 WIB
Pembayaran BPIH Khusus Dimulai
Pembayaran BPIH Khusus Dimulai

Jakarta, NU Online

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto melalui surat edaran Nomor Dt.VII.II/1/Hj.00/6338/2011, tanggal 10 Agustus 2011 menyatakan pembayaran BPIH Khusus atau ONH Plus dimulai 11 s.d. 16 Agustus 2011 dengan nomor porsi terakhir 30000081860.

Tentang besaran BPIH Khusus Tahun 1432H/2011, kata Slamet Riyanto sebesar 7.000 USD ( tujuh ribu dollar Amerika). Apabila tidak terpenuhi kuota haji Khusus, akan dilakukan masa pembayaran tahap kedua dimulai tanggal 18 s.d. 19 Agustus 2011.

Waktu pembayaran BPIH Khusus, untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 s.d. 15.00, Indonesia bagioan Tengah pukul 09.00 s.d.16.00, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 s.d. 17.00.

 

Perpres BPIH 2011 Segera Terbit

Sementara itu, pemerintah terus mengupayakan agar peraturan presiden (perpres) tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 1432H/2011 segera terbit. Dengan demikian calon jemaah haji memiliki waktu yang cukup untuk melunasi ongkos haji tahun ini.

Menurut Menag, hasil penetapan BPIH dengan DPR lalu dibawa ke Presiden SBY dalam rangka menerbitkan perpres. Seperti diketahui, pemerintah dengan DPR menyepakati BPIH 2011 ditetapkan rata-rata sebesar Rp 30.771.900. Dibandingkan tahun 2010, biaya tersebut turun sebesar RP 308.700, dengan asumsi nilai tukar dolar ke rupiah sebesar Rp 8.700. Sekalipun jika dihitung dengan dolar mengalami kenaikan yaitu 3.537 USD. Naik sebesar 196 dolar AS dari tahun sebelumnya yaitu 3.342 dolar AS.

Ada pun rincian besaran BPIH 1432/2011 untuk setiap embarkasi sebagai berikut yaitu embarkasi Aceh sebesar 3.285 dolar AS, embarkasi Medan (3.377 dolar AS), Batam (3.460 dolar AS), Padang (3.369 dolar AS), Palembang (3.417 dolar AS), Jakarta (3.589 dolar AS), Solo (3.549 dolar AS), Surabaya (3.612 dolar AS), Banjarmasin (3.720 dolar AS), Balikpapan (3.736 dolar AS), dan Makassar (3.795 dolar AS).

Menag juga berharap pemerintah Arab Saudi dalam waktu dekat memberi tambahan kuota, dengan demikian waiting list (daftar tunggu) calon haji Indonesia dapat berkurang. Sebab, jumlah waiting list saat ini mencapai 1,4 juta jiwa. "Saya optimis kuota haji tahun ini sebanyak 211.000 terserap habis. Bahkan kalau sekarang ditambah jadi 250 ribu akan habis," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menag juga mengingatkan media bahwa Kementerian Agama bukan hanya mengurusi masalah haji, tapi juga pendidikan dan kerukunan umat beragama. "Di bagian Litbang juga perlu dipublikasikan, karena banyak hasil penelitian yang perlu diketahui publik. Tapi haji memang masalah paling sexy," kata Suryadharma.

 

Redaktur  : Syaifullah Amin

Kamis 11 Agustus 2011 14:3 WIB
Seleksi Pimpinan KPK
Kang Said: DPR Jangan Memilih karena Takut
Kang Said: DPR Jangan Memilih karena Takut

Jakarta, NU Online
Proses pemilihan Ketua KPK akan memasuki tahap fit and proper test pada tanggal 18 Agustus mendatang. Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj berpesan kepada DPR yang akan melakukannya, agar tidak memilih dengan alasan takut akan menjadi korban kinerja KPK.

"KPK itu satu-satunya lembaga hukum yang sekarang bisa diharapkan, yang pastinya bisa bekerja sesuai dengan dasar-dasar kuat. Siapa-siapa yang ada di dalamnya harus dipilih dengan baik, termasuk DPR yang akan memutuskan, jangan memilih karena takut sampai akhirnya menghasilkan KPK yang lembek," pesan Kang Said, demikian KH. Said Aqil Siroj biasa disapa, Selasa, 10 Agustus 2011.

Ketakutan DPR atas kinerja KPK belakangan mengemuka, seiring munculnya sejumlah tersangka dari kalangan parlemen dalam kasus korupsi. Kang Said berpendapat DPR tidak perlu merasa takut, dengan memberikan saran agar menjalankan tugasnya dengan benar. "Kalau kerjanya benar, kemungkinan salah bisa dikurangi. KPK juga pasti punya pertimbangan, kalau anggota DPR tidak salah, pasti tidak akan dijadikan tersangka," sambungnya.

Untuk sepuluh nama tersisa dalam seleksi, Kang Said mendo'akan Panitia Seleksi (Pansel) mendapatkan petunjuk dari Allah, sehingga bisa menghasilkan nama-nama berintegritas tinggi, untuk selanjutnya diikutkan dalam fit and proper test. Terpilihnya pimpinan KPK yang baik diakui oleh Kang Said akan bisa memuaskan masyarakat, mengingat korupsi adalah bahaya laten yang akan merugikan masyaralat apabila terus merajalela.

"Kalau korupsi terus menggerogoti yang rugi jelas masyarakat. Bicara masyarakat Indonesia berarti orang Islam, yang berarti juga orang NU," pungkas Kang Said.

 

 

Penulis: Emha Nabil Haroen

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG