IMG-LOGO
Warta

Bahasa Arab akan Diajarkan dari SD Hingga SMA di Gorontalo

Selasa 25 Oktober 2011 14:12 WIB
Bagikan:
Bahasa Arab akan Diajarkan dari SD Hingga SMA di Gorontalo

Gorontalo, NU Online
Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Ben Idrus, mendukung penuh kebijakan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, untuk memberikan mata pelajaran bahasa Arab untuk siswa SD hingga SMA, mulai tahun ajaran 2012-2013 mendatang.

"Program dari Pemerintah Kota Gorontalo tersebut, telah dibahas dengan pihak Diknas," Kata Ben, Selasa (25/10).

<>Menurutnya, pemberian mata pelajaran bahasa Arab tersebut, sangat menarik karena akan mendorong siswa-siswa di kota ini menguasai bahasa internasional.

Sebagai langkah awal, Ben sudah berkoordinasi dengan perwakilan tim pengembangan kurikulum Dinas Pendidikan Kota Gorontalo di semua jenjang pendidikan. " Mungkin nanti akan dimasukkan dalam materi muatan lokal," jelasnya.

Ben yakin pelajaran itu tidak akan membebani siswa, karena selama ini masih ada waktu luang untuk pengembangan mata pelajaran. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan rekrutmen guru mata pelajaran bahasa Arab, untuk memenuhi kebutuhan SDM di sekolah-sekolah.

"Ini peluang bagus bagi sarjana bahasa Arab, mereka tidak lagi terfokus ke madrasah," ujarnya.

Ben menjelaskan, pelajaran bahasa Arab merupakan pengembangan tingkat lanjut dari program pemberantasan buta baca tulis Al-Qur'an, yang diterapkan untuk pelajar di semua jenjang pendidikan sejak beberapa tahun lalu.

Meski demikian, Ben menegaskan, kemungkinan pelajaran itu hanya diwajibkan untuk siswa yang beragama Islam saja, sementara siswa non muslim boleh tidak mengikuti.

"Tapi kalau mereka ingin menguasai bahasa Arab ya silahkan saja ikut, kan itu bahasa internasional," katanya

 

 

Redaktur : Syaifullah Amin 

Sumber    : Antara

Bagikan:
Selasa 25 Oktober 2011 22:46 WIB
Tujuh Perempuan, Termasuk Satu Perawat AS di Riyadh Masuk Islam
Tujuh Perempuan, Termasuk Satu Perawat AS di Riyadh Masuk Islam

Riyadh, NU Online
Sebanyak tujuh perempuan, termasuk di antaranya perawat asal Amerika Serikat, telah bertekad untuk memeluk agama Islam pada Ahad (23/10) malam di Kantor Kerja Sama untuk Bimbingan dan Dakwah di Riyadh.

Hal itu diungkapkan pejabat setempat. Kepala kantor Nouh al-Qorin mengatakan bahwa perawat yang bernama Carol, yang merupakan warga negara AS dan bekerja di Rumah Sakit Riyadh itu, mengetahui tentang Islam dari teman-temannya.

<>Penceramah dari Kantor Dakwah menjelaskan seluk beluk tentang Islam. Setelah itu, ia memutuskan masuk Islam. Tidak hanya itu, Carol juga mengubah namanya menjadi Nesrin.

Dalam wakatu yang bersamaan, sekitar enam perempuan lainnya juga melakukan hal yang sama. Yakni mengucapkan dua kalimat syahadat, yang berarti menandakan seseorang telah memeluk Islam. Kesemuanya berasal dari satu tempat kerja yang sama.

Ketiga dari mereka berasal dari Filiphina. Sementara dua lainnya berasal dari Srilanka. Sedangkan sisanya satu perempuan lagi berasal dari Ethiopia. Sementara itu, enam pekerja juga memeluk Islam pada minggu lalu. Lima dari mereka berasal dari Filipina dan satu dari Kenya.

 


Redaktur : Syaifullah Amin

Selasa 25 Oktober 2011 21:25 WIB
PBNU: Agama Bisa Redam Ide Sekularisme Global
PBNU: Agama Bisa Redam Ide Sekularisme Global

Jakarta, NU Online
Ide sekularisme, dari hari ke hari terus mengemuka di tengah masyarakat, tak terkecuali di Indonesia. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan bahaya sekularisme, dengan menempatkan agama sebagai benteng yang tepat mengatasinya.

Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU Sulthan Fatoni, saat berbicara dalam sesi The Role and Rationale of Secularism, Seminar Human Right and Faith in Focus EU-Indonesia Civil Society di Jakarta,  Selasa, 25 Oktober 2011 mengatakan, ide sekularisme di Indonesia dengan alasan untuk menjamin hak asasi manusia dan kebebasan beragama akan kehilangan momentum apabila tidak diikuti dengan kajian empirik tentang kondisi sosial budaya masyarakat.

"Sekularisme di Barat telah melahirkan modernitas, sedangkan modernitas telah memunculkan konsekuensi-konsekuensi yang rumit bagi kehidupan masyarakat. Atas fakta itu, maka menjadi relevan saat ini menggulirkan kritik atas sekularisme," tegas Sulthan. <>

Sulthan juga mengatakan, pandangan Barat bahwa agama adalah pranata intoleransi dan irasional juga perlu diuji secara akademik, agar tidak memperuncing problem sosial budaya.

Sulthan juga berpendapat, sekularisme memang ide menarik di Barat dan menjadi kebutuhan mereka. Namun dalam konteks Indonesia, perlindungan HAM dan kebebasan beragama telah berlangsung tanpa sekularisme perspektif Barat. "Muslim mainstream Indonesia saat ini lebih membutuhkan formulasi relasi agama dan negara yang dimaknai dengan peran agama dalam negara, bukan dalam bentuk politisasi agama," sambungnya.

Sulthan mengingatkan bahwa dalam sebuah negara unsur penduduk itu sangat penting. Realita penduduk Indonesia adalah Nahdlatul Ulama, yang selalu menempatkan agama sebagai nilai dan norma dalam bersosial budaya.

"Negara itu butuh penduduk, sedangkan penduduk itu butuh nilai dan norma.  Nahdliyin menempatkan ajaran Islam sebagai nilai dan norma kehidupan sehari-hari. Nahdliyyin akan selalu menempatkan agama sebagai hal penting dalam kehidupan bernegara," papar Sulthan.

Meski demikian Sulthan juga berpendapat, agama sebagai benteng terhadap ide sekularisme juga harus dipisahkan dari kepentingan politik, agar kandungan di dalamnya bisa benar-benar menjadi pegangan hidup masyarakat.

"Mungkin yang perlu jadi agenda lanjutan adalah memisahkan agama dari kehidupan politik, menghindarkan agama dijadikan kepentingan politik," pungkas Sulthan.

Redaktur        : Emha Nabil Haroen
Kontributor    : Samsul Hadi

Selasa 25 Oktober 2011 20:7 WIB
Ahmadinejad Berbelasungkawa untuk Turki
Ahmadinejad Berbelasungkawa untuk Turki

Teheran, NU Online

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan belasungkawa kepada rakyat dan pemerintah Turki atas tewasnya ratusan warga negara itu oleh gempa Minggu lalu.

Dalam pesan belasungkawa kepada Presiden Turki Abdullah Gul pada Senin, Presiden Ahmadinejad menyatakan siap memberikan bantuan bagi para korban gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di Turki dan untuk mengobati orang-orang yang terluka di rumah sakit Iran.<>

Gempa itu terjadi di provinsi Van, sekitar 1.300 mil dari Istanbul, pada Minggu pukul 13.41 waktu setempat dan diikuti oleh lebih dari 80 gempa susulan.

Para pejabat pemerintah Thwe mengatakan, itu adalah gempa terbesar di Turki dalam lebih dari satu dekade, dan mungkin menewaskan ratusan orang, menghancurkan apartemen dan merusak 4.000 rumah di provinsi timur yang berbatasan dengan Iran.


Pada 1999, sekitar 18.000 orang tewas dalam dua gempa bumi dahsyat yang melanda bagian barat laut Turki.


Redaktur : Syaifullah Amin

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG