Kiai Zubaidi-Imam Suyono Pimpin NU Mijen

Demak, NU Online
Melalui proses persidangan yang panjang akhirnya KH Zubaidi Ahsan terpilih sebagai Rais Syuriyah dan Imam Suyono sebagai ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Mijen pada konferensi yang berlansung 27/11/2011 di kantor MWC NU Mijen, tepatnya desa Bogorame Kecamatan Mijen.

Saat proses pemilihan Rais Syuriyah maupun Tanfidziyah terjadi persaingan ketat dikarenakan lebih dari dua kandidat yang muncul pada tahap pencalonan baik tanfidziyah maupun syuriyah, namun yang berhak maju ke tahap berikutnya tentunya yang memenuhi tatatertib konferensi yakni mendapat dukungan mi nimal 5 suara sah seperti yang disampaikan panitia Subiyanto ini.<>

“Saat pencalonan rame dikarenakan banmyak kandidat muncul baik syuriyah maupun tanfidziyah,” kata Subiyanto.

Berdasarkan pantauan NU Online, Pada pemilihan syuriyah hanya dua nama yaitu KH Zubaidi Ahsan dan K.Barokah  karena keduanya mendapat 6 suara, setelah babak pencalonan akhirnya KH Zubaidi Ahsan mendapat 9 suara dari 16 suara yang sah dan akhirnya dengan demikian K Zubaidi jadi rais syuriyah.

Setelah pemilihan Syuriyah selesai Pimpinan Sidang melanjutkan dengan pemilihan ketua tanfidziah, tidak kalah serunya pada pemilihan tanfidziah ini dikarenakan muncul 6 kandidat, namun pada proses ini terjadi pemilihan secara aklamasi dikarenakan hanya satu calon yang lolos ke tahap berikutnya yakni K Imam Suyono dengan 8 suara, sedangkan kandidat yang lain kurang dari 5 suara.

Wakil Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) selaku pimpinan sidang H Dachirin Said  pada penutupan acara menyampaikan agar Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziah yang terpilih bisa mengakomodir semua kader NU demi kebesaran jamiyyah Nahdlatul Ulama

“Tolong ketua yang terpilih ini bersama formatur segera melengkapi kepengurusan, dan jangan ada sentimen apapun, semua kader seyogyanya di rangkul dan dimasukkan dalam kepengurusan demi kebersamaan dan kebesaran NU,” tandasnya.

Sedangkan wakil Rois Syuriyah KH Alawi saat memimpin sidang bersama Dachirin juga menegaskan agar pengurus yang baru harus bisa membenahi organisasi dengan baik, menghidupkan semua ranting yang sudah mati.

“Kami mengharap NU bisa dibenahi dengan baik, Ranting harus hidup, komunikasi disemua tingkatkan, panjenengan harus kober,“ tegasnya.


Redaktur     : Mukafi Niam
Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto   

BNI Mobile