IMG-LOGO
Warta

BMT SM NU Kramat, dari 8 Juta menjadi 25 Milyar


Senin 6 Februari 2012 11:01 WIB
Bagikan:
BMT SM NU Kramat, dari 8 Juta menjadi 25 Milyar

Tegal, NU Online
Bermula dari modal yang hanya 8 juta, kini Baitul Mal wat Tamwil Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama atau sering disebut BMT SM NU kecamatan Kramat kabupaten Tegal sekarang sudah mencapai 25 Milyar.
 
“Alhamdulilah BMT SM NU kecamatan Kramat mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari modal awal yang hanya 8 juta kini sudah 25 Milyar. Semua adalah keutamaan dari Allah dan kesungguhan pengurus, kata H Zubaidi, ketua pengurus BMT SM NU kepada NU Online, di kantornya jl Bongkok Kramat kabupaten Tegal, kemarin (4/2).
 <>
BMT yang berdiri tahun 2001 ini lanjut Zubaidi, awalnya didirikan karena untuk memperoleh sumber dana untuk membiayai kegiatan MWC NU kecamatan Kramat. Setelah beberapa pertemuan dengan pengurus ranting, disepakati mendirikan koperasi, namun pada saat konferensi NU cabang kabupaten Tegal, salah satu keputusanya mencanangkan berdirinya BMT di setiap MWC, sehingga koperasi diganti dengan nama BMT tetapi badan hukumnya tetap koperasi.
 
“Pada bulan April 2001 ternyata dari pengurus ranting struktural mereka tidak bisa menyetorkan simpanan pokok sebagai modal awal BMT, sehingga dicari beberapa nahdliyin di luar struktural untuk bergabung mendirikan BMT. Pada bulan Mei tanggal 11 dan 18 diadakan rapat pengumpulan untuk kesiapan anggota menyetorkan simpanan pokok. Dari 28 orang yang hadir ternyata hanya 22 yang memberikan simpanan pokok sehingga terkumpul 8 Juta,“ kata Zubaidi menceritakan saat awal berdirinya BMT.
 
Dari modal 8 juta ternyata mengalami perkembangan yang sangat signifikan, BMT banyak menggarap segmen pasar tradisional sebagai sasaran utama yang jarang bahkan sama sekali tidak terakses oleh lembaga perbankan.
 
“Keunggulan menggarap segmen pedagang tradisional sebagai sasaran utama adalah calon anggota (pedagang pasar) yang akan mengajukan pembiayaan tidak perlu meninggalkan aktifitas dimana proses pendaftaran, pencairan maupun angsuran dapat dilakukan petugas BMT dengan sistem jemput bola,” jelas Zubaidi.
 
Keunggulan lain, lanjutnya, penagihan lebih mudah karena yang diberi pembiayaan adalah komunitas pedagang pasar yang setiap hari di lingkungan pasar. Begitu juga perputaran dana dari segi membiayai dengan bergilir antar pedagang lebih cepat dan mudah. Apabila pedagang A dianggap sudah maju dan bisa jalan usahanya, bisa berganti ke pedagang B dan seterusnya, bahkan pindah ke beberapa pasar tradisinal lain.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Fatah

Bagikan:
IMG
IMG