PMII Guluk-Guluk Galakkan Penghijauan

PMII Guluk-Guluk Galakkan Penghijauan

Sumenep, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Guluk-Guluk mendapat bantuan bibit dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) kabupaten Sumenep. Bantuan yang diberikan berupa 500 bibit pohon jati, 470 bibit pohon Sengon, 32 bibit nangka, 8 bibit rambutan, dan 5 bibit mangga.

Secara simbolis, bantuan tersebut diberikan oleh Kepala UPT. Dishutbun kecamatan Guluk-Guluk, Khairul Shaleh, kepada Ketua Umum PK. PMII Guluk-Guluk, Ahmad Daniyal, Sabtu (21/01) jam 10.45 di kantor UPT setempat. Penyerahan tersebut disaksikan oleh sekitar 20 kader PMII Guluk-Guluk.
<>
Dalam kesempatan itu, Ahmad Daniyal menyatakan bahwa keseluruhan bibit yang ada tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat dan juga kader PMII Guluk-Guluk secara gratis. Ia tidak akan memungut biaya sepeser pun, sekalipun untuk sekadar biaya transportasi. Menurutnya, langkah PMII ini merupakan aplikasi nyata dari konsep “hablum minal Alam” yang terdapat dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, serta untuk turut meminimalisir terjadinya pemanasan global.

Sementara Khairul Shaleh selaku Kepala UPT Dishutbun Guluk-Guluk mengaku sangat apresiatif terhadap langkah PMII tersebut. Ke depan, PMII akan menjadi mitra yang baik dalam ikut serta melakukan penghijaun lingkungan. Apalagi pemerintah sendiri mempunyai program yang melibatkan pelajar dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT).

“Ke depan, setiap tahun silahkan PMII ajukan proposal kepada Dishutbun Kabupaten Sumenep. Bibit apa saja yang dibutuhkan, serta berapa jumlah yang diinginkan. Kita siap membantu. Tapi, jangan sampai hal ini meninggalkan kuliah,” pungkasnya.

Ia juga mengharapkan agar kerjasama dengan PMII bisa berlanjut. Semisal, PMII mengadakan acara seremonial dengan mengundang Bupati dan pejabat pemerintah yang berwenang, guna melakukan penghijauan bersama masyarakat. “Masalah dana, kita siap membantu,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Dadang—panggilan akrab Achmad Daniyal—mengaku siap untuk bekerjasa sama dengan siapa pun selagi dapat memberdayakan masyarakat, termasuk dengan Dishutbun ini. Kerjasama seperti ini akan terus digalakkan untuk melakukan penghijauan lingkungan.

Sementara itu, dalam sesi dialog sebelum penyerahan secara simbolis dilangsungkan, peserta mempertanyakan tentang terbatasnya ragam bibit yang didapatkan. Padahal, yang banyak dibutuhkan masyarakat seperti rambutan, mangga, dan bibit pohon yang bisa ditanam di pekarangan.

Menanggapi itu, Khairul Shaleh menyatakan bahwa sebetulnya bibit yang ada banyak macamnya. “Sayangnya, teman-teman PMII agak terlambat mengajukan proposal. Akibatnya, hanya itu yang didapatkan,”jelasnya.

Meski demikian,pada prinsipnya baik masyarakat maupun kader PMII merasa senang terhadap bantuan bibit ini. Hal ini diungkapkan oleh Zubaidah, mahasiswi semester III Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk.  “Alhamdulillah, semoga bermanfaat untuk bekal masa depan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Helliyah, Mahasiswi semester I Instika.  Ia mengaku sangat apresiatif terhadap langkah PMII ini. “Saya rasa, pemberian bibit ini merupakan salah satu langkah nyata dari PMII Guluk-Guluk untuk mengamalkan NDP PMII. Hal ini sebagai awal bagus dan saya harap bisa dipertahankan,” ujarnya Sabtu (21/01) siang.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Paisun, Kamil Akhyari

BNI Mobile