IPNU Perlu Peningkatan Kapasitas Kelembagaan

IPNU Perlu Peningkatan Kapasitas Kelembagaan

Sumenep, NU Online
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) lahir dari sekelompok pemuda yang punya semangat belajar yang tinggi dan kometmen bersama untuk membentuk anak bangsa yang bertaqwa kepada Tuhan, berilmu, berakhlaq mulia, dan berwawasan kebangsaan. Organisasi IPNU yang pada mulanya diperjuangkan sendiri-sendiri dibeberapa daerah kemudian menjadi sebuah organisasi besar bernama IPNU.
<>
Demikian disampaikan Ketua Umum PP IPNU, Ahmad Syauqi, M.Hum. dalam Orasi Kebangsaan di Aula SKB, Batuan, Sumenep, Sabtu (17/11).

“Semangat belajar, berjuang dan bertakwa akan mengantarkan seseorang menjadi insan yang sempurna,” jelasnya dihadapan para undangan.

Namun sekalipun IPNU telah berdiri puluhan tahun yang lalu, banyak pekerjaan yang masih terbengkalai yang hal itu tanggung jawab IPNU sebagai wadah advokasi pelajar NU. Salah satunya, pengembangan sistem kaderisasi yang perlu untuk terus ditingkatkan.

“Tak heran jika kader IPNU setelah berproses di IPNU bergabung dengan ormas atau parpol yang tak sejalan dengan ideologi NU,” papar Syauqi. “Hal ini disebabkan karena pengkaderan yang kurang matang,” lanjutnya.

Selama ini IPNU kesannya hanya organisai anak muda dan dipandang sebelah mata. Padahal telah banyak kader-kader IPNU yang telah menjadi orang sukses dan menempati posisi penting di negeri ini. Hal ini tak terlihat karena IPNU belum punya database siapa saja alumni IPNU.

“Tugas pengurus IPNU kedepan memperbaiki dan meningkatkan kapastias kelembagaan, sehingga tak dipandang sebelah mata lagi,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: M Kamil Akhyari

BNI Mobile