IMG-LOGO
Warta

Wanita Muslim Sedunia Kumpul di Iran

Senin 9 Januari 2012 19:28 WIB
Bagikan:
Wanita Muslim Sedunia Kumpul di Iran

Teheran, NU Online
Festival Internasional Wanita Muslim pertama dibuka dan diresmikan pada Ahad pagi (8/1). Menurut kantor berita IRNA, festival yang digelar di Perpustakaan Nasional Iran ini diikuti oleh perwakilan dari 50 majalah berbagai negara dan 60 majalah lokal.<>

Festival internasional ini khusus dibuat untuk wanita muslim. Ini merupakan festival perempuan internasional pertama dan rencananya akan selalu diadakan setiap tahun.

Ada banyak acara yang digelar dalam acara festival internasional perempuan muslim pertama ini. Salah satunya adalah acara diskusi tentang peran perempuan dalam membangun peradaban Islam. Isu diskusi lainnya soal kebijakan pers dunia Barat dan Islam, melihat gaya hidup Barat dan Islam, dan review perkembangan terbaru dunia Islam.

Pada festival ini, panitia juga menggelar pameran yang merefleksikan gerakan-gerakan Islam di seluruh dunia. Festival diadakan guna membentuk persatuan di antara perempuan muslim sedunia. Festival diharapkan bisa menjadi wadah diskusi dan perkumpulan perempuan muslim dunia.

 


Redaktur : Syaifullah Amin

Bagikan:
Senin 9 Januari 2012 20:36 WIB
NU EXPO
HPNU: Gelaran Expo Langkah Solusi Ekonomi
HPNU: Gelaran Expo Langkah Solusi Ekonomi

Surabaya, NU Online
Himpunan Pengusaha NU (HPNU) yang berada di bawah binaan Lembaga Perekonomian NU itu akan menggelar acara Rembuk Nasional Saudagar NU dan NU Expo 2012 di Grand City, Surabaya, selama empat hari, mulai 26-29 Januari mendatang.

Sekretaris Jenderal HPN, H Ahmad Ruful H, menjelaskan, selain sebagai salah satu langkah mencari solusi di bidang ekonomi, acara itu juga merupakan upaya menindaklanjuti rintisan para pendahulu NU yang mengorganisasikan aktivitas ekonominya melalui "Nahdlatut Tujjar" (Kebangkitan Saudagar).<>

"Rembuk nasional saudagar NU dan NU Expo itu merupakan salah satu acara untuk mencari solusi bangsa ini dalam bidang ekonomi," kata HA Ruful, dalam konfrensi pers di kantor PWNU Jatim, Senin (9/1) siang.

Acara ini direncanakan akan dibuka oleh Wakil Presiden Boediono. Dalam kesempatan itu, Wapres juga akan menandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan sejumlah negara yang bertransaksi dengan para pengusaha NU yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha NU (HPN).

Selain itu, panitia juga mengundang lima menteri sebagai narasumber yakni Menteri BUMN, Menteri Pariwisata, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Keuangan, dan Menteri Perdagangan, serta Ketua Mahkamah Konstitusi.

"Acara yang akan dihadiri para pengusaha NU itu akan menyosialisasikan program-program pengembangan perekonomian warga NU dan ekonomi kerakyatan versi NU untuk disumbangkan kepada pemerintah," katanya.

Ia menambahkan HPN selama ini berupaya meningkatkan kualitas para pengusaha NU, di antaranya masalah "networking". "Misalnya, bagaimana kita memberdayakan yang kecil dan membuat nyaman yang besar?," katanya.

"Acara ini juga akan diikuti oleh Ketua Kadin Taiwan serta pengusaha dari Timur Tengah, juga dari Spanyol, Amerika, dan beberapa negara lainnya," kata Wakil Ketua  HPN bidang Hubungan Kerja Sama Luar Negeri Saimi Saleh.

Menurut Saimi, dalam acara itu, selain akan membahas strategi saudagar NU dalam ikut membantu pengentasan kemiskinan umat, juga akan mengusahakan terjadinya penambahan kerja sama antara pengusaha NU dan pengusaha dari luar negeri. 

Dia mencontohkan, dalam Expo nanti, setidaknya juga akan dilakukan penandatanganan MoU antara pengusaha Spanyol dan salah satu pengusaha NU untuk melakukan ekspor produk lampu ke Spanyol.

Dalam NU Expo 2012 akan disediakan 206 stand indoor dan 50 stand outdoor dari berbagai macam produk berstandart internasional meliputi produk UKM, industri kreatif dan produsen seluruh Indonesia serta luar negeri. 

Kegiatan ini ingin mengulang kesuksesan Rembug Saudagar NU dan NU Expo yang 2011 lalu digelar pertama kali di Jakarta. "Ini gelaran yang kedua setelah pada Juni 2011 lalu kita gelar acara serupa di Jakarta," terang Roful.

"Organisasi ulama untuk kemaslahatan umat, tidak hanya sebatas untuk kemaslahatan pedagang," kata Ketua PWNU Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah saat mengikuti konfrensi pers tersebut.

Kiai Mutawakkil, menandaskan, sudah saatnya NU diuji soal Ekonomi Kebangsaan sebagai upaya menindaklanjuti rintisan para pendahulu NU yang mengorganisasikan aktifitas ekonominya melalui Nahdlatut Tujjar.

"Nahdlatut Tujjar perlu melakukan pembinaan ekonomi dan memberikan sumbangsih terbesar untuk kekuatan ekonomi," harap Kiai Mutawakkil.

 


Redaktur     : Syaifullah Amin
Kontributor : Abdul Hady JM

Senin 9 Januari 2012 17:23 WIB
Indonesianis : Masih ada Prasangka Buruk terhadap Islam
Indonesianis : Masih ada Prasangka Buruk terhadap Islam

Jakarta, NU Online
Indonesianis asal Australia Greg Barton mengatakan Indonesia bisa menjadi duta Islam di masa mendatang dan menjadi teladan karena negeri ini bisa mencapai demokrasi dengan damai tanpa intervensi militer.

Namun demikian, selalu masih ada prasangka buruk terhadap Islam yang disematkan oleh Barat. Terutama terkait dugaan terorisme. <>

Demikian kesimpulan yang disampaikan penjabat Direktur Pusat Islam dan Dunia Modern dari Monash University, Australia, Prof Greg Barton dalam diskusi antar umat beragama yang diselenggarakan KBRI Phnom Penh seperti siaran pers-nya di Jakarta, Senin (9/1).

Menurut Greg, meskipun Islam pada masa lalu memberikan sumbangan cukup besar untuk ilmu pengetahuan seperti ilmu perbintangan, ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya, namun saat ini banyak faktor yang menyebabkan citra buruk Islam di dunia modern terutama di Barat.

"Masih terdapat prasangka buruk terhadap Islam di Barat khususnya terkait dengan terorisme," katanya.

Greg juga mengatakan sumbangan Islam pada demokrasi Indonesia jauh lebih signifikan daripada yang terduga sebelumnya. Indonesia pada 2011, katanya, merupakan teladan yang menonjol buat negara-negara pada pusatnya Dunia Islam yang mengalami tuntutan Arab Spring.

"Walaupun jauh dari sempurna Indonesia sebenarnya mencapai demokrasi dengan damai, tanpa intervensi militer dan dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata Prof. Greg Barton.

Sangat dekat dengan tokoh-tokoh islam di Indonesia, salah satunya Presiden RI ke-4 Abdrurrahman Wahid yang akrab disapa dengan Gus Dur. Pada 2002 Prof. Greg menulis buku biography Gus Dur berjudul 'Abdurrahman Wahid, Muslim Democrat, Indonesian Democrat. Indonesian President: a view from the inside'.

 


Redaktur : Syaifullah Amin 

Senin 9 Januari 2012 16:21 WIB
Kembangkan Ekonomi Islam, Salam World Gandeng NU
Kembangkan Ekonomi Islam, Salam World Gandeng NU

Istanbul, NU Online
Cuaca kota Istanbul, Turki yang cerah, Sabtu (7/1), menjadi pertanda baik bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan Salam World. Keduanya memadu kerja sama yang saling menguntungkan bagi pengembangan budaya dan ekonomi Islam.

Nota kesepahaman (MoU) diteken langsung Chairman Salam World, Ustaz Abdul Vakhid Niyazov dan Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj di kantor pusat Salam World yang terletak di pinggir selat Bosporus.<>

"Setelah diawali dengan salat Dzuhur berjamaah dan perbincangan tentang seluk beluk Salam World, keduanya membubuhkan tanda tangan di depan para wartawan internasional maupun lokal," ungkap Muhamad, seorang pejabat Salam World melalui surat elektronik dari Turki kepada NU Online, Ahad (8/1).

Menurut Muhammad, Ustaz Abdul Vakhid Niyazov asal Rusia yang belum lama ini berkunjung ke Indonesia dan bersilaturahim dengan sejumlah tokoh Indonesia mengungkapkan kegembiraannya atas penandatanganan MoU dengan PBNU 7 Januari lalu.

"Semua ini memberikan bobot yang makin mantap bagi Salam World yang rencananya diluncurkan medio tahun ini. Langkah kami makin tegak dengan bergabungnya NU dalam kerja sama yang saling menguntungkan," ungkap Niyazov seperti dikutip Muhammad dalam rilisnya.

Sementara itu, Ketua umum PBNU Prof Dr KH Said Agil Siradj yang baru tiba di Istanbul Sabtu dini hari itu mengungkapkan antara Salam World dan Nahdlatul Ulama dapat berjalan seiringan karena memiliki tujuan dan basis yang sama. Keduanya bisa bergandeng tangan membangun peradaban dan menjadi jembatan umat Islam dalam kancah internasional. Meskipun dalam medan yang berbeda, namun keduanya dapat saling mengisi dan melengkapi.

"Nahdlatul Ulama (NU) dapat menyebarkan ide-ide besarnya ke seluruh dunia melalui situs Salam World, sedangkan Salam World bisa mengajak warga NU yang jumlahnya jutaan menjadi penggunanya. Sikap toleransi, hidup rukun dan berkeadilan menjadi landasan kita," ungkap Kiai Aqil

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Aqil menyatakan, setelah melalui pendalaman substansi konsep MoU dan juga melakukan modifikasi sesuai kebutuhan, maka Ketua PBNU tersebut menyatakan kesediaannya menjadi anggota Executive Board Salam World yang berpusat di Turki. Salah satu tugasnya adalah memberikan masukan bagi arah kebijakan perusahaan.

Sekretaris Jenderal PBNU, H Marsudi Syuhud menambahkan, MoU diniati dengan ketulusan dan saling percaya. Diharapkan dari sini akan berkembang kerja sama lain seperti di bidang ekonomi dan keagamaan.

Lebih lanjut Muhammad menjelaskan, Salam World merupakan situs jejaring sosial berbasis Islam dan berkonten halal pertama di dunia. Diharapkan, situs ini nantinya akan menjadi salah satu alternatif bagi para pengguna internet yang kadang merasa tidak aman dengan konten yang terlalu bebas.

Di antara yang sudah bergabung dalam Salam World adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin dan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad.




Redaktur : Syaifullah Amin

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG