IMG-LOGO
Warta

25 Calon Mahasiswa PBNU ke Sudan Tempuh Ujian Masuk

Jumat 29 Juli 2005 17:49 WIB
Bagikan:
25 Calon Mahasiswa PBNU ke Sudan Tempuh Ujian Masuk

Jakarta, NU Online
Sebanyak 25 calon mahasiswa yang akan memperoleh beasiswa dari Sudan akan menempuh ujian pada Sabtu, 30 Juli bertempat di kantor pusat departemen agama di Jakarta Pusat.

Hari ini, calon mahasiswa S1 yang datang dari berbagai daerah tersebut telah tiba di PBNU untuk konfirmasi terakhir. Mereka datang dari Sumatra, Semarang, Jawa Timur dan lainnya, baik yang berlatar belakang pesantren maupun sekolah umum.

<>

Minimal PBNU akan memberangkatkan 5 orang dan bisa bertambah jika diantara peserta tersebut ada yang nilai ujiannya memuaskan. Tahun lalu calon yang terkirim berjumlah 6 orang sehingga ada tambahan satu orang dari jumlah yang ditetapkan.

Para mahasiswa tersebut akan belajar di International University of Afrika yang berlokasi di Khortoum Sudan. Terdapat banyak fakultas yang bisa mereka masuki, mulai dari kedokteran, science, sampai agama. namun kebanyakan yang berangkat dari PBNU lebih memilih fakultas agama.

Dikatakan Dawam Sukardi dari Biro Kerjasama Beasiswa Timur Tengah bahwa kualitas pendidikan di negara tersebut cukup bagus, khususnya untuk bahasa Arab. “Banyak diantara mahasiswa S1 asal Mesir yang melanjutkan kuliah S2 di Sudan karena kualitasnya bagus,” tandasnya (29/7).

Pemerintah Sudan akan memberi biaya kuliah dan living cost selama sekolah disana sedangkan biaya tiket pesawat harus ditanggung sendiri. Pihak kedutaan hanya membantu membebaskan biaya visa.

Cukup banyak mahasiswa NU yang belajar di negeri tersebut. Mereka telah membentuk PCI NU Cabang Sudan dan cukup aktif melakukan berbagai kegiatan, termasuk memberi bantuan pada calon mahasiswa yang baru datang. Rencananya jika mereka lolos, setelah lebaran mereka akan berangkat.


 

Bagikan:
Jumat 29 Juli 2005 18:39 WIB
Efektifkan Subsidi BBM, PBNU Usulkan Digitalisasi SPBU
Efektifkan Subsidi BBM, PBNU Usulkan Digitalisasi SPBU

Jakarta, NU Online
Masalah BBM sampai saat ini terus mendera pemerintah. Kenaikan harga minyak dunia saat ini semakin memberatkan subsidi yang harus ditanggung dan hal tersebut sebagian besar malah dinikmati oleh golongan kelas menengah, bukan rakyat miskin yang merupakan proporsi sebagian besar masyarakat Indonesia.

PBNU bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa yang dipimpin oleh Sofian Tjandra mengusulkan adanya digitalisasi pemberian subsidi BBM dalam bentuk “Fuel Management Electronic System” sehingga hanya rakyat miskin yang menerima jatah tersebut.

<>

Mekanisme dari sistem ini adalah para pemilik motor akan diberi kartu akses seperti kartu ATM dan ketika akan mengisi di SPBU mereka harus melakukan otorisasi sebelum mengisi bensin. Hanya kendaraan umum saja yang menerima subsidi sedangkan kendaraan pribadi harus membeli dengan harga internasional.

“Jika ini berhasil, akan dihemat subsidi sebesar 37 Trilyun dalam setahun,” tandas Andi Jamaro yang menjelaskannya di Gd. PBNU (29/7).

Menurut data yang dikemukakan oleh Sofian Tjandra saat ini terdapat 5 juta mobil pribadi dan 27 motor pribadi yang kurang lebih menerima subsidi sebesar 50 persen. Selain itu kapal berbendera asing juga menikmati subsidi disamping penyelundupan.

Ditambahkan Candra bahwa jika hargai minyak naik sampai 100 USD per barel, negara bisa bangkrut jika tak menaikkan harga BBM sedangkan jika dinaikkan akan menimbulkan demo besar-besaran dari masyarakat. Saat ini saja dengan harga 60$ per barel, pemerintah harus merogok koceknya untuk subsidi sebesar 138 Trilyun per tahun.

Sistem ini merupakan penemuan baru di dunia dan sudah didaftarkan hak patennya. “Saat ini kami telah mempresentasikan konsep ini pada Menko Kesra dan sedang meminta Audiensi dengan menteri energi dan sumberdaya mineral,” tandas Andi Jamaro.

Dijelaskan Andi bahwa keterlibatan PBNU karena keprihatinan terhadap masalah yang dihadapi bangsa ini sehingga sebagian besar masyarakat menderita.(mkf)


 

Jumat 29 Juli 2005 16:6 WIB
Soal Pelarangan Jamaah Ahmadiyah
Gus Dur : Tolak Fatwa MUI
Gus Dur : Tolak Fatwa MUI

Jakarta, NU Online
Mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menolak pelarangan Jamaah Ahmadiyah oleh MUI. Karena Penetapan aliran sesat dan pelarangan Jamaah Ahmadiyah dapat memicu kekerasan terhadap keyakinan beragama yang dilindungi oleh konstitusi.

Seperti diketahui akibat fatwa MUI terkait pelarangan Jama'ah Ahmadiyah, aktivitas pengrusakan dan teror terus dialami oleh mereka. Baru-baru ini Masjid Alhidayah milik Ahmadiyah di Petojo Jakarta Barat akan diserang. Selain itu di daerah lainnya ada 8 Masjid milik Ahmadiyah yang dilarang menjalankan sholat Jum'at.

<>

“Saya menyesalkan pelarangan itu. Kita kan punya UUD 45 yang menjamin dan melindungi warga negara untuk berkeyakinan. Fatwa itu gak punya kekuatan hukum. Pemerintah musti berdasarkan konstitusi,” ungkap Gus Dur kepada wartawan dalam acara yang di gagas Aliansi Masyarakat Madani di gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Jum'at (29/7).

Hadir Dalam kesempatan tersebut tokoh lintas agama antara lain Djati Kusuma (penghayat Keyakinan), Pdt Winata Sahirin (GKJ), Romo Edi (KWI), Djohan Effendy (ICRF), Lamardi (perwakilan Ahmadiyah), Anand Khrisna, Syafi'i Anwar, Dawam Rahardjo, Ulil Abshar Abdala dan dari penganut Khonghucu.

Menurut Ketua Dewan Syuro PKB ini, Indonesia bukan negara Islam, Indonesia adalah negara nasional, karenanya yang berlaku adalah ukuran-ukuran nasional, karena itu kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) ingin menetapkan fatwa haram kepada Jama'ah Ahmadiyah terserah, itu urusan keyakinan umat, dipercaya orang apa tidak kita lihat saja nanti. "Tapi kalau MUI ingin memaksakan kehendak melalui pemerintahan agar supaya kita ini terpasung kita tidak bisa terima," tandasnya.

Dikatakan Gus Dur Pemerintah melalui pidato Susilo Bambang Yudhoyono, memang tidak tertera menolak secara tertulis, tapi apa yang diucapkan secara lisan oleh SBY jelas sekali menolak, dia hanya mau mendengar yang dikatakan Menteri Agama dan MUI. "Ini kesalah besar bagaimana dia sebagai pimpinan formal bisa keliru.Yang bisa mengatakan benar atau salah itu hanyalah Mahkamah Agung RI," kata Gus Dur.

Karena itu, lanjut Gus Dur saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mendengarkan pendapat MUI melainkan pendapat dari MA. "Dalam waktu dekat kita akan mengirimkan surat dan meminta MA untuk mengadakan sidang terkait soal pelarangan ini," ujar cucu pendiri NU Hadratus Syaikh KH. Hasyim As'yari.

Ditambahkan Gus Dur, jika MUI tidak mau mencabut larangan (fatwa-red) itu, kita mendesak kepada pemerintah untuk tidak menurunkan bantuan dana kepada MUI, yang diperkirakan hampir Rp5 Milyar tiap bulannya. (cih)

 

Jumat 29 Juli 2005 15:13 WIB
PCI NU Pakistan Kini Miliki Website
PCI NU Pakistan Kini Miliki Website

Jakarta, NU Online
Walaupun baru diresmikan pada tanggal 26 Mei 2006 lalu oleh KH Hasyim Muzadi dan KH Masyhuri Naim, PCI NU Pakistan kini telah memiliki website sebagai media untuk mengkomunikasikan seluruh informasi dan kegiatan yang dilakukan. Website ini dapat dibuka di alamat www.nupakistan.or.id

Prakarsa pembuatan website mustasyar PCI NU Pakistan Muhammad Niam Soetaman, LLM. Dikatakannya dalam acara syukuran launching website pada 2 Juli lalu bahwa keberadaan website sudah mengglobal. Dimana hampir di semua pemerintahan, organisasi-organisasi sosial, agama, LSM dan lain-lain telah mempunyai website.

<>

“Ini sebagai kantor kedua untuk memudahkan publik atau users dalam mencari sumber berita atau informasi penting yang tidak perlu datang ke kantor pusat. Para anggota PCI diharapkan dapat menggunakan website ini dengan sebaik-baiknya sebagai media berdawkah dan media solving problems bagi ummah,” tegasnya.

Sementara itu Katib Syuriah, H.Aly Halim,Lc. mendorong anggota PCI NU dapat berpartisipasi dan mengembangkan media virtual website PCI -NU Pakistan sebagai media silaturrahmi, baik untuk kalangan anggota PCI-NU Pakistan sendiri maupun antar PCI di luar negeri lainnya.

“Yang paling susah dari pendirian sebuah wadah oraganisasi adalah bagaimana para pengurus maupun anggotanya dapat memelihara dan mengisi wadah tersebut dengan berbagai macam kegiatan yang variatif yang barmanfaat bagi umat,” tuturnya.

Isi dari website tersebut sudah cukup bagus. Terdapat beberapa content seperti berita, visi dan misi, pengurus, agenda dan opini sampai dengan belajar di Pakistan. Informasi-informasi ini sangat penting untuk mengenal lebih dalam tentang NU di Pakistan. Bahkan juga ditulis sekalian nomer kontak para pengurus sehingga memudahkan komunikasi jika diperlukan.

Sebelumnya PCI NU Pakistan telah mengadakan pengajian melalui radio internet bekerjasama dengan pesantrenvirtual yang beralamatkan di http://www.pesantrenvirtual.com/listen.pls dan Radio Nuansa FM Bontang yang merupakan pemancar radio milik PC NU Bontang, Kalimantan Timur.

Saat ini sebagian besar PCI NU sudah memiliki website sendiri untuk komunikasi seperti Mesir, Malaysia, UK, Syiria, Sudan dan lainnya. Tak heran karena para pengurus tersebut sebagian besar adalah mahasiswa yang melek dengan teknologi.(mkf)

 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG