NU Usulkan Sanksi Moral untuk Public Figur Pengguna Narkoba

NU Usulkan Sanksi Moral untuk Public Figur Pengguna Narkoba

Jakarta, NU Online - Nahdlatul Ulama sebagai civil society terbesar di Indonesia terus menggelorakan jihad terhadap peredaran Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba) di Indonesia. NU mengusulkan adanya sanksi moral kepada public figur pengguna dan pengedar Narkoba, sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran yang semakin luas.

Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Enceng Shobirin, dalam penandatanganan kerjasama pemberantasan Narkoba bersama Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) mengatakan, sejauh ini public figur pengguna dan pengedar Narkoba terkesan masih bebas beraktifitas di tengah masyarakat. Kondisi ini dikhawatirkan memunculkan penilaian, menggunakan Narkoba bukanlah kejahatan yang layak mendapatkan sanksi tegas.

"Oleh karena itu saya fikir perlu kita menggandeng KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) untuk memberikan sanksi moral kepada artis (public figur) pengguna Narkoba. Ini penting agar masyarakat bisa mendapatkan contoh yang baik," kata Enceng dalam pertemuan di Lantai V Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No.164, Jakarta Pusat, Selasa (31/1). <>

Public figur pengguna Narkoba yang tidak mendapatkan sanksi tegas dianggap bisa menjadi contoh buruk, terutama di Indonesia yang masyarakatnya mudah terpengaruh oleh tayangan di layar kaca atau media hiburan lainnya.

"Keluarga adalah elemen terkecil di masyarakat yang mudah kita jangkau untuk mencegah peredaran Narkoba semakin meluas. Masalahnya, keluarga juga jadi penikmat layanan hiburan yang sangat rentan terpengaruh hiburan itu sendiri," jelas Enceng.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Granat Henry Yosodiningrat mengaku siap menindaklanjuti usulan yang disampaikan NU. Kerjasama dengan NU untuk mencegah peredaran Narkoba semakin luas dianggap sebagai langkah tepat, karena keberadaannya yang mengakar hingga tingkatan terendah di masyarakat.

"Yang terpenting sudah terjalin kerjasama. Soal teknis (kerja) nanti bisa kita rumuskan bersama-sama," ujar Henry.

Henry juga menyampaikan, peredaran Narkoba di Indonesia saat ini sudah peda tutik yang sangat mengkhawatirkan, sehingga dibutuhkan keterlibatan bersama seluruh elemen masyarakat untuk pemberantasannya. "Tidak kurang ada lima puluh anak bangsa ini yang meninggal dunia setiap harinya karena Narkoba.   Pemberantasannya dibutuhkan keseriusan bersama," tegasnya.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj juga menyambut baik terjalinnya kerjasama dengan Granat.   Pemberantasan Narkoba, yang saat ini sudah menjadi permasalahan pelik Pemerintah, dianggapnya memang membutuhkan peranan semua pihak, termasuk Organisasi Kemasyarakatan.

"Negara sebesar apapun tetap harus melibatkan civil society untuk mengatasi permasalahan yang ada," ungkap Kiai Said.

Kiai Said juga berpesan pentingnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, agar pemberantasan Narkoba bisa menuai keberhasilan. "Tidak hanya ke Granat, ke NU dan semua Nahdliyin saya ajak untuk bersama-sama menjauhi Narkoba. Ibaratnya kalau kita mau menyapu, ya sapunya juga harus bersih," tuntasnya.


Penulis: Emha Nabil Haroen

 

 

*) Keterangan Foto: Ketua Umum PBNU dan Ketua Umum DPP Granat Henry Yosodiningrat usai penandatanganan kerjasama pemberantasan PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Turut menyaksikan penandatanganan tersebut adalah Pembina Granat Komjend (Purn) Togar Sianipar.

BNI Mobile