IMG-LOGO
Warta

80 Persen Perceraian Pada Usia Perkawinan di Bawah 5 Tahun


Kamis 11 Agustus 2011 13:09 WIB
Bagikan:
80 Persen Perceraian Pada Usia Perkawinan di Bawah 5 Tahun

Jakarta, NU Online

Sebanyak 12-15 persen dari rata-rata dua juta masalah perkawinan setiap tahunnya itu adalah perceraian."Ironisnya lagi, sebanyak 80 persen perceraian itu terjadi pada perkawinan di bawah usia lima tahun," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof. Nasaruddin Umar di Gedung Kementerian Agama Jl. Thamrin, Jakarta, Rabu (10/8).

Menurut Nasaruddin, banyaknya masalah perkawinan di Indonesia harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Jika ada 200.000 saja pasangan bercerai setiap tahunnya, maka mengakibatkan ada 8.000 orang yang bermasalah di dalam keluarga di Indonesia.<>

"Bahkan, perceraian sepele akibat dari pemilukada pun cukup banyak antara 450-500 pasangan pertahunnya. Padahal kita ingin membangun sebuah keluarga atau rumah tangga yang ideal, yang bisa meneladani semua orang," kata Nasaruddin.

Lebih lanjut Nasaruddin mengatakan, peningkatan angka perceraian dewasa ini banyak terjadi hanya disebabkan hal sepele dan lebih ironisnya lagi peristiwa "menyakitkan" itu menimpa pada pasangan perkawinan usia muda.

Ia mengakui penyebab perceraian tersebut banyak penyebabnya. Antara lain: poligami, kawin paksa, pernikahan di bawah umur, dan kekerasan dalam rumah tangga, menjadi tenaga kerja di luar negeri, akibat salah satu pasangan cacat.  

Pengaruh tayangan televisi, juga bisa memicu perceraian karena "kawin-cerai" artis yang sering diberitakan juga dapat mendorong pasangan usia muda untuk mudah bercerai hanya persoalan sepele.

 

Persoalan Masyarakat

Jika setiap tahun 200 ribu perceraian dari dua juta perkawinan, menurut Dirjen Bimas Islam itu, tentu akan memunculkan persoalan di tengah masyarakat. Antara lain, anak yang terlantar dan para janda yang dapat memunculkan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Ia tak menjelaskan bentuk konflik yang dimaksud, namun yang jelas jika saja dari setiap perceraian yang terjadi ada seorang anak tak bersama kedua orangtua, maka terbuka adanya sejumlah anak terlantar. Paling tidak, anak tersebut kehilangan pengasuh.

Untuk itu, Kementerian Agama menggelar pemilihan Keluarga Sakinah Teladan dan KUA Teladan pada 13-19 Agustus di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Kriteria peserta yang boleh ikut dalam pemilihan Keluarga Teladan yaitu usia perkawinan minimal 30 Tahun, tidak pernah bercerai kecuali cerai mati, usia perkawinan minimal 10 tahun untuk janda (cerai mati) yang kawin lagi dan ia senantiasa memelihara kehormatan diri, mempunyai anak atau anak angkat yang diasuhnya hingga berhasil, dan ikut mendukung program Keluarga Berencana (KB).

 

Redaktur  : Syaifullah Amin

Bagikan:
IMG
IMG