PMII Guluk-Guluk Siap Usung Kandidat Konfercab Sumenep

PMII Guluk-Guluk Siap Usung Kandidat Konfercab Sumenep

Sumenep, NU Online
Keterlibatan komisariat PMII Guluk-Guluk dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Sumenep pada Ahad keempat Januari mendatang merupakan suatu kemestiaan. Konfercab bukanlah sebatas momentum pemilihan ketua cabang, melainkan juga guna merumuskan sistem kaderisasi PMII Sumenep ke depan secara matang.

Demikian disampaikan ketua komisariat PMII Guluk-Guluk, Sumenep, Achmad Daniyal saat memimpin rapat persiapan Konfercab Sumenep, Senin (9/1) sore. Rapat yang ditempatkan di komisariat PMII Guluk-Guluk tersebut dihadiri oleh 18 orang, terdiri dari 4 pengurus PC PMII Sumenep, 4 pengurus komisariat PMII Guluk-Guluk, 4 orang dari kader angkatan 2008, dan 6 orang dari kader angkatan 2009.
<>
“Sebenarnya saya sudah mengundang semua pengurus komisariat, tapi mereka banyak yang berhalangan hadir karena kesibukan,” ungkap Dadang, panggilan akrab Achmad Danial.

Menurut Dadang, salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut ialah untuk membangun komitmen kader-kader PMII Guluk-Guluk terkait dengan Konfercab Sumenep.

“Saya ingin memastikan apakah sahabat-sahabat sebagai perwakilan dari pengurus dan kader angkatan ini sudah punya komitmen untuk terlibat aktif dalam Konfercab Sumenep nanti,” papar Dadang serius.

“Dari itu, sekali lagi, saya ingin bertanya apakah sahabat-sahabat siap mendukung untuk mengusung kandidat dari komisariat Guluk-Guluk dalam Konfercab Sumenep nanti?” tanya Dadang sembari menebarkan pandangannya kepada semua hadirin.

Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya forum sepakat agar komisariat PMII Guluk-Guluk mengusung kandidat atau calon dalam Konfercab PMII Sumenep.

Sebagaimana diungkap di atas, ada 4 orang dari PC PMII Sumenep yang hadir pada rapat tersebut. Mereka adalah Muhammad Tsabit, Syafiqurrahman, Abd Warits, dan Fathorrahman. Semuanya merupakan kader komisariat PMII Guluk-Guluk yang sedang mengemban amanah di PC PMII Sumenep.

“Keempat senior ini sudah melakukan musyawarah. Dan mereka mengamanahkan kepada sahabat Muhammad Tsabit untuk menjadi kandidat dari komisariat PMII Guluk-Guluk pada Konfercab Sumenep nanti,” tegas Dadang.

Lebih dari itu, Muhammad Tsabit sudah mendapat restu dari salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah yang juga pernah menjadi aktivis PMII Jember, KH A Warits Ilyas.

Bersama Ahmad Taufiqil Aziz dan Syamsuni, kader komisariat PMII Guluk-Guluk, Muhammad Tsabit sowan kepada kiai Warits, panggilan KH A Warits Ilyas.

“Beliau merestui dengan catatan kalau Muhammad Tsabit nanti terpilih sebagai ketua PC PMII Sumenep, maka ia harus siap menerima kritikan dari berbagai pihak, untuk kemudian kritikan tersebut dijadikan refleksi-aksi atas kepemimpinannya,” ujar Aci’, panggilan akrab Ahmad Taufiqil Aziz.

“Penting pula diinformasikan, berkisar sudah 5 periode komisariat PMII Guluk-Guluk berhasil terpilih di Konfercab. Hanya saja, pada Konfecab kemarin kita kalah,” kata Dadang.

Pada kesempatan tersebut, kader-kader komisariat PMII Guluk-Guluk melakukan refleksi atas kepemimpinan Rusman Hadi sebagai ketua PC PMII Sumenep dari komisariat STKIP saat ini. Secara bulat mereka menilai gagal kepemimpinan Rusman Hadi.

“Kontroling terhadap pemerintahan Sumenep yang masih timpang sangat lemah. Begitu halnya pengayoman terhadap kader-kader,” ujar Syafiqurrahman dengan wajah kalemnya.

Dari kepemimpinan Rusman Hadi, lanjut mantan ketua LPM Instika itu, tidak ada pengayoman sama sekali terhadap kader-kader komisariat PMII Guluk-Guluk. Masih tebang pilih!

Tapi hebatnya, kata karyawan Instika yang memiliki istri cantik itu, komisariat PMII Guluk-Guluk tetap bisa mandiri. Kader-kader tetap semangat berproses di PMII secara sungguh-sungguh dan mampu melakukan kajian secara inten.

“Demi efesien waktu, kita minta langsung Muhammad Tsabit untuk berbicara mengapa dia siap mencalonkan diri dalam Konfercab nanti,” pesan Syafiqurrahman kepada forum.

“Saya pikir sebelum ke itu, kita rumuskan rekomendasi dulu terkait dengan apa yang akan dibawa kandidat nanti. Saya khawatir nantinya kalau ia lolos sebagai ketua, justru tidak ada bukti nyata demi perbaikan PMII ke depan,” tegas Aci’ sembari memainkan laptop yang dipinjam dari temannya.

“Tak usah muluk-muluk lah, persoalan rekomendasi bisa dipertegas di Konfercab nanti,” kata Syafiqurrahman.

Komitmen Perubahan

Akhirnya, setelah melewati perdebatan yang melelahkan, akhirnya forum mempersilakan Muhammad Tsabit untuk menyampaikan hal apa saja yang ada dalam pikirannya.

Banyak hal yang disampaikan Muhammad Tsabit terkait dengan kesiapan dirinya diusung sebagai kandidat oleh komisariat Guluk-Guluk dalam Konfercab Sumenep.

“Saya merasa gelisah menyaksikan PMII Sumenep yang tidak bertaring lagi. Di samping itu, saya juga berkomitmen membangun perubahan secara mendasar. Semisal, tidak pilih kasih untuk mengayomi komisariat-komisariat yang ada di Sumenep,” ujarnya.

Satu tahun kepemimpinan Rusman Hadi, amat terlihat sekali kurangnya pengayoman terhadap kader-kader dari semua komisariat yang tersebar di Kabupaten Sumenep.

“Dari hasil bincang-bincang saya dengan para senior PMII Sumenep, mereka mengharuskan agar dari komisariat Guluk-Guluk ada kandidat dalam kompetisi Konfercab nanti,” kata Muhammad Tsabit.

Uraian di atas, tambah mahasiswa tua yang tak juga sarjana itu, tidak lepas pula dari penilaian kiai Warits. Kiai Warits mengamini melemahnya pergerakan dan sepak terjang PMII Sumenep pada masa kepemimpinan Rusman Hadi.

Menariknya, Muhammad Tsabit juga berniat bulat untuk menjadikan Konfercab kali ini tidak kental dengan nuansa politik.

“Saya sudah bicara dengan calon-calon yang dari komisariat lainnya. Saya dan mereka sangat terbuka dan sepakat agar setelah Konfercab nanti tidak terjadi sesuatu sebagaimana terjadi sebelumnya: mengorbankan kader hanya demi melampiaskan ambisi pribadi,” tegasnya.

“PMII bukanlah partai politik,” tandasnya.

Dari itulah, Muhammad Tsabit, kalau terpilih sebagai ketua nanti, akan merangkul semua kalangan. Tidak pandang dari komisariat manapun, ia akan beri wadah dalam kepengurusan cabang. Demi kemajuan PMII Sumenep ke depannya.

Fathorrahman, senior PMII yang tak juga melepaskan masa lajangnya, memberi satu catatan penting kepada Muhammad Tsabit.

“Jadikanlah Konfercab ini sebagai ajang pembelajaran, bukan politik praktis. Kalah dijadikan politik praktis, ketika kalah, maka akan terjadi frustasi yang luar bisa,” katanya sok bijak.

Ada pesan penting yang disampaikan Muhammad Tsabit sebelum pertemuan itu diakhiri.

“Saya menginginkan solidaritas di PMII. Saya berharap tetap satu suara karena akan menjadi pertimbangan besar dalam kepengurusan cabang nantinya,” katanya.

Pertemuan tersebut memakan waktu yang tak singkat. Azan Magrib berkumandang, para aktivis PMII itu tidak langsung bubar. Hujan yang begitu deras membuat mereka tidak pulang atau kembali ke pondok pesantren Annuqayah secepatnya.

 
Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam

BNI Mobile