Melawan Penjajahan Modern

Melawan Penjajahan Modern

Pamekasan, NU Online
Penjajahan fisik telah tiada. Bangsa Indonesia telah terlepas dari belenggu kolonialisme. Bangsa Indonesia pun bebas menentukan arah hidupnya. Namun, bangsa Indonesia kini tak mampu melepaskan dirinya dari jeratan penjajahan modern, yaitu penjajahan melalui elektronik yang mampu menggerus moralitas para pemudanya.<>

Penjabaran di atas, cukup mengemuka dalam amanat Pembina Upacara yang disampaikan Waka Kurikulum SMA Islam Miftahul Ulum M Rasul, kepada ratusan siswa SMP dan SMA Islam Miftahul Ulum, Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan, Senin (13/2). 

Acara upacara mingguan tersebut ditempatkan di halaman Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Miftahul Ulum, dan atau di halaman masjid Baiturrahman.

Lebih lanjut, M Rasul menyatakan bahwa pemuda tidak boleh terjajah oleh budaya-budaya yang tidak sesuai dengan norma, baik itu norma yang berasal dari agama, masyarakat, dan negara.

“Selaku pemuda, kalian harus mampu melawan penjajahan modern yang berpangkal dari pengaruh elektronik,” ujar M Rasul.

Terlepas dari dampak positifnya, elektronik sebagai anak globalisasi seperti internet, handphone, dan sejenisnya dapat menggerus moralitas para pelajar.

“Bukan rahasia lagi, lantaran kecanggihan elektronek, para pelajar meniru tradisi tak baik dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.


Berkait kelindan dengan itu, ujar M Rasul, persoalan moralitas tersebut juga merambat pada kehidupan keluarga, lembaga pendidikan, dan sebagainya. Tak sedikit keluarga dan atau lembaga pendidikan rusak karena moralitas orang-orang yang berada di dalamnya juga rusak.


“Oleh karena itu, penting kiranya dipertegas kembali hadis nabi yang berbunyi sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” ujar M Rasul.Selain itu, tokoh desa tersebut menyinggung Ujian Nasional.

“Saya berharap, kalian yang sudah kelas 3 konsentrasi belajar untuk menyongsong datangnya UN yang sudah dekat. Sedangkan kelas 1 dan 2, supaya belajar dengan tekun guna mempersiapkan diri sebelum kelas akhir nantinya,” katanya. 

 


Redaktur       : Syaifullah Amin
Kontributor   : Hairul Anam

BNI Mobile