IMG-LOGO
Warta

PMII Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia

Ahad 11 Desember 2011 7:5 WIB
Bagikan:
PMII Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia

Bukittinggi, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bukittinggi mendesak aparat penegak hukum untuk terus melakukan penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi yang merugikan rakyat. Pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti, karena belakangan ini semakin banyak kasus korupsi mencuat ke permukaan.

Pernyataan itu ditegaskan Ketua Umum PMII Kota Bukittinggi Nanang Sulaiman didampingi sekretarisnya Novia Nengsih, Jum'at (9/12/2011), berkaitan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Dalam aksinya yang turun ke jalan tersebut, PMII Kota Bukittinggi menyatakan tiga sikapnya.<>

”Pertama, bongkar semua kasus korupsi yang ada di daerah maupun di pemerintahan pusat. Kedua, tangkap kepala daerah di Sumatera Barat yang bermasalah dengan korupsi, dan ketiga, periksa dan tangkap anggota DPR serta penyelenggara negara lainnya yang terlibat kasus korupsi,” kata Nanang.

Ditambahkan, jika penegak hukum lenggah dalam penegakan hukum kasus korupsi ini, maka negara ini bakal hancur. Kekayaan dan uang negara yang digunakan untuk kesejahteraan rakyat, habis dikorup oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sehari sebelumnya, kata Novia Nengsih, diselenggarakan seminar sehari dengan tema komitmen penegak hukum dalam pemberantasan korupsi di Sumatera Barat di aula PGSD UNP Bukittinggi. Tampil sebagai pemateri Kanit Bagian Tipikor Didbreskrim Polda Sumbar Kompol Erlis, Kasi Pidsus Kejari Bukittinggi Karya Braham mewakili Kajati Sumbar.

 

Redaktur     : Syaifullah Amin
Kontributor : Bagindo Armaidi Tanjung 

Bagikan:
Ahad 11 Desember 2011 19:57 WIB
Kampanyekan Islam Demokratis, 'Ibu Revolusi' Raih Nobel Perdamaian
Kampanyekan Islam Demokratis, 'Ibu Revolusi' Raih Nobel Perdamaian

Oslo, NU Online
Kampanye 'Islam tidak mengancam demokrasi' membuat aktivis Yaman meraih nobel  perdamaian. Kampanye Tawakul Karman (32) memicu bangkitnya partai-partai Islamis di pemilu terbaru ‘Arab Spring’. 

"Semua agama menghormati demokrasi," ujar Karman saat menerima penghargaan di Oslo pada Sabtu (10/12) waktu setempat. Ia menerima penghargaan bersama dua wanita asal Liberia yaitu Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf dan Leymah Gbowee. <>

Kampanye Karman dinilai membawa pengaruh besar bagi kehidupan demokrasi di negara-negara Arab. Banyak partai Islam yang menjadi pemenang pada pemilihan umum (pemilu) 'Arab Spring' di tahun ini.  

Pemilu pertama setelah 'Arab Spring' dilaksanakan di Tunisia. Partai Islam Ennahda dinyatakan sebagai pemanang dengan memperoleh 41 persen kursi. Kememangan atas partai Islam juga terjadi di Maroko. Kini, Ikhwanul Muslimin dinobatkan sebagai pemenang pada pemilu Mesir. 

Karman mengatakan bahwa soal demokrasi sebenarnya dari interpretasi dan toleransi yang dibuat oleh pengikut mereka. "Satu-satunya masalah adalah kesalahpahaman dari pengikutnya, entah itu Islam, Kristen, Yahudi atau agama lain. Mereka  seolah mengatakan bahwa ini adalah agama,” kata dia yang kini dijuluki ‘Ibu Revolusi’. 

Mendapatkan julukan "Ibu Revolusi", Karman berharap revolusi yang berlangsung di Yaman akan mengubah citra negaranya di luar negeri yang dianggap sebagai surga teroris.

"Sebelum revolusi, semua orang berbicara tentang terorisme dan Osamah bin Laden. Tapi  setelah revolusi, Anda akan melihat Yaman yang damai, "katanya kepada Reuters.

Karman memainkan bagian penting dalam protes di Yaman yang meminta Presiden Ali Abdullah Saleh untuk mundur beberapa bulan lalu. Nama, Karman mulai mencuat di Yaman setelah aktivis perdamaian ditahan tak lama di hari-hari awal revolusi. 

Dia menjadi tokoh kunci di antara aktivis sejak mereka mulai berkemah di Taghyir Square di pusat Sanaa menuntut berakhirnya kekuasaan keluarga Saleh selama tiga dekade.  

 


Redaktur : Syaifullah Amin

Ahad 11 Desember 2011 18:30 WIB
Tutup Tahun, 2011 Wisudawan TPQ Khataman Al-Qur'an
Tutup Tahun, 2011 Wisudawan TPQ Khataman Al-Qur'an

Martapura, NU Online
Acara khataman Al-Qur'an dan wisuda massal siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) atau TK Al-Qur'an se-Kabupaten Banjar, baru-baru ini, memecahkan rekor. Karena jumlahnya terbesar se-Indonesia. Acara khataman ini diikuti oleh 2011 wisudawan-wisudawati TPQ.

Acara wisuda serentak ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lahir  Kesultanan Banjar ke-507, pekan ini.  “Dari beberapa daerah yang pernah saya ikuti, peserta di Kabupaten Banjar ini terbanyak, tidak hanya untuk Kalimantan, tapi Indonesia. Luar biasa sekali di sini,” terang Direktur Nasional LPPTKA-BKPRMI, Mamsudi Abdurrahman.<>

Menurutnya, hal tersebut membuktikan Kabupaten Banjar merupakan daerahreligius. Ia juga menyatakan penghargaannya kepada Kesultanan Banjar yang dipimpin Raja Muda H Pangeran Khairul Saleh yang begitu perhatian dengan dunia pendidikan agama.

“Saya mengenal beliau sebagai orang yang perhatian dengan dunia pendidikan dini agama, hal ini juga diakui secara nasional. Buktinya, H Pangeran Khairul Saleh ini meraih penghargaan FASI,” terangnya.

Rangkaian peringatan hari lahir ini juga diisi dengan rangkaian acara seminar Budaya Banjar di auditorium IAIN Banjarmasin. Seminar dimoderatori oleh Tajuddin Noor Ganie dengan menghadirkan narasumber Profesor MP Lambut, Datu Mangku Adat Profesor Jantera Kawi dan Profesor Ahmadi Hasan.

Profesor Ahmadi Hasan membawakan makalah ‘Adat Badamai Menurut Undang-Undang Sultan Adam dan Implementasinya pada Masyarakat Banjar pada Masa Mendatang’. Profesor Helius Sjamsuddin membawa tema ‘Sultan Adam Al Wasik Billah: Refleksi dan Aksiologi atas Sejarah Banjar’.

Sementara itu, H Abdurrahman memaparkan mengenai ‘Undang-Undang Sultan Adam sebuah Refleksi tentang Perkembangan Hukum dalam Kerajaan Banjar Masa Lalu’. Dan terakhir MZ Ariffin Anis membawakan tema ‘Undang Undang Sultan sebagai Budaya Tandingan’.

Raja Muda Kesultanan Banjar H Pangeran Khairul Saleh saat membuka seminar mengatakan, misi Kesultanan Banjar pada seminar ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat .

“Ini karena minimnya riset dan diskusi–diskusi tentang sejarah itu sendiri. Sejarah dianggap sebagai masa lalu, kisah nostalgia dan jauh dari modernisme. Padahal bila dilihat, Undang-Undang Sultan Adam (UUSA) telah mampu menjangkau mulai perkawinan, pertanahan, ekonomi dan sebagainya,” ucap Khairul Saleh.




Redaktur : Syaifullah Amin

Ahad 11 Desember 2011 18:0 WIB
PRO KONTRA 'AYAT TEMBAKAU'
LPP NU: Menteri Kesehatan Pro Kepentingan Asing
LPP NU: Menteri Kesehatan Pro Kepentingan Asing

Bandung, NU Online  - Keberadaan 'ayat tembakau' dalam UU Kesehatan yang hingga saat ini tetap dipertahankan oleh Pemerintah, semakin menyudutkan posisi petani. Pemerintah, dengan sikapnya tersebut, dinilai lebih mengutamakan kepentingan asing, dibandingkan melindungi petani tembakau yang secara nyata turut membantu menambah pedapatan Negara.

Ayat tembakau dalam UU Kesehatan tepatnya terletak di Ayat 2 Pasal 113 yang berbunyi "Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif   yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya". Selain dianggap menabrak hukum Islam yang secara tegas menyatakan tembakau halal, regulasi tersebut juga mengancam eksistensi petani dalam menjalankan usahanya.

"Jika bicara dampak terhadap kesehatan, produk buah-buahan impor itu lebih berbahaya. Itu jelas mengandung pestisida berbahaya, kenapa tidak itu yang dilarang beredar, kenapa justru tembakau yang dikekang," tegas Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LPP PWNU) Jawa Barat Dani Riswandi Usman, dalam rapat koordinasi di PWNU Jawa Barat, Jl. Terusan Galunggung No. 9, Bandung, Minggu (11/12). <>

Regulasi terkait tembakau dalam UU Kesehatan, serta rencana disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tembakau, masih kata Dani, menunjukkan bagaimana Pemerintah lebih mengedepankan kepentingan asing untuk diperjuangkan. Pengekangan terhadap pertanian tembakau dianggap tidak akan menekan jumlah perokok, yang apabila hal ini dibiarkan akan menjadikan pemenuhan kebutuhan tembakau diambil alih oleh asing.

"Itu yang paling menakutkan dan harus dilihat secara objektif oleh Pemerintah. Tidak ada jaminan pengekangan tembakau lokal akan menjadikan jumlah perokok turun, menjadikan industri rokok akan bangkrut. Jika itu yang terjadi petani tembakau kita hanya akan jadi penonton di negerinya sendiri," beber Dani menandaskan.

Untuk mengindari kondisi yang semakin menyudutkan petani tembakau,  LPP PWNU Jawa Barat menuntut Pemerintah dan DPR untuk segara melakukan revisi terhadap UU Kesehatan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga diminta turun tangan, dengan memerintahkan pembatalan pengesahan RPP Tembakau.

"Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian juga harus ditegur oleh Presiden. Yang harus Pemerintah catat, kami petani tembakau sudah membantu meningkatkan pendapatan Negara, tapi kenapa kondisi kami disudutkan," tuntas Dani.

Upaya advokasi terhadap petani tembakau sebelumnya sudah dilakukan LPP NU di sejumlah daerah di Indonesia. Sebelum dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, aksi serupa juga sudah digelar di Lampung Tengah, Provisni Lampung, Malang, Jawa Timur dan Tegal, Jawa Tengah.


Penulis: Emha Nabil Haroen

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG