IMG-LOGO
Warta

Dua Kader NU IPB Ikuti Sidang Terbuka Ujian Doktor

Rabu 15 Februari 2012 9:40 WIB
Bagikan:
Dua Kader NU IPB Ikuti Sidang Terbuka Ujian Doktor

Bogor, NU Online
Dua kader NU Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Ir Ifan Haryanto, MSc, dan Ir Alfian Futuhulhadi, MSi, pada Rabu (14/2) dan Kamis (15/2) dijadwalkan mengikuti sidang ujian terbuka program doktor, untuk mempertahankan disertasinya masing-masing di hadapan tim penguji dan dewan guru besar IPB.

Promovendus Ifan Haryanto yang akan diuji pada sidang terbuka Rabu merupakan mahasiswa S3 Program Studi Ekonomi Pertanian Pascasarjana IPB. Sedangkan Alfian Futuhulhadi tercatat sebagai mahasiswa S3 Ilmu Statistik.
<>
Ifan Haryanto mempertahankan disertasi dengan judul “Dampak Investasi Infrastruktur Transportasi Terhadap Penyerapan Kerja Sektor Industri dan Distribusi Pendapatan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat”, dengan lokasi ujian bertempat di Ruang Anggrek Wing 10 Level 5, kampus IPB Darmaga.

Bersama sejumlah aktivis mahasiswa dan para akademisi IPB, Ifan Haryanto tercatat sebagai salah satu motor penggerak kegiatan-kegiatan NU IPB yang sangat menggeliat sejak 2007 hingga sekarang, melalui wadah Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).

KMNU aktif menggalang kaderisasi di IPB. Setiap minggu KMNU menyelenggarakan kajian isu-isu aktual melalui forum “bahtsul masail”. KMNU juga aktif melakukan safari dari pesantren ke pesantren lainnya, yang tersebar di Kabupaten, dan Kota Bogor. Keberadaan KMNU cukup efektif dan bisa diterima oleh civitas akademika IPB. Setiap tahun ratusan kader bergabung dengan KMNU.

Selain aktif mendorong kaderisasi KMNU, Ifan juga aktif dalam komunitas profesional muda “NU Circle”, yang berbasis di Cililitan, Jakarta. Sejak 2008 hingga kini, NU Circle cukup aktif dalam memberdayakan potensi profesional NU, dengan mentor utama, Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi. Sejumlah intelektual dan aktivis LSM bergabung dengan NU Circle, yakni  Yudi Latif, Teten Masduqi, dan tokoh-tokoh lainnya.

Ifan Haryanto juga tercatat sebagai salah satu pelopor Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) di Eropa. Ia pernah mengabdi di PCI NU Inggris dengan mengemban amanah sebagai sekretaris tanfidziyah.

Sementara itu Promovendus Alfian Futuhulhadi yang mempertahankan disertasi ilmu statistik mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul “Model Statistik untuk Pemuliaan Tanaman”, yang disidangkan secara terbuka di Ruang Sidang Lantai 6, Gedung Andi Hakim Nasution, kampus IPB Darmaga.

Alfian Futuhulhadi tercatat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang digagas KMNU IPB dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, pada 1997-1998, Alfian tercatat sebagai Ketua Umum PMII Cabang Bogor.

Alfian tak lain putra bungsu dari sembilan bersaudara dari tokoh NU, KH Muhith Muzadi, dan keponakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Ujian terbuka disertasi Promovendus Ifan Haryanto maupun Alfian Futuhulhadi dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh, intelektual, dan aktivis muda NU, baik dari lingkungan IPB maupun dari PBNU.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Ahmad Fahir

Bagikan:
Rabu 15 Februari 2012 21:15 WIB
Ribuan Surat Nikah 'Kedaluwarsa' Dibakar Kementrian Agama
Ribuan Surat Nikah 'Kedaluwarsa' Dibakar Kementrian Agama

Blitar, NU Online
Kementerian Agama Kota Blitar, Jawa Timur, memusnahkan ribuan surat nikah yang sudah habis masa registrasinya. Pemusnahan dengan pembakaran itu demi mencegah pemanfaatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.<>

"Pemusnahan ini sudah sesuai dengan surat dari Kementerian Agama, yang meminta agar surat nikah yang sudah habis masa registrasinya dimusnahkan," kata Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Tenaga Kerja Kementerian Agama Kota Blitar, M Didik Suharmanto, di Blitar, Rabu (15/2).

Ia mengatakan, jumlah surat yang dimusnahkan itu mencapai 1.459 surat yang terkumpul dari tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar. Rencananya, seluruh surat itu akan diganti dengan format baru sehingga yang lama harus dimusnahkan.

"Nanti, akan dibuat dengan yang baru. Saat ini, sudah ada surat yang baru, dengan format yang berbeda, namun isi sama," katanya menegaskan. 

Ia juga mengatakan, surat-surat tersebut belum terisi data dari calon pengantin yang hendak menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Sebelum pembakaran, secara administrasi, calon-calon pasangan yang hendak menikah sudah diurus dan tuntas.

Dalam pemusanahan ini, selain diikuti oleh petugas dari Kementerian Agama Kota Blitar, juga diikuti oleh sejumlah perwakilan dari Kepolisian Resor Kota Blitar serta Kejaksaan Negeri Blitar.

Mereka melihat langsung proses pemusnahan surat nikah itu dengan cara dibakar. Mereka juga sebagai saksi, dalam kegiatan pembakaran tersebut.

Didik juga mengatakan, kegiatan pemusnahan ini penting dilakukan. Terlebih lagi, surat nikah itu sangat penting dan dibutuhkan sebagai kelengkapan administrasi sahnya pasangan suami istri.

Untuk itu, pihaknya sengaja membakar surat-surat tersebut dengan harapan tidak jatuh ke tangan yang salah. "Kalau ini dimusnahkan, tentunya tidak bisa dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab. Kami sengaja membakar, karena ini cara yang cukup mudah," kata Didik.



Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber   : Antara

Rabu 15 Februari 2012 20:19 WIB
Dapat Buku Nikah, Warga Gembira Ikuti Nikah Massal
Dapat Buku Nikah, Warga Gembira Ikuti Nikah Massal

Jakarta, NU Online
Sebanyak delapan pasang dinikahkan massal di Masjid Jami Silaturahmi, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/2). Mereka disahkan secara hukum dengan diberi buku nikah. Sebelumnya, delapan pasang yang terdiri dari pasangan paruh baya dan lanjut usia tersebut hanya terikat pernikahan siri.<>

Kedelapan pasang warga yang dinikahkan massal itu merasa senang. Salah seorang pasangan, Qodim (43 tahun) dan Kholimah (38 tahun), mengaku gembira mendapat buku nikah. Pasalnya, mereka sudah 23 tahun hidup berkeluarga namun tak pernah terikat secara hukum.

"Pengen punya buku nikah," ujar Kholimah gembira. "Sudah punya anak lima baru bisa punya buku," tambah Qodim.

Dalam nikah Massal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo berkunjung ke tampat acara.

Sekretaris masjid, Mustafa, berharap nikah massal ini dapat digelar kembali lain waktu. "Kemungkinan kalau ada kunjungan lagi, (diadakan lagi)," ungkap Mustafa.



Penulis : Syaifullah Amin

Rabu 15 Februari 2012 19:37 WIB
Jelang Setengah Abad, Lesbumi Siapkan Sejumlah Acara
Jelang Setengah Abad, Lesbumi Siapkan Sejumlah Acara

Jakarta, NU Online
Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia) tepat pada 28 Maret 2012, menginjak usia 50 tahun. Menjelang usia 50 tahun, Lesbumi rencananya akan mengadakan sejumlah acara. <>

Menyambut usia setengah abad, Lesbumi tengah mempersiapkan segalanya. “Selama ini, persiapan pengurus baru sampai di tahap konsep dan semua yang bersifat administratif,” ujar Dinaldo, Wakil Sekretaris Lesbumi di Kantor Pusat Lesbumi, Gedung PBNU lt.6 Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (15/2).

Pemandangan kantornya cukup menarik. Sejumlah lukisan dengan beragam media, menghiasi wajah dindingnya. Kecuali lukisan, bergantung pula gabus putih tipis yang hampir penuh dengan artikel koran dan sederet jadwal kegiatan.      

Dalam perayaannya ini, empat hal yang sekurangnya direncanakan. Pertama, pemutaran film karya Asrul Sani serta mendiskusikannya. Kedua, kunjungan dan memaparkan visi kebudayaan Lesbumi ke redaktur pelaksana media cetak nasional yang mengurusi rubrik kesenian dan kebudayaan. Ketiga, ziarah ke makam-makam pendiri Lesbumi. Keempat, diskusi budaya secara umum.

“Kita juga berencana akan menghadirkan wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmanto.   Sejumlah insan film untuk juga perlu dihadirkan dan diberi ruang untuk memberikan masukan kepada Lesbumi,” tegasnya.



Redaktur :  Syaifullah Amin
Penulis    : Alhafidz Kurniawan

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG