IMG-LOGO
Warta

Pengelolaan Wakaf Daerah perlu perhatian Khusus

Rabu 16 November 2011 20:20 WIB
Bagikan:
Pengelolaan Wakaf Daerah perlu perhatian Khusus

Jakarta, NU Online
Pengelolaan aset wakaf di daerah perlu perhatian khusus. Sebab, tanah-tanah wakaf tersebut masih sedikit yang sudah dikembangkan. Mayoritas masih merupakan tanah yang belum diapa-apakan. Karena itu, perlu adanya pembinaan para nazhir (pengelola) yang tersebar di seluruh Nusantara. Tugas ini tentu tak mungkin diemban Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat semata. Kinerja BWI kini telah dibantu oleh kantor perwakilan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. 

"Dengan berdirinya beberapa kantor perwakilan ini, BWI tentu membutuhkan banyak perangkat, baik yang lunak mauapun yang keras," Kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Rapat Koordinasi Perwakilan BWI se-Indonesia di Jakarta, (15/11). <>

Dalam sambutannya, Nasaruddin mempersilahkan kepada BWI untuk memanfaatkan segala fasilitas Kementerian Agama, mulai dari Kantor Wilayah (Kanwil) di Propinsi hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan. 

Perwakilan BWI yang belum mempunyai kantor sekretariat sendiri, Nasaruddin mempersilahkan untuk memanfaatkan kantor Kementerian daerah di daerah sebagai sekretariat Perwakilan BWI. Begitu juga soal pendanaan, Perwakilan BWI dapat mengajukan permohonan bantuan operasional kepada Kanwil Kemenag yang ada di tingkat provinsi. Sebab, berdasarkan UU No. 41 tahun 2004, BWI mendapatkan bantuan operasional dari Kementerian Agama. 

"Ini sudah legal, jadi tinggal dikomunikasikan saja dengan pihak-pihak yang terkait," tandas Nasaruddin yang juga anggota Dewan Pertimbangan BWI. 

"Saya juga minta kepada Direktur Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama agar Bantuan Wakaf Produktif dan sertifikasi tanah wakaf yang selama ini ditangani oleh Direktorat Wakaf, tahun depan anggaran tersebut dialihkan ke BWI," lanjut Nasaruddin. 

Menurut Nasaruddin, Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama harus mendorong BWI agar tidak jalan di tempat. Karena salah satu kendala dalam pengembangan aset wakaf dan pembinaan nazhir adalah kurangnya alokasi anggaran dana. 

Pihak Kemenag dalam konteks pengembangan wakaf juga akan lebih fokus membantu BWI dalam menerbitkan regulasi perwakafan. Saat ini, Kemenag sedang menggodok Peraturan Menteri Agama tentang pendaftaran harta benda wakaf bergerak selain uang. Sebelum itu, Menteri Agama telah mengeluarkan beberapa Peraturan Menteri Agama tentang pendaftaran wakaf uang, dan Surat Keputusan tentang Penunjukan 8 bank syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BWI Tholhah Hasan menyambut baik langkah yang telah dan akan ditempuh oleh pihak kementerian agama. "Pengembangan wakaf adalah PR kita bersama, BWI tidak bisa bekerja sendirian. Jadi perlu bersinergi dengan pihak-pihak lain, khususnya Kementerian Agama," kata Tholhah.

BWI Pusat selama ini telah bekerjasama dan selalu berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Kini, Perwakilan BWI baik di Provinsi maupun di Kabupaten/kota juga harus bersinergi dengan Kanwil Kementerian Agama.     

Tholhah menyebutkan bahwa saat ini BWI mempunyai 4 perwakilan di tingkat provinsi dan 3 perwakilan di tingkat Kanupaten/Kota. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. Sedangkan perwakilan BWI di tingkat kab/kota adalah Kabupaten Bima (NTB), Kota bogor Jawa Barat, dan Padang Panjang Sumut. 

"Saya menginginkan, perwakilan-perwakilan BWI ini mampu mengoptimalkan aset wakaf yang ada di wilayahnya masing-masing. Juga, harus mampu memotivasi, memfasilitasi, dan mendampingi para nazhir dalam mengembangkan aset-aset wakafnya secara produktif," harap Mantan Menteri Agama era Gus Dur ini. 


Redaktur : Syaifullah Amin

Bagikan:
Rabu 16 November 2011 22:32 WIB
Fatah-Hamas Sepakat Pemilu Mei Mendatang
Fatah-Hamas Sepakat Pemilu Mei Mendatang

Ramallah, NU Online
Akhirnya dua kubu yang telah lama berseberangan di Palestina, Fatah dan Hamas sepakat untuk mengadakan  pemilu pada bulan Mei 2012 mendatang. Kesepakatan tersebut merupakan langkah besar bagi penyatuan Palestina dan mengakhiri keretakan selama empat tahun. 

Presiden Abbas dan Pemimpin Tertinggi Hamas Khaled Mashaal diharapkan menyetujui kesepakatan rencana pemilu secara formal pada 25 November mendatang di Kairo.<>

Juru Runding Senior Fatah, Azzam al-Ahmad mengatakan, kedua belah pihak sepakat merencanakan pemilu. Pembicaraan bagaimana pemilu akan dilakukan akan dibicarakan secara diam-diam dan diharapkan bisa disetujui secara formal  akhir bulan ini. 

Rencana pemilu tersebut meminta masing-masing pihak untuk mempersiapkan  pengambilan suara. Namun sepertinya pemilu akan dilakukan tanpa memasukkan Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad.

Pencopotan Fayyad dalam pemerintahan Palestina, terang al-Ahmad, merupakan pertaruhan besar. Sebab Fayyad merupakan ahli ekonomi lulusan AS yang sangat dihormati di Barat. Dia juga merupakan kunci bagi mengalirnya dana ratusan juta dolar dari bantuan internasional. 

Namun, sayangnya Hamas keberatan dengan masuknya Fayyad dalam pemerintahan. Mereka menganggap Fayyad sebagai pion Barat.



Redaktur : Syaifullah Amin

Rabu 16 November 2011 19:35 WIB
Kemenag terus Tingkatkan Mutu Standar Pencetakan Al-Qur'an
Kemenag terus Tingkatkan Mutu Standar Pencetakan Al-Qur'an

Bogor, NU Online
Dengan jumlah umat Islam di Indonesia sekitar 180 juta jiwa, maka kebutuhan mushaf Al-Qur'an mencapai sedikitnya 36 juta eksemplar dengan asumsi setiap kepala keluarga diharapkan mempunyai minimal satu mushaf. 

"Hal ini merupakan salah satu tantangan besar yang harus dijawab oleh LPQ ke depan," tutur Menteri Agama Suryadharma Ali di Bogor, Selasa (15/11).<>

Karenanya, untuk menjamin mutu pencetakan Al-Qur'an dan menghindari kesalahan cetak, Menag berharap LPQ bekerjasama dengan Lajnah Pentashih Al-Qur'an terus meningkatkan standar mutu tinggi dan pengawasan yang ketat. 

"Sehingga LPQ menjadi lembaga yang amanah dan kredibel serta menjadi rujukan utama dalam pengembangan pencetakan Al-Qur'an tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia muslim lainnya," tutur Menag.

Direktur LPQ, Samidin Nashir mengatakan untuk menjadi lembaga penerbitan dan pencetakan Al Quran yang dibanggakan umat Islam Indonesia tentu masih memerlukan perjuangan dan kerja keras. 

"Sebenarnya kapasitas yang kami miliki dalam satu tahun bisa mencetak 1 juta eksemplar. Namun karena terterbatasan SDM, dalam tiga tahun ini kami baru mencetak Al- Qur'an sebanyak 1.850.000 eksemplar," ucap Samidin.

Namun demikian lanjutnya, LPQ senantiasa menjaga mutu sehingga para klien merasa puas dengan jasa cetak yang diberikan. 

Selain dari jajaran Kemenag, tercatat beberapa pihak telah memanfaatkan jasa cetak LPQ antara lain Pemerintah provinsi Banten, mencetak mushaf Al-Qur'an Al-Bantani dengan total order 109.000 eksemplar, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur 10 ribu eksemplar, Kraton Yogyakarta 5.000 eksemplar mushaf Al-Qur'an Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan yang lainnya.


Redaktur : Syaifullah Amin

Rabu 16 November 2011 19:9 WIB
Kang Said: Satu Kelebihan Gus Dur, Berani
Kang Said: Satu Kelebihan Gus Dur, Berani

Jakarta, NU Online
Meski telah berpulang ke rahmatullah, sosok KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur masih tetap hidup di benak masyarakat Indonesia, terutama warga Nahdlatul Ulama. Salah satu buktinya terwujud dalam kegiatan Simposium Nasional Kristalisasi Pemikiran Gus Dur di Best Western Hotel, Mangga Dua, Jakarta, Rabu, 16 Nopember 2011.

Simposium Nasional tersebut diadakan oleh keluarga besar Gus Dur, dan direncakan digelar sampai Kamis, 17 Nopember 2011. Hadir sebagai pembicara saat pembukaan adalah Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. A. Mustofa Bisri dan Ketua Umum KH. Said Aqil Siroj.

"Kelebihan Gus Dur selaian cakap dan cerdas adalah berani. (Negara) kita ini memiliki banyak orang cerdas, tapi belum ada yang bisa seberani Gus Dur," ungkap Kiai Said dalam sambutannya. <>

Dari pemikiran-pemikiran yang sudah disampaikan Gus Dur, Kiai Said menambahkan, itu menjadi amanah bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama Nahdliyin. Semua pihak berkewajiban melanjutkannya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. "Seperti saya keahlian di mana, itu yang akan saya terapkan dalam melanjutkan  pemikiran Gus Dur. Pemikiran Gus Dur itu amanah untuk kita semua, tidak hanya Nahdliyin, tapi seluruh bangsa Indonesia ini," tegasnya.

Poin terpenting dari pemikiran Gus Dur yang harus dilanjutkan salah satunya terkait pluralisme di Indonesia. Toleransi sebagai sikap yang semestinya dijalankan atas pluralisme di Indonesia tersebut, hingga saat ini masih pada tahap perjuangan agar penerapannya berjalan baik.

"Berangkat dari ahlus sunah wal jamaah, ujungnya nanti adalah kemanusiaan. Gus Dur sudah mengawali dengan membuka bagaimana Indonesia sangat plural, dan sebagai tindak lanjutnya toleransi harus terus  kita perjuangkan untuk diterapkan secara baik," simpul Kang Said, demikian Kiai Said disapa.


Penulis    : Emha Nabil Haroen



IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG