IMG-LOGO
Warta

PBNU Adakan Tahlilan untuk KH Abdullah Faqih

Jumat 2 Maret 2012 18:18 WIB
Bagikan:
PBNU Adakan Tahlilan untuk KH Abdullah Faqih

Jakarta, NU Online
PBNU mengadakan tahlilan untuk KH Abdullah Faqih di musola gedung PBNU, Jakarta, Jumat (2/3). Tahlilan yang diselenggarakan selepas solat Jumat tersebut, diikuti ketua PBNU H Iqbal Sullam, pengurus badan otonom, lembaga, lajnah dan karyawan gedung dengan jumlah peserta sekitar 50 orang.
 
Menurut Iqbal Sullam, KH Abdullah Faqih sangat besar jasanya bagi umat NU dan bangsa Indonesia. Ia adalah sosok yang mampu mendinginkan masyarakat Indonesia ketika masa kritis, berujung reformasi 1999. Juga pada saat Presiden KH Abdurahman Wahid dilengserkan, kiai Faqih dan Gus Dur beserta kiai lain, mampu meredam suasana.
<>
"Dengan mengadakan tahalilan kita berarti mengenang kebesaran beliau.Ulama itu kan warisan para Nabi," ujarnya selepas tahlilan yang dipimpin Syatiri Ahmad, kepala perpustakaan PBNU.
 
Selain itu, lanjut Iqbal, tahlil adalah sarana penghubung, untuk melanjutkan kebesaran dan jasa almarhum.

KH Abdullah Faqih adalah Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur. Ia wafat pada usia 82 tahun, Rabu, (29/2) pukul 19.00 WIB. Ia pernah menjabat sebagai mustasyar PBNU periode 1999-2004.

 

Redaktur: Mukafi Niam
Penulis: Abdullah Alawi

Bagikan:
Jumat 2 Maret 2012 19:29 WIB
Persyaratan Beasiswa PBNU ke Empat Negara
Persyaratan Beasiswa PBNU ke Empat Negara

Jakarta, NU Online
Warga NU merespon sangat baik adanya beasiswa ke empat Negara yang ditawarkan PBNU baru-baru ini.

Sebagai tindaklanjut kesepakatan beasiswa NU ke empat negara (Taiwan, Aljazair, USA dan Australia) berikut beberapa persyaratan administratif yang harus dipenuhi :
<>
1. Photocopy legalisir Ijazah terakhir
2. Photocopy legalisir Transkrip nilai
3. CV
4. Pasphoto ukuran 4x6 = 10 lbr
5. Rekomendasi dari NU setempat (PWNU atau PCNU atau MWC)
6. Sertifikat TOEFL terbaru (maksimal thn 2011) dgn skor minimal 500.

Persyaratan khusus :
1. Bagi yg melamar beasiswa ke Timur Tengah wajib mempunyai hafalan Qur'an, minimal 2 juz utk program S-1, 3 juz utk program S-2, dan 5 juz utk program S-3.

2. Bagi yg mengajukan beasiswa ke USA, Taiwan, dan Australia, wajib bisa membaca al Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid (akan dilakukan test lisan dan tulisan di PBNU).

3. Khusus lamaran ke USA, persyaratan administrarif tersebut diatas diterima paling lambat tgl 10 Maret 2012. Permohonan yang masuk setelah tanggal tersebut diatas tidak dapat kami layani.


Untuk informasi selanjutnya, terkait beasiswa bisa menghubungi Ajat Sudrajat dengan nomor kontak 085312346312 dan email: sudradjat_lc@yahoo.co.id

 

Penulis: Mukafi Niam

Jumat 2 Maret 2012 17:47 WIB
NU Dukung Kebijakan MA untuk Kasus Pencurian Ringan
NU Dukung Kebijakan MA untuk Kasus Pencurian Ringan

Jakarta, NU Online - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kebijakan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan terdakwa kasus pencurian ringan dengan nilai di bawah Rp 2,5 juta tidak perlu ditahan. Namun di tingkat kepolisian penahanan tetap dibenarkan, dengan tujuan memberikan efek jera terhadap pelaku.

"Kami mendukung. Ini terobosan kebijakan yang bagus," kata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat (2/3). <>

Dengan kebijakan itu, kata Kiai Said, diharapkan kasus-kasus pencurian ringan, terutama yang dilakukan karena keterpaksaan, tidak sampai masuk pengadilan.  "Kami terus terang terusik dengan kasus-kasus kecil yang sampai disidangkan, seperti kasus nenek yang mencuri kakao, kasus anak mencuri sandal dan banyak kasus kecil lainnya," urainya.

Hal itu, lanjut Kiai Said, bukan berarti PBNU membenarkan tindakan pencurian, namun berharap ada proporsionalitas di dalam penanganannya.

"Mencuri itu tetap perbuatan salah, tapi penanganannya tentu harus proporsional," tambah Kiai Said tegas.

Dikatakan juga oleh Kiai Said, menangani orang yang mencuri karena terpaksa tentu harus berbeda dengan orang yang memang pekerjaannya mencuri.

"Di sinilah pentingnya bertindak adil, bukan sekedar melihat teks hukum," tandas Kiai Said.

Namun demikian, lanjut Said Aqil, pihaknya tidak mempermasalahkan jika aparat penegak hukum, khususnya di tingkat kepolisian menahan pelaku pencurian ringan untuk sekedar menimbulkan efek jera.

"Kalau polisi menahan satu sampai tiga hari agar pelaku jera, terutama pelaku yang memang bukan profesinya mencuri, itu tidak jadi masalah," jelas Kiai Said.

Pada 27 Februari lalu MA mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan MA (Perma) Nomor 2/2012 mengenai Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Di peraturan itu disebutkan terdakwa pencurian ringan di bawah Rp 2,5 juta tidak perlu ditahan.

 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Jumat 2 Maret 2012 15:24 WIB
Khofifah: Jangan Mau Kalah dengan Televisi
Khofifah: Jangan Mau Kalah dengan Televisi

Lamongan, NU Online
Dahsyatnya pengaruh televisi agaknya membuat Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa pun gelisah.

"Tayangan televisi berpengaruh negatif, misalnya kebiasaan mengaji setelah maghrib pun hilang gara-gara masyarakat kalah dengan godaan sinetron," ucapnya di Lamongan, Ahad malam.
<>
Ia mengemukakan hal itu di hadapan ribuan orang pada pengajian akbar Petik Laut di Rukun Nelayan Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

"Karena itu, peran keluarga sangat penting dalam pendidikan keagamaan anak-anak. Jika orang tua memberi contoh kebiasaan yang baik, maka anak-anaknya akan mengikuti. Jangan mau kalah dengan televisi," tutur mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu.

Ibu dari empat anak itu mengibaratkan bila ibu dan bapaknya mengaji sehabis maghrib, lalu pintu rumahnya ditutup dan televisi dimatikan, maka anak-anak akan mengaji juga.

"Jangan seperti sekarang, tayangan sinetron justru digandrungi oleh masyarakat, terutama ibu-ibu, sehingga waktu mendidik anak pun tersita," tukasnya.

Bila hal itu yang terjadi, maka pendidikan orang tua pun berganti menjadi "pendidikan" oleh sinetron. "Bagi orang tua saja buruk dampaknya, apalagi bagi anak-anak yang cenderung meniru apa yang dilihat," paparnya.

Oleh karena itu, ungkap salah seorang juri dalam pemilihan dai cilik dan dai muda di salah satu televisi nasional itu, keluarga berperan penting dalam mengawal pendidikan anak-anak.

"Kedua orang tua harus sama-sama berperan. Peran ibu saja tidak cukup, bapak-bapak juga harus berperan. Kalau anak belum shalat, bapaknya perlu mangajaknya, kalau anak belum belajar, bapaknya perlu mengingatkan dan kalau anak belum mengaji, bapaknya perlu mengajaknya," kilahnya.

Selain televisi, Khofifah yang juga mantan politisi di PPP dan PKB serta kini menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu mengingatkan teknologi informasi yang menerpa anak muda juga bisa berpengaruh negatif.

"Seks bebas sekarang telah masuk ke dunia pelajar di Indonesia, karena gambar porno sekarang bisa diakses dengan mudah lewat handphone. Ini berbahaya dan orang tua harus memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak," tuturnya.



Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG